riau24 Kabupaten Rohil Bertekad Mampu Mandiri Dalam Swasembada Pangan Demi Kemakmuran Masyarakat
Senin, 15 Oktober 2018

Advertorial Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir

Kabupaten Rohil Bertekad Mampu Mandiri Dalam Swasembada Pangan Demi Kemakmuran Masyarakat

1
Kabupaten Rohil Bertekad Mampu Mandiri Dalam Swasembada Pangan Demi Kemakmuran Masyarakat
Kabupaten Rohil Bertekad Mampu Mandiri Dalam Swasembada Pangan Demi Kemakmuran Masyarakat

Rohil, Riau24.com – Banyak kemajuan yang dirasakan oleh masyarakat Negeri Seribu Kubah selama lima tahun kepemimpinan H Suyatno.

Ditangan Bupati Rokan Hilir tersebut kini Rohil menuju kabupaten yang mandiri di bidang pertanian, dengan mengemban misi untuk mewujudkan swasembada pangan Rohil.

Kabupaten Rokan Hilir yang memiliki luas wilayah 8.881,59 Km2, terdiri dari 18 Kecamatan. Tercatat, penerimaan hasil Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang diterima tahun 2014 mencapai Rp 9.793,56 milyar, dengan sumbangan terbesar berasal dari sektor Pertambangan 73,32 persen, sektor Pertanian 15,12 persen, dan sektor Perdagangan, Hotel, dan Restoran 5,72 persen.

                 
                                 Ket Foto : Rohil menuju swasembada pangan 

Potensi sektor pertanian paling menonjol adalah tanaman pangan, yakni produksi padi 143.994 ton dan kedelai 31.446 ton. Kedua tanaman komoditas itu terkonsentrasi di Kecamatan Bangko, Rimba Melintang, dan Kecamatan Kubu. Hasil produksi pertanian padi di Rokan Hilir dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Hal ini dibuktikan, dengan hasil produksi padi yang mendekati target.

Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Rohil, Muslim, realisasi penanaman pada musim tanam Oktober 2015 hingga Maret 2016 telah capai target yang maksimal. Dimana, dari 9.600 hektar lahan yang di tanam, berhasil di panen seluas 9.343 hektare.

Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Rokan Hilir berkeyakinan pada tahun 2016 akan menjadi sentra beras. 

Agar hal itu terwujud, Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan menyiapkan berbagai program kegiatan guna menunjang produksi pangan padi di Rohil.

Dan sampai saat ini, berbagai program Pemkab Rokan Hilir, mulai dinas terkait ketahanan pangan, Camat, kepala BPP, kepala UPTD Pertanian Kecamatan, KTNA, serta PPL di rencanakan untuk memprogramkan kemandirian Pertanian. Berbagai program tersebut bermuara pada pembangunan di daerah ini, dimana tujuannya adalah untuk mensejahterakan masyarakat di Kabupaten Rohil.
Karena itu, saat ini Pemda Rohil tengah menitikberatkan realisasi program unggulan Kabupaten Rohil yang tengah digesa itu. 

Untuk melaksanakan kemandirian swasembada pangan, Pemkab Rohil berupaya memberikan bantuan kepada para pertani Rohil baik itu berupa bibit, pembukaan irigasi, hingga bantuan peralatan penunjang pertanian dalam membuka lahan pertanian.

Bupati Kabupaten Rohil, H Suyatno sendiri tergolong intens mengawasi pelaksanaan sejumlah program pertanian di daerah yang ia pimpin, antara lain dimaksudkan untuk mengejar target swasembada beras di Rohil dalam menciptakan Ketahanan Pangan secara nasional yang sudah digariskan oleh pemerintah pusat.

Salah satu buktinya sampai saat ini, padi di Kecamatan Rimba Melintang merupakan wujud dari kepedulian Pemerintah Kabupaten Rohil, karna di daerah tersebut sebagai lumbung pangan beras di daerah ini yang memiliki potensi untuk terus dikembangkan dalam menargetkan swasembaya beras di Rohil. untuk mewujudkan program tersebut Pemkab Rohil melalui Sang Bupatinya Suyatno menerapkan pola tanam dua kali setahun. sehingga tahun ini swasembada beras di Rohil tahun ini optimis tercapai.

Kecamatan Rimba Melintang sendiri merupakan salah satu kecamatan yang memiliki potensi yang lebih dibandingkan dengan kecamatan-kecamatan lainnya yang ada di daerah ini dalam hal pengembangan potensi pertanian padi. Dimana luas untuk persawahan di Kecamatan Rimba Melintang mencapai 70 persen dari luas lahan persawahan yang ada di Kabupaten Rohil.

Sesuai dengan data dari Dinas Pertanian Kabupaten Rohil, kecamatan Rimba Melintang memiliki potensi sawah kurang lebih sekitar 949.76  hektar, atau hampir 70 persen dari total keseluruhan luas lahan sawah yang ada di kabupaten Rohil yakni, 12,709.14 hektar.

Karena itu, tidaklah mengherankan kalau kecamatan Rimba Melintang menjadi lumbung padinya Kabupaten Rohil. Berdasarkan hasil panen dari tahun 2013 dan tahun 2014, sangat memungkinkan hasil panen pada tahun 2015 ini bisa terealisasi 100 ribu ton pertahun. Apalagi tahun ini diterapkan pola tanam dua kali setahun. Target tersebut cukup beralasan, pasalnya sekali panen dalam tahun-tahun sebelumnya bisa mencapai 50 ribu ton.

Pembangunan Kabupaten Rohil termasuk di bidang pertanian akan terus menjadi yang terbaik, harapan serta target yang ingin diwujudkan di dalam masa kepemimpinannya. 

Meski saat ini segala potensi, peluang dan kendala serta permasalahan yang dihadapi terus menggeliat namun itu merupakan bentuk tantangan bagi dirinya dalam membawa Kabupaten Rohil ini agar dapat memposisikan diri sejajar bahkan terdepan diantara daerah otonom lainnya.

Berpijak dengan asumsi itulah, yang membulatkan keyakinan Bupati Rohil H. Suyatno bahwa target tersebut bisa terealisasi. Menurutnya, melalui penerapan sistem dua kali tanam padi serentak dalam setahun ini, maka dirinya menargetkan hasil produksi padi ke depannya sebesar 50 ribu ton untuk sekali panen. Jadi, jika program dua kali tanam ini bisa di wujudkan, maka dalam setahun bisa melakukan hasil produksi sebesar 100 ribu ton pertahun.

"Rencana strategis pembangunan 2016 ini, kami tetap memperhatikan sektor pangan, holtikultura dan sarana prasarana pertanian, Jadi tahun 2016 ini merupakan langkah awal kita untuk mewujudkan swasembada pangan khususnya beras di Rohil, sesuai dengan keinginan dan arahan dari pemerintah pusat,"ujar Bupati.

Untuk mewujudkan target tersebut, perlu dilakukan langkah-langkah strategis untuk menambah target produksi. Salah satunya mensinergikan program antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota melalui forum Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang ada.

"Jangka panjang kita hanya memperkuat sektor pangan seperti padi, namun untuk sektor lainnya seperti jagung dan kedelai, dan holtikultura dan peternakan serta potensi unggulan lainnya yang akan dikembangkan juga," ucapnya lagi.

Sektor pangan jenis padi, Rohil saat ini produksinya sudah bisa dikatan sangat bagus. tinggal untuk meningkatkan daya tanam yang di lakukan dalam setahun. sehingga hasil yang di targetkan dalam setahun akan sangat memuaskan.

"Pemkab Rohil akan terus mendorong para petani dalam mengembangkan pertanian. segala bantuan dan pokok pendukung seperti Infrastruktur dan kualitas pertanian akan terus di tingkatkan. sehingga para petani dalam pertanianya akan merasa senang,"terang Bupati dengan bangga.

Namun demikian, terkait pemenuhan kebutuhan beras di Kabupaten Rohil sendiri, bahwa di Kabupaten Rohil kebutuhan akan beras tergolong cukup tinggi yakni mencapai 70 persen. Jumlah tersebut sudah berada di atas rata-rata Provinsi Riau yang hanya 50 persen saja. Sedangkan sisanya, kebutuhan beras di Kabupaten Rohil biasanya terpenuhi dari Sumatra Barat.

"Dari hasil produksi beras di daerah ini, kita baru memenuhi kebutuhan untuk daerah kisaran 70 persen, sementara sisanya kita penuhi dari Sumbar. Namun jumlah 70 persen itu masih berada di atas rata-rata Riau yang hanya 50 persen saja," terang Bupati Suyatno seraya mengulangi.

                            

Karena itu, Pemkab Rohil melalui Dinas Pertanian tak henti-hentinya terus berupaya untuk meningkatkan kualitas serta kuantitas hasil pertanian khususnya padi yang menjadi tanaman unggulan masyarakat di daerah ini khususnya Kecamatan rimba melintang, tidak itu juga kecamatan lainnya juga di pokuskan seperti Kecamatan Sinoboi, Bangko, dan Pasir Limau Kapas .

Bupati Rokan Hilir, H Suyatno Amp mengharapkan Negeri berjuluk Seribu kubah ini kedepannya bisa menjadi pusat percontohan dari program pemerintah pusat yakni meningkatkan Swasembada pangan.

Pasalnya, Selain masih memiliki lahan yang cukup luas juga sangat berpotensi dan cocok untuk dikembangkan dengan tanaman pangan berupa jagung, Padi, Talas dan kedelai serta Palawija lainnya.

Menurut Suyatno, Dikabupaten Rohil masih ada beberapa kecamatan yang lahannya berpotensi untuk pengembangan tanaman pangan. Diantaranya, kecamatan Pekaitan, Sinaboi, Kubu. Untuk kecamatan Sinaboi tepatnya dikepenghuluan Darussalam para petaninya sudah berhasil memanen jagung, ubi dan talas diatas lahan lebih kurang 113 Hakter (Ha). (***)





R24/adi 

 


Bagikan :
#Tagline News : Riau | Berita Riau | Berita Pekanbaru | Berita Kampar | Berita Siak | Berita Inhu | Berita Inhil | Berita Bengkalis | Berita Rohil | Berita Meranti | Berita Dumai | Berita Kuansing | Berita Pelalawan | Berita Rohul | Berita Internasional | Advertising Pekanbaru
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Komentar Anda

S128agen.net
Sabtu, 21 April 2018 21:41 wib
Piala Dunia 2018 Rusia Sudah Semakin Dekat.!! Siapa Jagoan Tim Kalian Di Piala Dunia 2018 Rusia Nanti?? Aku mau kenalin Game Bola Online Piala Dunia. Buat kamu para pecinta sepakbola dimanapun kamu berada. Disitus ini kamu bisa main Game Bola Online Piala Dunia dan juga banyak Game Online menarik lainya, CHAT KAMI DI SINI BOSKU
Nama :
Komentar :
     
riau24_fptsj_3830.jpg
Riau24.com - Ketua DPRD Pelalawan H. Nasarudin, SH, MH melantik dan mengambil sumpah tiga Pergantian Antar Waktu (PAW) Anggota DPRD Pelalawan, dalam Rapat Paripurna Istimewa Peresmian dan Pengucapan Sumpah /Janji Pergantian Antar Waktu (PAW) sisa masa jabatan 2014-2019, di Gedung DPRD Pelalawan, Selasa (2/10) pekan lalu.
loading...
  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru