riau24 Pembangunan Sumur Bor Atasi Kekeringan Lahan Pertanian
Sabtu, 25 November 2017

Advertorial Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi

Pembangunan Sumur Bor Atasi Kekeringan Lahan Pertanian

0
Kasie Produksi Dinas Pertanian Kuansing, Yunafrizal, SP
Pembangunan Sumur Bor Atasi Kekeringan Lahan Pertanian
Kuansing, Riau24.com - Untuk mengatasi kekeringan yang terjadi di musim kemarau pada musim tanam Tahun 2017/2018, maka Pemkab Kuansing melalui Dinas Pertanian berencana akan membangun irigasi air tanah sebanyak 13 titik di Kuansing.
 
Ke-13 titik tersebut tersebar di lima Kecamatan yakni Kecamatan Benai sebanyak dua titik (Desa Banjar Benai dan Desa Tanjung Simandolak), Kecamatan Sentajo Raya sebanyak dua titik (Desa Pulau Komang dan Desa Pulau Kopling).
 
Kemudian, Kecamatan Kuantan Tengah sebanyak empat titik (Desa Seberang Taluk dua titik dan Desa Seberang Taluk Hilir dua titik). Kecamatan Gunung Toar sebanyak tiga titik (Desa Teberau Panjang, Desa Petapahan dan Desa Toar), dan Kecamatan Kuantan Mudik sebanyak dua titik (Desa Kinali).
 
Adapun tujuan pembangunan irigasi air tanah dalam hamparan areal persawahan adalah untuk menambah ketersediaan air di musim kemarau yang semakin berkurang meskipun dilakukan melalui sistem pompanisasi.
 
" Kalau untuk anggaran kegiatan pengembangan Irigasi Air Tanah Dalam areal persawahan tersebut, bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Pusat sebesar Rp. 2.471.632.800, ungkap Kepala Dinas Pertanian Ir. H. Maisir melalui Kasie Produksi Yunafrizal, SP ketika dihubungi Riau24.Com, di ruangkerjanya, baru-baru ini.
 
Sementara untuk satu titik kegiatan pengembangan irigasi air tanah dalam Dinas Pertanian, dianggarkan sesuai pagu sebesar Rp. 190.125.600, dan berdasarkan hasil perencanaan dalam kontrak sebesar Rp. 188.440.000.
 
Dari hasil pantauan di lapangan, katanya, diketahui bahwa tujuh sumur ternyata berhasil keluar air sendiri tanpa menggunakan pompa, dengan kedalaman sekitar 72 meter yang berada di hamparan persawahan Desa Tanjung Simandolak dan hamparan persawahan Desa Banjar Benai Kecamatan Benai.
 
Kemudian hamparan Desa Pulau Kopung Kecamatan Sentajo Raya dengan kedalaman sekitar 70 meter, hamparan persawahan Desa Seberang Taluk sebanyak dua unit dengan kedalaman sampai 150 meter, dan hamparan persawahan Desa Seberang Taluk Hilir sebanyak dua unit dengan kedalaman 150 meter, ujarnya.
 
"Mengenai pengerjaan pembangunan sumur tersebut tidak sama, kalau untuk hamparan persawahan lima desa merupakan pengerjaan tahap I yang dimulai pada tanggal 10 juli 2017, dan untuk tahap kedua dimulai pada tanggal 9 Agustus 2017 lalu," sebutnya.
 
Namun dalam pantauan Riau24. Com di lapangan, khususnya untuk hamparan areal persawahan Desa Kinali, sangat layak dilakukan pengambilan air yang bersumber dari Air Terjun Sungai Geringging Desa Kasang Kecamatan Kuantan Mudik Kuansing.
 
Hal ini disebabkan, kondisi airnya tidak akan pernah surut atau berkurang, dan tetap mengalir secara terus menerus. Sementara jarak tempuh dari hamparan persawahan Desa Kinali,ke Air Terjun Sungai Geringging hanya sekitar 2 kilometer saja.
 
"Pemkab Kuansing harusnya melakukan survey lokasi, karena sumber air cukup baik dan memiliki prospek sangat baik di masa datang, baik untuk lahan Pertanian. Perkebunan, Pariwisata, Perikanan maupun lainnya," ujar salah satu warga Kuantan Mudik, Molid (50).
 
Untuk apa harus keluarkan biaya ratusan juta, jika hanya dipergunakan hanya sesaat. Alangkah baiknya sumber air berasal dari Air Terjun, yang dipergunakan warga untuk jangka waktu lama," tukasnya.***
 
 
R24/zar/Adv

Loading...

Bagikan :
#Tagline News : Riau | Berita Riau | Berita Pekanbaru | Berita Kampar | Berita Siak | Berita Inhu | Berita Inhil | Berita Bengkalis | Berita Rohil | Berita Meranti | Berita Dumai | Berita Kuansing | Berita Pelalawan | Berita Rohul | Berita Internasional | Advertising Pekanbaru
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
loading...

Komentar Anda

Nama :
Komentar :
     
riau24_teu3c_3350.jpg
Kuansing, Riau24.com - Wakil Bupati Kabupaten Kuantan Singingi, H. Halim menghimbau kepada seluruh media massa yang melakukan kegiatan jurnalistik di Kuansing, untuk tidak membuat berita yang bersifat mengadu domba, baik antara Bupati dan Wakil Bupati, Eksekutif (Pemerintah) dan Legislatif (DPRD), maupun antara Bupati -Wabup dengan Pimpinan OPD (Organisasi Pimpinan Daerah).
  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru