riau24 Fraksi Partai Golkar DPRD Inhil Prihatin, Pemkab Belum Maksimal Selamatkan Kebun Kelapa Masyarakat
Minggu, 27 Mei 2018

Advertorial DPRD Kabupaten Indragiri Hilir

Fraksi Partai Golkar DPRD Inhil Prihatin, Pemkab Belum Maksimal Selamatkan Kebun Kelapa Masyarakat

0
Fraksi Partai Golkar DPRD Inhil Prihatin, Pemkab Belum Maksimal Selamatkan Kebun Kelapa Masyarakat
Fraksi Partai Golkar DPRD Inhil Prihatin, Pemkab Belum Maksimal Selamatkan Kebun Kelapa Masyarakat
Inhil, Riau24.com - Jika dikaitkan dengan slogan Inhil sebagai Hamparan Kelapa Dunia, Fraksi Partai Golongan Karya, DPRD Inhil, Riau mengamati bahwa upaya-upaya penanggulangan kerusakan lingkungan yang mengakibatkan semakin berkurangnya lahan perkebunan kelapa masih belum dilaksanakan secara maksimal. Sehingga terkesan, upaya yang dilakukan belum tepat sasaran.

''Fraksi Golkar prihatin akan kondisi tersebut dan menekankan perlunya studi lebih lanjut secara komprehensif yang melibatkan semua sektor terkait baik seperti akademisi, praktisi maupun dunia usaha sebagai upaya perbaikan lingkungan,'' ujar Juru Bicara Fraksi Partai Golkar DPRD Inhil, Yuliantini saat rapat paripurna, Selasa, 5 September 2017.


Selain kerusakan kebun kelapa, Fraksi Partai Golkar juga menyoroti harga kelapa yang cenderung fluktuatif yang mengakibatkan kondisi ekonomi masyarakat Inhil tidak stabil.

''Pada kondisi tertentu banyak masyarakat mengeluh kepada kami sebagai wakil rakyat untuk mencari solusi akan hal tersebut,'' ujarnya.

Untuk itu, Fraksi Partai Golkar pun meminta penjelasan kepada Bupati tentang upaya-upaya Pemkab dalam menjaga kestabilan harga kelapa selain dengan Sistem Resi Gudang (SRG).

''Selain dengan SRG, apa upaya lain, apakah dengan menjadikan komponen produk turunan kelapa lainnya menjadi dasar penentuan harga dasar kelapa, yang nantinya secara tidak langsung berdampak positif pada kesejahteraan masyarakat perkelapaan khususnya dan masyarakat Inhil umumnya,'' tukas Yuliantini.

Menanggapi hal itu, Bupati Inhil, HM Wardan memalui Sekretaris Daerah Kabupaten (Setdakab) Inhil, Said Syarifuddin menjelaskan bahwa untuk membangkitan kembali komoditas kelapa di inhil sebagai Negeri Hamparan Kelapa Dunia maka di dalam perubahan RPJMD telah disusun program peningkatan penerapan teknologi pertanian/ perkebunan dan program peningkatan produksi pertanian/ perkebunan.

Sedangkan untuk upaya untuk menstabilkan harga kelapa selain dengan SRG adalah pengembangan industri pengolah kelapa melalui pelatihan pengolahan kelapa dan turunan untuk sasaran industri rumah tangga dan  industri kecil.

''Harapan kita bersama, jika industri pengolah kelapa berkembang maka permintaan terhadap bahan baku kelapa juga meningkat yang secara otomatis akan menstabilkan harga kelapa bahkan meningkatkan harga jualnya di tingkat petani kelapa,'' tegas Said Syarifuddin.   (***)




Adv/DPRD

Bagikan :
#Tagline News : Riau | Berita Riau | Berita Pekanbaru | Berita Kampar | Berita Siak | Berita Inhu | Berita Inhil | Berita Bengkalis | Berita Rohil | Berita Meranti | Berita Dumai | Berita Kuansing | Berita Pelalawan | Berita Rohul | Berita Internasional | Advertising Pekanbaru
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Komentar Anda

Nama :
Komentar :
     
riau24_mqn2p_3663.jpg
Inhil, Riau24.com - Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) berkomitmen menahan laju penyebaran berita palsu atau hoax, khususnya di tahun politik, 2018 dan 2019 melalui beberapa upaya.  
loading...
  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru