riau24 Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir Perhatikan Prospek Industri Keripik Nanas
Senin, 11 Desember 2017

Advertorial Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir

Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir Perhatikan Prospek Industri Keripik Nanas

0
Pemerintah Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir Perhatikan Prospek Industri Keripik Nanas
Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir Perhatikan Prospek Industri Keripik Nanas

Rohil, Riau24.com  -  Potensi Nanas yang ada di Kabupaten Rokan Hilir Propinsi Riau ini cukup menjanjikan karena mudahnya Buah Nanas tumbuh di Kabupaten Rokan Hilir Khususnya di Kecamatan Tanah Putih Desa Mamugo.

                                                                      Ket Foto : Potensi Nanas di Rohil


Saat ini masyarakat yang menanam nanas mencapai 200 H ( Dua Ratus Hektar ) dengan jumlah petani menanam 80 - 90 orang karena setiap masyarakat ada yang menanam 2 Hektar sampai 4 Hektar dan Kecamatan lainya namun saat ini yang menjadi Potensi pengembangannya ada di Desa Mamugo.

Saat ini masyarakat hanya menjual hasil tanam mereka dalam bentuk Buah Nanas dijual dengan harga Rp. 3.000 s/d Rp. 5.000/ buahnya. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Rokan Hilir saat ini sedang giat-giatnya untuk meningkatkan potensi nanas yang ada di Kabupaten Rokan Hilir tersebut.

Salah satunya dengan mengembangkan nanas melalui investor yang tertarik dalam pengembangan Potensi Pengolahan Nanas Khsusnya Nanas dibuat menjadi Keripik Nanas dan Makanan Kaleng agar dapat menambah Pendapatan Masyarakat Kabupaten Rokan Hilir.

Perkembangan industri kecil dan menengah memiliki potensi besar dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat, salah satu bentuk ekonomi kemasyarakatan yakni dengan menempatkan sektor Industri Kecil Menengah (IKM) sebagai dasar kehidupan ekonomi.

“Kabupaten Rokan Hilir salah satu memiliki Potensi Nanas dan masyarakat menjual dengan bentuk gelondongan dan pembelinya dari Sumatra Selatan dan Sumatra Utara dengar porsi ton. Padahal dengan melimpahnya nenas di Rohil ini dapat dijadikan sumber ekonomi bagi masyarakat. Apalagi saat ini belum ada yang olah dalam bentu kemasan maupun kaleng,” sebut Bupati Rokan Hilir Suyatno.

Bupati Rohil juga mengatakan, selain dapat memperbaiki taraf hidup masyarakat, usaha yang masuk dalam kategori usaha kecil menengah (UKM) tersebut juga diyakini mampu meningkatkan pendapatan daerah.

Melihat potensi tersebut, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau pernah menggelar pelatihan keripik nanas kemasan bagi pelaku industri rumah tangga dalam meningkatkan keterampilan dan kemasan produk mereka.

"Kita akan laksanakan pelatihan bagi 10 pelaku industri kecil dengan harapan kualitas produk mereka makin baik dan pada gilirannya bisa meningkatkan ekonomi keluarga," kata Kepala Disperindag Rohil H Herman Tambusai di Bagansiapiapi, Kamis.

Pelaku industri rumah tangga yang dilatih itu berasal dari Kepenghuluan Mamugo, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir, Riau yang selama ini banyak menggeluti usaha industri rumah tangga.

"Secepatnya kita laksanakan begitu APBD yang sudah diparipurnakan mendapat persetujuan gubernur. Kalau ini sukses, akan kita buat lagi pelatihan yang sama untuk petani nenas lain," ujarnya seraya berharap pendapatan petani nenas di wilayah itu makin meningkat.

Dalam pengamatan Herman, pemasaran nanas hasil kebun milik warga yang ada di Mamugo selama ini masih monoton dengan mengharapkan calon pembeli yang kebetulan lewat di jalan lintas Duri-Sumatera Utara atau Jalan Simpang Bukit Timah-Dumai, padahal di kiri dan kanan jalan terdapat kebun nenas yang begitu luas dengan produksi perminggunya mencapai puluhan ribu buah.

Begitu tiba musim panen nanas, pemilik kebun mulai kebingungan mencari pemasaran untuk menjual produk mereka. Ada yang petani yang hanya mengharapkan hasil penjualan secara eceran dan sebagiaan petani membawa hasil panen nenasnya ke pasar-pasar yang ada di kabupaten tetangga seperti Dumai, Duri, Kandis, Baganbatu serta Kotapinang, Sumut.

"Namun penjualan eceran seperti itu punya resiko besar karena buah nanas memiliki keterbatasan waktu. Artinya setelah panen, harus cepat dikonsumsi karena kalau lama, buah  akan membusuk. Kan sayang petani sudah capek menanam, tapi tidak memiliki pasaran yang bagus," tegasnya.

"Kalau mengharapkan penjualan eceran, berapalah yang mampu terjual," kata Herman Tambusai yang sebelumnya menjabat sebagai Asisten I Setkab Rohil.

Dalam pelaksanaan pelatihan itu nantinya, tambah Herman Tambusai,  pihaknya akan bekerja sama dengan pihak ketiga dari Pekanbaru.

Pihak ketiga ini akan memberikan pelatihan kepada sepuluh petani tersebut hingga mahir dalam membuat keripik berbahan baku dari nanas.

"Kita juga akan membuatkan rumah pelatihan sederhana yang letaknya masih di sekitar kebun nanas warga," sebut Herman.

Ia berkeyakinannya apabila perajin di Kepenghuluan Mamugo telah mampu membuat keripik nanas kemasan seperti yang mereka dapatkan selama pelatihan,  pendapatan warga petani akan lebih meningkat di samping juga mereka lebih bergairah menanam pohon nanas.

"Saya yakin sepuluh orang petani yang mendapatkan pelatihan ini akan mampu dengan cepat menyerap ilmu dari pemateri pelatihan karena di samping dibekali teori, peserta pelatihan akan lebih banyak disuguhi praktek bagaimana membuat keripik nenas kemasan yang enak dan gurih sehingga laku dijual di pasaran," ujarnya.

Masyarakat dalam mengembangkan usaha tersebut menurut Karmila membutuhkan fasilitas pendukung dan dana dari pemerintah daerah. Sedangkan bahan baku nenas banyak terdapat di daerah itu.

"Fasilitas serta dana bantuan  yang seharusnya disiapkan oleh pemerintah melalui Disperindag," tuturnya. Saat ini, terang dia, dewan telah reses di Desa Mumugo, Kecamatan Tanah Putih dilokasi perkebunan nenas.

“Hasilnya, UKM pembuatan keripik nenas sangat prospek bagi masyarakat setempat," paparnya.

Oleh karena itu, terangnya, dewan meminta agar Disperindag Rokan Hilir dapat memberikan bantuan berupa mesin pembuat keripik tersebut.

Dilain kesempatan, Kepala Disperindag Rohil, Wan Achmad Syaiful, mengatakan, usaha keripik nenas saat ini sudah masuk dalam program UKM.      

"Bentuk bantuannya belum dapat kita pastikan, apakah itu berupa barang atau uang. Yang jelas diharapkan bantuan itu nantinya dapat lebih meningkatkan usaha keripik nenas di Rohil," ringkasnya.
 

Peta Potensi Pengembangan Buah Nenas di Kabupaten Rokan Hilir

Pengembangan Buah Nenas di Kabupaten Rokan Hilir yang berada di Kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan, ketersediaan lahan untuk pengembangan buah nenas seluas 250 Ha sedangkan potensi pengembangan lahan untuk pengembangan buah nenas seluas 500 Ha ini digambarkan pada peta dibawah ini : 


                       
                                               Ket Foto : Peta Potensi Pengembangan Nanas di Rohil 




R24/adi 


Bagikan :
#Tagline News : Riau | Berita Riau | Berita Pekanbaru | Berita Kampar | Berita Siak | Berita Inhu | Berita Inhil | Berita Bengkalis | Berita Rohil | Berita Meranti | Berita Dumai | Berita Kuansing | Berita Pelalawan | Berita Rohul | Berita Internasional | Advertising Pekanbaru
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Komentar Anda

Nama :
Komentar :
     
riau24_mmuc9_3424.jpg
Inhil, Riau24.com - Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) berharap agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) dapat lebih proaktif, dalam mencari sumber dana bagi pembangunan pasar terapung yang saat ini kondisinya sudah sangat memprihatinkan, Minggu 10 Desember 2017.
loading...
  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru