riau24 Pemprov Senantiasa Tingkatkan Mutu Olahraga di Riau Dalam Rangka PON
Selasa, 12 Desember 2017

Advertorial Pemerintah Provinsi Riau

Pemprov Senantiasa Tingkatkan Mutu Olahraga di Riau Dalam Rangka PON

0
Pemprov Senantiasa Tingkatkan Mutu Olahraga di Riau Dalam Rangka PON
Pemprov Senantiasa Tingkatkan Mutu Olahraga di Riau Dalam Rangka PON

Pekanbaru, Riau24.com - Sebagai upaya peningkatan mutu olahraga, Pemerintah Provinsi Riau secara konsisten dan berkesinambungan mengevaluasi dan memaksimalkan berbagai kegiatan yang mampu mengembangkan olahraga di Provinsi Riau.

Bentuk konkrit dari upaya tersebut salah satunya dengan mengirim kontingen menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX yang digelar pada 17-29 September 2016 di Jawa Barat (Jabar).

Dalam perhelatan yang digelar tiap 4 tahun sekali ini, Riau melepas 506 kontingen atlet yang terdiri dari 330 atlet, 95 pelatih, 30 manajer, 16 teknisi dan 21 official sesuai tertera dalam Surat Keputusan (SK) Gubernur Riau Nomor KPTS/725/VIII/2016 tentang pembentukan kontingen Riau pada PON 2016 di Jabar.
Dikatakan Gubernur Riau (Gubri), Arsyadjuliandi Rachman, sebagian besar atlet yang dikirim berasal dari Bumi Melayu Lancang Kuning.

                           

“Tahun ini kita mengirim kontingen yang disaring dari daerah kita sendiri. Biarlah kita gak menang tetapi anak-anak Riau mendapat pengalaman daripada menang tetapi anak-anak Riau tidak diberi kesempatan untuk mendapatkan pengalaman dan pelajaran di PON kali ini,” ujar Gubri yang kerap disapa Andi Rachman saat melepas kontingen asal Riau.

Dalam pertandingan PON XIX Jabar 2016 ini, Riau mengikuti sebanyak 33 Cabang Olahraga (Cabor) dari 44 cabor yang diperlombakan. Seperti Aeromodelling, terbang layang, berkuda, anggar, terjun payung, paralayang, judo, angkat berat, gulat, atletik, kempo, menembak, panjat tebing, senam, aquatik, renang, catur, pencak silat, balap sepada, balap motor, billiar, bola voli indoor dan pantai, bowling, bulu tangkis, gulat, karate, selam, sepatu roda, sepak takraw dan wushu.

Sementara dari 33 yang diperlombakan, Riau mengunggulkan hanya sebagian kecil yaitu Dayung, renang, angkat berat, atletik dan menembak dimana selama 15 hari pertandingan berlangsung, satu-persatu cabor olahraga yang tidak diunggulkan mampu memberi medali emas untuk Riau, seperti bowling, anggar, senam, angkat berat dan tinju.

Awalnya, Riau menargetkan peringkat 10 besar pada ajang PON kali ini dan benar saja, atlet Riau kembali dengan mempersembahkan peringkat 7 dan mengalahkan beberapa daerah lain yang sebelumnya diperhitungkan. Bahkan, Riau menduduki posisi pertama untuk tingkat Pulau Sumatera, mengalahkan Provinsi Sumatera Utara yang berada di peringkat ke 9.

                       

“Ini terbukti bahwa kita memang bisa diperhitungkan di Pulau Sumatera ya. Kita juga mengucapkan banyak terima kasih ke KONI, ke cabor, pelatih, atlet, termasuk doa masyarakat Riau dan juga wartawan,”ujar Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman.

Senada dengan Andi Rachman, sapaan akrabnya, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Riau, Emrizal Pakis terkait keberhasilan Riau.
“Yang jelas kita punya target cukup besar. Kita punya target yaitu 10 besar tetapi malah dapat peringkat ke 7. Itu artinya kita cukup diperhitungkan di ajang PON ini,” ujar Emrizal Pakis saat dihubungi melaui telepon seluler beberapa saat lalu.

Berdasarkan pantauan Riau24.com di web resmi PON 2016 Jawa Barat pada klasemen terakhir Riau berhasil mengantongi sebanyak 18 medali emas, 26 medali perak dan 27 medali perunggu.
Menurut Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Provinsi Riau, Eddie Yusti, prestasi Riau pada PON kali ini merupakan kemajuan dari apa yang diperoleh pada PON 4 tahun lalu.

“Syukur alhamdulillah kita berada di peringkat ke 7, turun 1 peringkat dari kita dulu sewaktu menjadi tuan rumah. Tetapi yang perlu digaris bawahi adalah saat itu kita adalah tuan rumah, nah ini kita bertandang ke Jabar namun masih bisa mendapat peringkat 7. Saya melihat ini sebagai bukti bahwa atlet yang merupakan bibit bumi lancing kuning ini masih diperhitungkan,” terang Eddie Yusti pada Riau24.com.

Dijelaskan Eddie Yusti, keberhasilan Riau pada PON 2016 ini kedepannya akan tetap dievaluasi untuk pelaksanaan PON pada tahun 2020 di Provinsi Papua. Menurutnya untuk terus meningkatkan kualitas dan mutu olahraga Riau dalam rangka PON, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau akan selalu memperhatikan dan memenuhi beberapa indikator yang dianggapnya penting terkait peningkatkan mutu.

Pertama, pihaknya sudah mengembangkan dan memaksimalkan fungsi beberapa sarana dan prasarana untuk memfasilitasi baik atlet yang akan dikirim kembali pada PON 2020 mendatang, maupun dalam menyaring benih-benih berprestasi dari seluruh kabupaten/kota di Provinsi Riau.

“Alhamdulillah dalam PON ke 19 kali ini kita sudah berkembang, terutama yang ada di rumbai, lokasi-lokasi lain seperti di Jalan Sudirman dan beberapa perguruan tinggi ya. Jadi intinya kita sudah mencapai fasilitas, sarana prasarana,” jelas Edi.

Kemudian, beberapa waktu lalupun, ia sempat menjelaskan kendisi terkini mengenai Vanue olahraga yang telah dibangun baik untuk kepentingan PON 2012 ataupun yang telah dibangun sebelum itu di seluruh Kabupaten/kota di Provinsi Riau.

                       

“Seluruh vanue sudah tidak ada masalah kecuali vanue stadion utama Riau dimana masih berhutang sejumlah Rp240 miliar kepada kontraktor, ini yang sedang kita usulkan di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD P),” aku Edi.

Tidak hanya itu, ia juga sudah mengajukan anggaran perawatan stadion utama berkisar Rp2 miliar pada APBD P. Kita sebagai pihak yang membawahi langsung stadion utama tersebut Sekalipun stadion tersebut belum sepenuhnya milik Pemprov Riau, Namun tetap saja bahwa aset tersebut adalah milik Pemprov Riau. Apalagi jika aset tersebut bernilai tinggi dan bisa bermanfaat bagi masyarakat luas.

Kemudian, tekad yang kuat dari para atlet dan pelatih dalam memajukan olahraga di Riau ini. menurutnya, sejauh ini atlet dan pelatih Riau telah meberikan hasil terbaik yang mereka miliki. Salah satu contohnya, ada beberaa atlet Riau yang mengalami cidera akibat perlombaan PON tahun 2016.

 “Iya itu berkat perjuangan mereka semualah ya. Mereka sudah berusaha secara maksimal, mereka sudah berjuang dengan penuh, malahan juga ada yang cedera, artinya mereka itu kan sudah  all out lah untuk membela cabang-cabang olahraganya demi memberikan kontribusi pada Provinsi Riau,” imbuhnya.

Tidak hanya atlet, pelatih juga harus memiliki komitmen yang tinggi untuk mengasilkan atlet-atlet berpresetasi kedepannya. “Pelatihnya juga harus bersungguh-sungguh, punya tekad juga untuk menghasilkan anak asuhnya menjadi yang terbaik,” sambung Edi 

Ketiga adalah pembinan secara terpola baik administrasi maupun praktek. Pemprov, kata Edi, telah lakukan pengelolaan melalui Pusat Pembinaan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP) dan yang melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi ke berbagai universitas di Provinsi RIAU dapat melanjutkan pelatihannya ke Pusat Pembinaan dan Latihan Olahraga Mahasiswa (PPLM).

“Tidak hanya bagi yang melanjutkan, tetapi bagi calon atletberprestasi yang pertama kali tergabung di PPLM, akan kita latih. Nah ini sudah kita lakukan, pusat pusat latihannya ada di sport center rumbai dan tempat-tempat lainnya ya,” sebut Edi.

                    

Ia melanjutkan, saat ini Provinsi Riau telah memiliki sejumlah 19 PPLP dan 10 PPLM seluruh Provinsi Riau. “ini selalu kita maksimalkan untuk menyaring anak-anak Riau yang berprestasi dan mampu memberikan sejumlah penghargaan demi meningkatkan kualitas olahraga dalam rangka PON di Provinsi Riau.

Ke 4 adalah bagaimana sebuah daerah terutama Provinsi Riau melakuakn berbagai uji coba melalui kejuaraan-kejuaraan daerah yang bertujuan untuk membiasakan atlet dalam memacu kemampuan terbaiknya di sebuah pertanding-pertanding sekaligus dapat menyeleksi atlet terbaik yang dapat dikembangkan secara khusus kedepannya.

“Ya pelatihan secara terpusatlah, terpusat di suatu tempat dengan cabang olahraga tertentu. Memang untuk memperoleh prestasi atau medali sebanyak itu, sebaiknya lebih fokus kepada olahraga perseorangan misalnya panahan, angkat berat, renang, dan lain-lainnya. Kita contoh negara yang sedang berkembang seperti vietnam, laos, kamboja termasuk thailand, mereka fokus ke sana ya. Tetapi bukan berarti kita meninggalkan semangat olahraga beregu. Saya rasa ini adalah hal-hal yang perlu penanganan dan perhatian dai seluruh pihak,” tutupnya.  (***)


R24/ntg 


Bagikan :
#Tagline News : Riau | Berita Riau | Berita Pekanbaru | Berita Kampar | Berita Siak | Berita Inhu | Berita Inhil | Berita Bengkalis | Berita Rohil | Berita Meranti | Berita Dumai | Berita Kuansing | Berita Pelalawan | Berita Rohul | Berita Internasional | Advertising Pekanbaru
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Komentar Anda

Nama :
Komentar :
     
riau24_mmuc9_3424.jpg
Inhil, Riau24.com - Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) berharap agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) dapat lebih proaktif, dalam mencari sumber dana bagi pembangunan pasar terapung yang saat ini kondisinya sudah sangat memprihatinkan, Minggu 10 Desember 2017.
loading...
  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru