riau24 Peran TP PKK Riau dalam Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat
Rabu, 18 Juli 2018

Advertorial Pemerintah Provinsi Riau

Peran TP PKK Riau dalam Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat

1
Peran TP PKK Riau dalam Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat
Peran TP PKK Riau dalam Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat

Pekanbaru, Riau24.com - Keuletan dan kegigihan serta dukungan yang begitu besar yang dipersembahkan Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Riau mampu mencuri perhatian Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman untuk dijadikan mitra kerja dalam rangka meningkatkan ekonomi masyarakat.

Pria yang akrab disapa Andi Rachman ini menilai, PKK yang merupakan organisasi kemasyarakatan yang memberdayakan wanita untuk turut berpartisipasi dalam pembangunan Indonesia, khususnya Riau, telah membantu pemerintah dalam melaksanakan pembangunan dan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program yang dilaksanakan.

Menurutnya, dengan peran yang begitu besar dan semangat positif yang diberikan PKK, dinilai Andi sebagai sebuah kerugian apabila suatu Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) melaksanakan program tanpa dukungan dari PKK.

"Saya tekankan, dinas dan badan akan rugi bila tidak bergandengan dengan PKK dalam melaksanakan program-program kegiatan," kata Andi Rachman kepada awak media beberapa waktu lalu.

Karena sesuai dengan tugasnya yang berfokus kepada masyarakat, akan membantu program-program yang dijalankan oleh dinas dan badan di Provinsi Riau agar tujuan pelaksanaan program tersebut dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.

Sesuai dengan Permendagri Nomor 1 Tahun 2013 tentang Pemberdayaan Masyarakat melalui gerakan TP PKK diatur secara rinci bagaimana Peran dan fungsi TP PKK tersebut. Begitu penting dan strategisnya keberadaan TP PKK, maka Ketua TP PKK Provinsi Riau dan TP PKK Kabupaten dan Kota beserta jajaran pengurus, harus dapat menjalankan 10 Program Pokok PKK.

10 tugas pokok TP PKK yaitu berkewajiban melakukan penghayalan dan pengamalan Pancasila, gotong royong, pangan, sandang, perumahan dan tata laksana rumah tangga, pendidikan dan keterampilan, kesehatan, pengembangan kehidupan berkoperasi, kelestarian lingkungan hidup dan perencanaan sehat.

                      

Berpedoman pada 10 tugas pokok tersebut pula, TP PKK Riau telah menjalankan beberapa program yaitu mulai dari bakti sosial (Baksos) operasi bibir sumbing, operasi gratis katarak, baksos untuk korban bencana, dan pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menegah (UMKM). "Semoga keberadaan PKK bisa membantu program-program sosial kemasyarakatan," kata Andi Rachman.

Sementara itu, Sisilita Arsyadjuliandi Rachman selaku Ketua TP PKK mengatakan Sasaran gebrakan TP-PKK Riau adalah sebagai keluarga unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari suami dan istri, suami istri dan anaknya atau ayah dan anaknya atau ibu dan anaknya.

“Kader PKK harus benar-benar dapat diandalkan sebagai pioner sekaligus menjadi panutan dalam masyarakat. kegiatan yang dimulai dari keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat, apabila keluarga sehat, mandiri dan kuat, maka akan kuat dan mandiri pulalah masyarakat.

Nantinya keluarga yang sehat dan mandiri akan mewujudkan ketahanan keluarga,” jelas Sisilita di perayaan Jambore PKK beberapa waktu lalu.

Keluarga sehat yang dinilai penting untuk menjadikan masyarakat mandiri direalisasikan PKK dalam berbagai kegiatan yang dilaksanakan. Tak lupa, upaya sosialisasi yang dilakukan guna mengenalkan ke masyarakat arti penting kesehatan keluarga yang salah satu polanya menjaga asupan dan status gizi keluarga, juga gencar dilakukan terutama di posyandu berbagai wilayah di Riau.

Menurut Sisilita, Untuk mendapatkan status gizi keluarga yang baik diperlukan pengetahuan, kemampuan dan perilaku gizi yang baik dan benar bagi setiap anggota keluarga. Perilaku gizi yang baik dan benar adalah perilaku untuk mengkonsumsi makanan dalam jumlah yang cukup sesuai kebutuhan, baik macam maupun kualitasnya.

                  
Ket Foto : Aksi sosial yang dilakukan ibu-ibu PKK saat asap melanda kota Pekanbaru

Seorang ibu sebagai pengelola atau penyelenggara makanan dalam keluarga mempunyai peranan yang besar dalam peningkatan status gizi anggota keluarga. Oleh karena itu, semestinya seorang ibu dibekali pengetahuan yang cukup tentang perilaku gizi yang baik dan benar bagi setiap anggota keluarganya serta mampu menyiapkan hidangan sebagai penerapan pesan utama gizi seimbang.

Oleh karena itu Ketua TP-PKK menggagas kegiatan Penciptaan Menu Baru untuk makanan dalam rumah tangga. Kemudian hasil temuan menu tersebut dilombakan oleh TP-PKK Riau yang diikuti oleh kelompok kerja (pokja) TP-PKK Kabupaten/Kota se Riau, kemudian disosialisasikan ke ibu-ibu rumah tangga melalui pameran atau pertunjukan kegiatan TP-PKK.

Selain perlunya asupan gizi bagi anggota keluarga, TP PKK memandang perlunya menjaga lingkungan untuk tetap bersih. Katanya lagi, seorang ibu yang  memiliki peran sangat penting dalam rumah tangga, maka seorang ibu rumah tangga berkewajiban untuk merawat segala macam perabot yang ada di dalamnya terutama untuk masalah kebersihan.

"Semua orang pasti tahu jika salah satu syarat untuk membentuk pola hidup sehat dalam keluarga adalah harus selalu menjaga kebersihan termasuk lingkungan tempat tinggalnya. Selain membuat makanan, tugas lain ibu rumah tangga untuk menjaga kesehatan keluarga adalah memberi pendidikan untuk anak serta pengertian, terutama bagi mereka yang usianya masih di bawah enam tahun agar bisa mengatur pola hidup sehat dalam menjalani kegiatan mereka setiap hari," ujarnya.

Untuk menyukseskan berbagai program kesehatan dari PKK, Sisilita selalu berupaya mengerahkan seluruh potensi yang dimiliki PKK untuk dapat dilibatkan langsung guna meningkatan kesejahteraan, mendukung taraf hidup dan kesehatan keluarga mulai dari upaya menekan angka kematian ibu, angka kematian bayi, peningkatan keluarga sejahtera, kekurangan gizi balita dan lain-lain.

"Harapan kita angka ke depannya adalah, bagaimana angka kematian ibu saat ini bisa ditekan sehingga Riau tidak termasuk provinsi yang memiliki angka kematian ibu yang tinggi di Indonesia. Di sinilah kita harapkan PKK dapat pula memberdayakan semua potensi khususnya di bidang kesehatan tersebut," lanjut Sisilita.

Selain itu, PKK juga semakin gencar mengenalkan ke masyarakat mengenai program KB yang berguna untuk menekan pertumbuhan penduduk dimana kondisi saat ini, pertumbuhan penduduk berjalan lebih cepat dari pertumbuhan ekonomi yang nantinya akan berdampak pada lambatnya pencapaian kesejahteraan yang merata bagi penduduk Riau, sama halnya seperti yang disampaikan Andi Rachman belum lama ini.

"Kalau pertumbuhan penduduk tidak ditekan, akan terjadi peledakan penduduk dan kita pun akan kekurangan lapangan pekerjaan. Terus, bagaimana kita mau mencapai kesejahteraan? Untuk itu, pertumbuhan pendudukan dan ekonomi harus dipantau," ungkap Andi Rachman.

Jika hal itu dibiarkan secara terus-menerus, Andi khawatir kesejahteraan masyarakat Riau akan semakin memburuk seiring dengan menurunnya pendapatan daerah. "Masyarakat harus diberikan pemahaman tentang keluarga berencana (KB). Selain itu, di daerah kita juga banyak imigran, mereka harus disosialisasikan juga," tutur Andi.

      
Ket Foto : Gubri saat tinjau salah satu stand PKK bersama istri, Sisilita Arsyadjuliandi Rachman

Pada program KB sendiri, PKK memberikan beberapa penghargaan kepada kabupaten dan kota yang secara individu maupun kelompok telah ikut membumikan program KB. Dengan antusias dan apresiasi yang diberikan PKK kepada beberapa penerima, diharapkan dapat meningkatkan semangat masyarakat Riau untuk mempelajari lebih jauh mengenai KB dan tertarik untuk mengamalkannya.

Selain beberapa hal yang telaj dijelaskan, menurut Sisilita, PKK juga mempunyai peran dalam menumbuhkembangkan potensi dan peran perempuan dalam meningkatkan pendapatan keluarga, perlindungan dan pendidikan anak. PKK berperan untuk menyampaikan kepada orang tua dan para pendidik di lembaga pendidikan formal maupun non formal untuk menyuguhkan pendidikan dengan penuh kasih sayang. "Kepada anak-anak didik harus diberikan perhatian lebih dan kasih sayang," ujar Sisilita.  (***)

 

 

R24/ntg

 


Bagikan :
#Tagline News : Riau | Berita Riau | Berita Pekanbaru | Berita Kampar | Berita Siak | Berita Inhu | Berita Inhil | Berita Bengkalis | Berita Rohil | Berita Meranti | Berita Dumai | Berita Kuansing | Berita Pelalawan | Berita Rohul | Berita Internasional | Advertising Pekanbaru
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Komentar Anda

S128agen.net
Sabtu, 21 April 2018 21:48 wib
Piala Dunia 2018 Rusia Sudah Semakin Dekat.!! Siapa Jagoan Tim Kalian Di Piala Dunia 2018 Rusia Nanti?? Aku mau kenalin Game Bola Online Piala Dunia. Buat kamu para pecinta sepakbola dimanapun kamu berada. Disitus ini kamu bisa main Game Bola Online Piala Dunia dan juga banyak Game Online menarik lainya, CHAT KAMI DI SINI BOSKU
Nama :
Komentar :
     
riau24_hedns_3784.jpg
Tembilahan, Riau24.com - Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan nonton bareng masyarakat laga final Piala Dunia 2018, Prancis kontra Kroasia di lapangan Kantor Bupati Inhil, Tembilahan, Minggu (15/7/2018) malam.
loading...
  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru