riau24 Jembatan Pedamaran, Bukit Keberhasilan Pemerintah Kabupaten Rohil Dalam Bidang Infrastruktur
Sabtu, 25 November 2017

Advertorial Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir

Jembatan Pedamaran, Bukit Keberhasilan Pemerintah Kabupaten Rohil Dalam Bidang Infrastruktur

0
Jembatan Pedamaran, Bukit Keberhasilan Pemerintah Kabupaten Rohil Dalam Bidang Infrastruktur
Jembatan Pedamaran, Bukit Keberhasilan Pemerintah Kabupaten Rohil Dalam Bidang Infrastruktur
Rohil, Riau24.comKondisi geografis Kabupaten Rokan Hilir dipengaruhi oleh keberadaan tujuh belas aliran sungai yang ada di wilayah ini dan sekaligus memiliki potensi bagi pengembangan kegiatan transportasi.

Sungai Rokan merupakan sungai utama di Kabupaten Rokan Hilir, dengan panjang 350 km dan kedalaman 6—8 m, melintasi Kecamatan Bangko, Rimba Melintang, dan Tanah Putih bermuara ke laut lepas di Selat Malaka.

Dilihat dari letak strategis dan kondisi geografis, Kabupaten Rokan Hilir serta kawasan pantai timur Provinsi Riau mulai dari Selatpanjang (Kabupaten Kepulauan Meranti)—Sungai Pakning (Kabupaten Bengkalis)—Kota Dumai—Sinaboi—Bagansiapiapi—Kubu—Panipahan (Kabupaten Rokan Hilir), berpotensi untuk berkembang dengan cepat.

Dalam rangka mengantisipasi tuntutan perkembangan pembangunan dan kebutuhan transportasi di masa mendatang dan pengembangan wilayah Provinsi Riau khususnya Kabupaten Rokan Hilir serta upaya percepatan visi Riau 2020, maka perlu direncanakan pembangunan jembatan yang melintasi hilir Sungai Rokan di daerah Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir yang nantinya menghubungkan Sungai Pakning (Kabupaten Bengkalis)—Kota Dumai—Sinaboi—Bagansiapiapi—Jembatan Pedamaran I—Pulau Pedamaran—Jembatan Pedamaran II—Pekaitan—Kubu—Pasir Limau Kapas hingga Kota Tanjungbalai di Provinsi Sumatera Utara.

Pembangunan jembatan di hilir Sungai Rokan ini diharapkan dapat menjadi bagian dari jaringan prasarana transportasi di wilayah pesisir timur Provinsi Riau, menghambat jalur penyelundupan di Selat Malaka sehingga dapat memberikan daya guna maksimal bagi upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat pada umumnya.

Jembatan Pedamaran adalah nama jembatan yang terletak di Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, Indonesia. Jembatan Pedamaran merupakan jembatan kembar yang terdiri dari Jembatan Pedamaran I dan Jembatan Pedamaran II.


Jembatan Pedamaran membentang di atas Sungai Rokan dari daerah Kecamatan Bangko menjangkau Pulau Pedamaran, Kecamatan Pekaitan. Jembatan ini telah berhasil memutus rentang jarak dan menjadi ikon pembangunan dengan membuka isolasi daerah yang sebelumnya terjadi di kecamatan-kecamatan seperti Pekaitan, Bangko Pusako, Pasir Limau Kapas, dan Kubu.


Pembangunan jembatan ini sudah dikerjakan sejak tahun 2006 hingga 2012 dan diresmikan pada tanggal 20 Juni 2016 oleh Bupati Rokan Hilir, H. Suyatno dan dihadiri langsung oleh Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman.

Jembatan Pedamaran di Rokan Hilir terdiri dari dua bagian, yakni Pedamaran I dengan panjang 1.020 meter dan Pedamaran II, 1.200 meter. Jembatan ini merangkai 3 pulau, Pulau Pedamaran I dan II dengan Kecamatan Pekaitan melalui Bagansiapiapi.

Keberadaan jembatan hasilnya telah terbukti. Dulunya masyarakat Pekaitan hendak ke kota Bagansiapiapi harus melalui jalur laut,dengan adanya jembatan masyrakat pekaitan dan kecamatan lain nya telah bisa menggunakan transportasi darat.

Selain digunakan sebagai jalan penghubung, jembatan kembar itu juga dijadikan salah satu tempat ojek wisata dimana jembatan itu mempunyai daya tarik tersendiri dengan pemandangan yang indah.

Disamping itu, keberadaan jembatan Pedamaran sebuah bukti nyata Pemerintah Kabupaten Rohil telah berhasil memutus rentang jarak dan membuka keterisoliran wilayah selama ini terjadi di kecamatan Pekaitan, Bangko Pusako maupun Pasir Limau Kapas dan Kubu.

Jembatan Pedamaran tidak terlepas dari dukungan konstruksi pengerjaan yang sangat baik sehingga diprediksi memiliki daya tahan puluhan tahun. Sebagai bukti PT Waskita Karya (Persero) Tbk meraih penghargaan medali perak Kateagori Civil Engineering Construction untuk Proyek Jembatan Pedamaran II di Kecamatan Bangko. 

Penghargaan ini dianugerahkan oleh International Federation of Asian and Western Pacific Constructions’ Associations (IFAWPCA) pada acara penutupan Konvensi ke-41 IFAWPCA di Jakarta, beberapa tahun lalu.

Praktis sejak adanya jembatan Pedamaran I dan II membentang di atas sungai Rokan dari daerah Kecamatan Bangko menjangkau Pulau Pedamaran, Desa Pedamaran, Kecamatan Pekaitan. 

Pemerintah daerah akan tetap melaksanakan berbagai program pembangunan bagi daerah lewat program nyata, seperti pembangunan Jembatan Pedamaran.

Tujuan utama adalah tercapainya peningkatan kelancaran lalulintas orang, berpengaruh pada peningkatan transaksi barang dan jasa sehingga mensejahterakan masyarakat.

Jembatan itu dirangkai mampu menghubungkan kecamatan masih terisolir seperti Pekaitan, kecamatan Kubu dan kecamatan lainnya. Jembatan Pedamaran I dan Jembatan Pedamaran II mampu menghubungkan dua sungai. Jika tidak ada jembatan penghubung itu maka kondisi di daerah masih banyak yang akan terisolir.

Kemegahan memang sangat tampak dari bangunan Jembatan Pedamaran, tetapi patut disayangkan memang sempat ada kejadian bagian Jembatan sudah mulai hilang dicuri maling. 

Namun dipastikan bagian Jembatan hilang telah diganti terlebih dahulu oleh SKPD terkait sehingga terlihat cantik dan rapi.

Mengenai penerangan, memang masih menjadi kendala karena daya PLN masih belum mampu dan PLN bisa mencarikan solusi Selain itu tentunya juga penting diteruskan pembangunan jalan lintas pesisir Rohil dari Kualo Kubu hingga Kecamatan Pasir Limau Kapas menuju Labuhan Batu Selatan, Sumut. 

Bupati juga menginginkan agar porsi dana dari APBD Provinsi Riau yang dikucurkan setiap tahunnya itu bisa berlebih. Ia juga mengharapkan kepada Pemprov Riau agar pembangunan jalan lintas Sinaboi-Dumai yang selama ini terhalang HPH segera diselesaikan.

Guna percepatan membuka keterisoliran daerah pesisir pantai, pembangunan jalan pesisir terus dilakukan Pemkab Rokan Hilir.

Tahun anggaran 2016 ini dana yang bersumber dari APBD tingkat I Profinsi Riau direncanakan bakal di kucurkan sebesar Rp100 milyar untuk pembangunan jalan pesisir dari jembatan Pedamaran menuju Pasir Limau Kapas (Palika).

Dana dari provinsi masuk Rp 100 miliar lebih untuk pembangunan jalan dari Pedamaran Rigit menuju Palika. Kenapa pembangunan jalan ini dilaksanakan karena daerah Rokan Hilir terkenal dengan hasil sawit dan Propinsi tertarik untuk membantu membuka wilayah pesisir yang juga berpotensi di tanami sawit.  

Bupati menjelaskan, bila jalan lintas pesisir ini telah dibangun, maka wilayah pesisir akan terbuka dan berbagai potensi di wilayah daratpun akan terbuka. Bukan hanya sawit saja, potensi lainya ssperti palawija dan padi juga akan terbuka.

Selain potensi di wilayah daratan, potensi di bidang perairan juga dipastikan akan terus mengalami peningkatan. Sebab, dengan terbukanya akases jalan ini, maka hasil tangkap ikan akan sangat mudah di bawa keluar tanpa memerlukan tranportasi laut lagi yang barang tentu akan membutuhkan waktu yang sangat lama. 

Sementara itu untuk Taman Budaya Batu Enam yang merupakan pusat perkantoran juga kawasan hijau yang banyak pepohonan. Selain itu masyarakat juga bisa melihat Kantor Bupati 8 lantai nana megah.

Bupati mengajak seluruh masyarakat agar dapat sama-sama menjaga fasilitas jembatan Pedamarn yang menjadi ikon kebanggaan daerah karena saat ini nama jembatan Pedamaran memang begitu terkenal.    (***)




R24/adv

Loading...

Bagikan :
#Tagline News : Riau | Berita Riau | Berita Pekanbaru | Berita Kampar | Berita Siak | Berita Inhu | Berita Inhil | Berita Bengkalis | Berita Rohil | Berita Meranti | Berita Dumai | Berita Kuansing | Berita Pelalawan | Berita Rohul | Berita Internasional | Advertising Pekanbaru
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
loading...

Komentar Anda

Nama :
Komentar :
     
riau24_teu3c_3350.jpg
Kuansing, Riau24.com - Wakil Bupati Kabupaten Kuantan Singingi, H. Halim menghimbau kepada seluruh media massa yang melakukan kegiatan jurnalistik di Kuansing, untuk tidak membuat berita yang bersifat mengadu domba, baik antara Bupati dan Wakil Bupati, Eksekutif (Pemerintah) dan Legislatif (DPRD), maupun antara Bupati -Wabup dengan Pimpinan OPD (Organisasi Pimpinan Daerah).
  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru