riau24 Diduga Lahan Air Buluh Diserobot Warga Damasraya
Rabu, 26 Juli 2017

Advertorial Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi

Diduga Lahan Air Buluh Diserobot Warga Damasraya

0
Diduga Lahan Air Buluh Diserobot Warga Damasraya
Diduga Lahan Air Buluh Diserobot Warga Damasraya
Kuansing, Riau24.comPersoalan penyerobotan lahan masyarakat memang sering terjadi saat sekarang ini, baik oleh perusahaan maupun oleh masyarakat yang berada disekitar daerah tersebut, sehingga menjadi polemik ditengah-tengah masyarakat.

Seperti yang terjadi terhadap warga Desa Sungai Buluh Kecamatan Kuantan Mudik Kabupaten Kuantan Singingi yang diserobot oleh warga Kabupaten Damasraya Provinsi Sumatera Barat yang mencapai ratusan hektar.

"Benar telah terjadi penyerobotan lahan warga Desa Air Buluh oleh warga Damasraya, yang mencapai ratusan hektar," ungkap Camat Kuantan Mudik, Jevrian Afriadi ketika dihubungi Riau24.com melalui Whatshap.

Menurutnya, lahan warga Desa Air Buluh yang diserobot oleh warga Kabupaten Damasraya, merupakan lahan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten tersebut. Sehingga sangat merugikan bagi masyarakat desa dan juga Kuantan Singingi, akibatnya ratusan hektar lahan sudah bergeser ke Damasraya.

Khawatir terhadap hal-hal yang tidak diinginkan bakal terjadi, maka Upika segera meluncur ke lokasi perbatasan yang terdiri dari Camat, Kapolsek, Koramil, Kasat Intel, BPN, Kepala Desa Air Buluh serta perwakilan masyarakat, melakukan perundingan dengan masyarakat Damasraya yang dihadiri Kasat Reskrim dan anggota serta perwakilan dari Datuk Hasan yang berasal dari Provinsi Sumbar.

Kepada pihak Datuk Hasan, dijelaskan bahwa areal yang telah diolahnya itu temasuk wilayah Provinsi Riau. Jika dibuka peta dan koordinat yang ada, maka dapat diambil kesimpulan lahan tersebut termasuk di wilayah Kuansing.

"Untuk itu diminta kepada warga Damasraya supaya tidak ada lagi perambahan, dan pengerjaan lahan sawit di areal ini, karena sudah menjadi haknya Propinsi Riau," tegasnya.

Hal ini juga dipertegas oleh perwakilan BPN yang merujuk dari Permendagri No 44 tahun 2013, dimana telah disepakati tapal batas antara Riau dan Sumbar.

Namun pihak dari Datuk Hasan menginginkan adanya pertemuan lebih lanjut, untuk benar-benar menegaskan dimana batas wilayah Provinsi Sumbar dan Riau. Dimana mereka minta ada pertemuan lanjutan antar Pemda.

Dikatakannya, kalau hal itu kewenangan Provinsi dan sebagai camat hanya bisa melaporkan ke pimpinan untuk ditindak lanjuti. Lebih lanjut dikatakannya, Permendagri No. 44 tahun 2013 tersebut akan dipatuhi baik instansi dimanapun berada. Hal ini tentu saja BPN Sumbar pun akan berasumsi sama dengan BPN yang ada di Riau.

"Saya minta sekali lagi, hentikan perambahan ini karena ini masuk wilayah Riau," tegasnya.

Alhamdulillah, dari kesepakatan tersebut, akhirnya pihak sumbar berjanji tidak akan mengerjakan lahan yang sudah ditumbangnya," tukasnya.    (***)




R24/zar/1


Bagikan :
#Tagline News : Riau | Berita Riau | Berita Pekanbaru | Berita Kampar | Berita Siak | Berita Inhu | Berita Inhil | Berita Bengkalis | Berita Rohil | Berita Meranti | Berita Dumai | Berita Kuansing | Berita Pelalawan | Berita Rohul | Berita Internasional | Advertising Pekanbaru
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
loading...

Komentar Anda

Nama :
Komentar :
     
riau24_sednz_3026.jpg
Kuansing, Riau24.com - Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan mengikuti segenap rangkaian prosesi peringatan Hari Lahir (Harlah) Ke - 71 Muslimat Nahdlatul Ulama (Muslimat NU) dan pelantikan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU se - Kabupaten Inhil di Mesjid Yayasan Amal Bhkati Pancasila (YAMP), Tembilahan, Selasa, 25 Juli 2017 pagi.
  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru