riau24 Tingkatkan Pelayanan Kesehatan, Bupati Rohil Fokus Pembenahan Sarana Puskesmas
Selasa, 12 Desember 2017

Advertorial Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir

Tingkatkan Pelayanan Kesehatan, Bupati Rohil Fokus Pembenahan Sarana Puskesmas

0
Tingkatkan Pelayanan Kesehatan, Bupati Rohil Fokus Pembenahan Sarana Puskesmas
Tingkatkan Pelayanan Kesehatan, Bupati Rohil Fokus Pembenahan Sarana Puskesmas

Rohil, Riau24.com - Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau berupaya untuk mengoptimalisasi pelayanan kesehatan di berbagai daerah itu. Salah satunya memperkuat tenaga medis yang menjadi ujung tombak optimalisasi pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Hal ini ditunjukkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir (Rohil) dengan menaikkan status sembilan pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) pada level puskesmas rawat inap. Dengan menaikkan level 9 puskesmas bertujuan agar masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik terutama masyarakat yang berada dipelosok yang jaraknya jauh dari RSUD Dr RM Pratomo Bagansiapiapi.

Demikian dikatakan Kadis Kesehatan (Kadiskes) Rohil, Dr HM Junaidi Saleh Mkes, Akhir pekan lalu, di Bagansiapiapi. Ia akan mengupayakan seluruh puskesmas memiliki rawat inap, namun tentunya harus bertahap sesuai dengan kondisi anggaran yang ada serta ketersediaan tenaga medis.

                    
            Ket Foto : Kadis Kesehatan (Kadiskes) Rohil, Dr HM Junaidi Saleh Mkes


Dari 19 Puskesmas yang tersebar di 18 kecamatan di Rohil 9 diantaranya merupakan puskesmas rawat inap. 9 Puskesmas itu yakni puskesmas rawat inap Kecamatan rimba melintang, puskesmas rawat inap Bangko kanan, puskesmas Bangko Jaya, Puskemas rawat inap Sedinginan, Puskesmas Pujud, Puskesmas Kubu Babussalam (Kuba), Puskesmas Kubu, Puskesmas Bagan batu, dan puskesmas Panipahan.

Sementara 10 puskesmas lainnya yang belum memiliki rawat inap yakni puskesmas Bagansiapiapi, Puskesmas Bagan Punak, Puskesmas Pekaitan, Puskesmas Balay jaya, Puskesmas simpang kanan, Puskesmas Sinaboi, Puskesmas Tanah Putih Tanjung Melawan, Puskesmas Bantaian, Puskesmas Rantau Kopar, dan Puskesmas Tanjung Medan.

Diterangkan Junaidi, yang membedakan antara puskesmas dengan puskesmas rawat inap berpedoman pada yang tertuang dalam peraturan mentri Kesehatan (Kemenkes) RI nomor 75 tahun 2014 tentang pusat kesehatan masyarakat. Dimana didalam peraturan itu diterangkan ruang pelayanan dan alkes. 

Puskesmas rawat inap harus memiliki Unit gawat darurat (UGD) dengan alkes set gawat darurat. Sedangkan puskesmas hanya ruang tindakan dengan alkes set tindakan medis/Gawat Darurat, memiliki Ruang Kesehatan Ibu dan Imunisasi dengan Alkes Set Pemeriksaan Anak dan Set Imunisasi, memiliki Ruang Kesehatan Ibu dan KB, dengan Alkes Set Pemeriksaan Ibu dan Set Pelayanan KB.

 


                    
                                    Ket Foto : Puskesmas Rawat Inap Kubu

Sedangkan puskesmas hanya disediakan satu ruangan, Ruangan Kesehatan Ibu dan KB. "Pukesmas Rawat Inap harus memiliki Ruang Tindakan dengan Alkes Set Tindakan Medis, sedangkan puskemas tidak memiliki ruangan ini, memiliki Ruangan Rawat Inap dengan Alkes Set Rawat Inap, sedangkan puskesmas tidak ada, "Jelas Junaidi.

Selain itu katanya ada persamaan antara puskesmas rawat inap dengan puskesmas diantaranya sama-sama memiliki Ruang Kesehatan Gigi dan Mulut dengan Alkes Set Kesehatan Gigi dan Mulut, memiliki Ruangan ASI dengan Alkes Set ASI, memiliki Ruangan Promkes dengan Alkes, memiliki Ruangan Farmasi dengan Alkes Set Farmasi.

Kemudian memiliki Ruangan Persalinan dengan Alkes Set Obstetri dan Ginekologi, Set Insersi dan Ekstraksi AKDR, Set Resusitasi Bayi, memiliki Ruangan Pasca Persalinan Bayi dengan Alkes Set Perawatan Pasca Persalinan, memiliki Ruangan Laboratorium dengan Set Laboratorium dan memiliki Ruangan Sterilisasi dengan  Alkes Set Sterilisasi.

Disamping melengkapi kebutuhan puskesmas rawat inap, Pemkab Rohil juga berupaya meningkatkan status puskesmas yang ada menjadi puskesmas rawat inap, diantaranya, Puskesmas Tanjung Medan, karena lokasinya sangat jauh, terus diupayakan, bahkan pernah dijanjikan penggelontoran dana Rp20 miliar, lalu bekas kantor Camat Batu Hampar juga akan dijadikan puskesmas rawat inap serta Rp2,5 miliar untuk pembangunan Puskesmas Rawat Inap Kecamatan Balai Jaya.

Program keliling yang di maksud tersebut yakni, Dinas Kesehatan melalui seluruh Puskesmas yang ada di Kabupaten Rohil akan mendatangi setiap Rumah Warga dan melakukan pengecekan kesehatan walaupun warga tersebut  tidak dalam keadaan sakit.

"Sesuai dengan Program Pemerintah yang mengutamakan pencegahan, kedepannya kita akan melakukan pelayanan ke rumah-rumah atau yang disebut jemput bola," ungkapnya.


                         
Ket Foto : Bupati Suyatno saat meninjau layanan Puskesmas Tanah Putih, salah satu                                                            Puskesmas Rawat Inap


Junaidi menjelaskan, program pelayanan keliling tersebut dianggap sangat efektif karena dengan mengadakan pemeriksaan kesehatan ke rumah-rumah warga maka kesehatan para warga akan dapat dikontrol.

Hal tersebut sesuai dengan program pemerintah yang mengutamakan pencegahan dari pada pengobatan karena biaya pengobatan jauh lebih mahal bila di bandingkan dengan biaya pencegahan.

Upaya itu untuk memberikan kepuasan kepada masyarakat. Dan memang keterbatasan sarana dan prasarana tersebut menjadikan pelayanan yang diberikan kurang maksimal. Namun dengan ruangan, alkes, tenaga medis yang ada pada sejumlah puskemas rawat inap terus dioptimalkan. Bahkan untuk kawasan pedesaan, terpencil dan sangat terpencil keberadaannya sangat membantu. 

Bupati Rokan Hilir (Rohil) H Suyatno, pun menekankan pentingnya meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terutama di setiap puskesmas rawat inap kecamatan. Karena itu pencapaian layanan kesehatan dapat diwujudkan melalui pembenahan sarana serta prasarana pendukung, seperti membenahi ruangan, penyediaan alat kesehatan dan perlengkapan moubiler.

"Dari hasil peninjauan saya ke beberapa ruangan di Puskesmas Rimbo Melintang, jadi masih ada kekurangan dan perlu ditindaklanjuti terutama penambahan dan pembenahan ruangan," tegas Bupati di sela-sela acara peninjauan, beberapa waktu yang lalu.


                     
    Ket Foto : Bupati Suyatno berfoto bersama tenaga medis di Puskesmas Rokan Hilir

Menurut Bupati, dengan membaiknya sarana dan prasarana pelayanan kesehatan, menurutnya, secara otomatis kesehatan masyarakat semakin baik. Tentunya, lanjut Bupati, harus dibarengi dengan meningkatnya profesionalitas kinerja tenaga medis tersebut.

"Kalau ruangan bagus, alat-alat lengkap tetapi tenaga medisnya tidak profesional tentunya tidak seimbang, artinya jaminan kesehatan masyarakat dapat diwujudkan kalau semua terpenuhi," jelasnya.




R24/adi

 


Bagikan :
#Tagline News : Riau | Berita Riau | Berita Pekanbaru | Berita Kampar | Berita Siak | Berita Inhu | Berita Inhil | Berita Bengkalis | Berita Rohil | Berita Meranti | Berita Dumai | Berita Kuansing | Berita Pelalawan | Berita Rohul | Berita Internasional | Advertising Pekanbaru
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Komentar Anda

Nama :
Komentar :
     
riau24_mmuc9_3424.jpg
Inhil, Riau24.com - Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) berharap agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) dapat lebih proaktif, dalam mencari sumber dana bagi pembangunan pasar terapung yang saat ini kondisinya sudah sangat memprihatinkan, Minggu 10 Desember 2017.
loading...
  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru