riau24 Herwanissitas : Pembayaran THR di Inhil Tak Temui Kendala
Kamis, 19 Oktober 2017

Advertorial DPRD Indragiri Hilir

Herwanissitas : Pembayaran THR di Inhil Tak Temui Kendala

0
Herwanissitas : Pembayaran THR di Inhil Tak Temui Kendala
Herwanissitas : Pembayaran THR di Inhil Tak Temui Kendala
Inhil, Riau24.comBerdasarkan surat edaran Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia terkait penyerahan Tunjangan Hari Raya (THR), di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), sampai saat ini belum terdapat kendala masalah pembagian THR, sebagaimana yang disampikan oleh Sekretaris Komisi IV DPRD Inhil, Herwanissitas.

Dikatakan legislator Inhil yang akrab disapa Sitas itu, sesuai intruksi Menteri Ketenagakerjaan, Senin 19 Juni 2017 adalah hari terakhir pembagian THR.

“Sampai saat ini tidak ada kendala, tidak ada laporan masalah THR dan kita juga terus pantau, hari senin 19 Juni itu terakhir,” ujar Sitas, Sabtu 17 Juni 2017.

Ditambahkan anggota Fraksi PKB tersebut, jika ada pekerja yang belum menerima THR dari perusahaan tempat ia bekerja hingga akhir batas yang ditentukan, silahkan melapor kepada instansi terkait.

“Jika hingga Senin besok ada pekerja yang belum juga terima THR, silahkan lapor ke Disnaker atau lapor ke kita (DPRD) juga bisa dan bisa juga melapor ke posko peduli lebaran 2017 yang dibentuk oleh Mentri Ketenagakerjaan,” pungkas Sitas.

Ketentuan pembayaran THR telah diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No. 6 tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.

Disebutkan setiap perusahaan yang mempekerjakan pekerja  maka  wajib memberikan THR Keagamaan kepada pekerja  yang telah mempunyai masa kerja satu  bulan secara terus-menerus atau lebih dan kepada pekerja yang mempunyai hubungan kerja dengan pengusaha berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu atau perjanjian kerja waktu tertentu.

Ketentuan besarnya THR berdasarkan peraturan THR Keagamaan tersebut adalah, bagi pekerja  yang bermasa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih maka mendapat THR sebesar satu bulan upah.

Sedangkan masa kerja  kerja satu bulan secara terus-menerus tetapi kurang dari 12 bulan, diberikan  secara proporsional, dengan menghitung jumlah bulan kerja dibagi 12  bulan dikali satu bulan upah.

Adapun bagi pekerja  yang bekerja berdasarkan perjanjian kerja harian lepas, upah satu  bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima dalam 12 bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan jika pekerja memiliki masa kerja 12 bulan atau lebih.

Namun, pekerja/buruh yang memiliki masa kerja dibawah 12 bulan, maka upah satu bulan dihitung berdasar rata-rata upah yang diterima tiap bulan selama masa kerja.

Bagaimana jika perusahaan yang telah menetapkan besaran THR dalam perjanjian kerja,  peraturan perusahaan, atau Perjanjian Kerja Bersama, lebih besar dari nilai THR sesuai Permenaker Nomor 6 Tahun 2016?, yang dipakai sebagai ketentuan adalah peraturan perusahaan atau Perjanjian Kerja bersama perusahaan.   (***)

Adv/DPRD


Loading...

Bagikan :
#Tagline News : Riau | Berita Riau | Berita Pekanbaru | Berita Kampar | Berita Siak | Berita Inhu | Berita Inhil | Berita Bengkalis | Berita Rohil | Berita Meranti | Berita Dumai | Berita Kuansing | Berita Pelalawan | Berita Rohul | Berita Internasional | Advertising Pekanbaru
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
loading...

Komentar Anda

Nama :
Komentar :
     
riau24_utsyv_3212.jpg
Inhil, Riau24.com - Setelah sepekan lebih akhirnya banjir yang melanda Desa Mumpa, Kecamatan Tempuling, perlahan surut, Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan turun kelapangan untuk pastikan kampung pengungsi sudah layak ditempati kembali, Selasa 17 Oktober 2017 siang.
  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru