riau24 Sukardi : Sejak Pindah Pasar Lumpur, Terminal Teluk Kuantan Menjadi Sepi
Selasa, 12 Desember 2017

Advertorial Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi

Sukardi : Sejak Pindah Pasar Lumpur, Terminal Teluk Kuantan Menjadi Sepi

1
Sukardi : Sejak Pindah Pasar Lumpur, Terminal Teluk Kuantan Menjadi Sepi
Sukardi : Sejak Pindah Pasar Lumpur, Terminal Teluk Kuantan Menjadi Sepi
Kuansing, Riau24.comDengan terpisahnya para pedagang dari pasar lumpur ternyata hal tersebut sangat berpengaruh sekali terhadap Terminal Kota Teluk Kuantan.

Padahal Terminal Teluk Kuantan telah menjadi Terminal Type C yang melayani Angkutan Kota dan Angkutan Pedesaan (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP).

Namun, sejak dipindahkannya aktivitas Pasar Lumpur yang merupakan salah satu angkutan penumpang terhadap angkutan, sekarang kondisi di terminal seperti tidak berpenghuni lagi, hal ini dikarenakan sepinya penumpang.

"Dulu terminal Teluk Kuantan ramai, karena adanya aktivitas di pasar lumpur, sekarang sejak dipindahkannya pasar lumpur menjadi sepi," ungkap Plt. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kuantan Singingi, Sukardi, S.Sos ketika dihubungi Riau24.com diruang kerjanya.

Menurutnya, dengan kondisi hal tersebut, tentu saja sangat berpengaruh terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Sampai ahir Oktober 2017 ini, realisasi PAD baru tercapai sebesar Rp. 49.284.000.-, dari yang  ditargetkan sebesar Rp.200.000,-," paparnya.

Untuk target terminal Teluk Kuantan sebesar Rp. 200 juta, katanya, sudah dapat dipastikan tidak akan dapat tercapai.

Padahal yang diterima dari sektor Retribusi Terminal, antara lain berasal dari : Kendaraan keluar/ masuk, Sewa kios penunjang terminal (telah ditinggal penyewa), Sewa rumah makan dan WC umum.

"Oleh karena itu, untuk masa mendatang yang harus dilakukan untuk memulihkan kondisi terminal Teluk Kuantan, seperti tahun lalu yang masih dapat mengejar target PAD 100 persen, adalah dengan memfungsikan terminal barang / lapangan parkir ex pasar lumpur bagi kegiatan bongkar/ muat," ujarnya.

Salah satu caranya adalah dengan merobah kebijakan dengan membuat Perda atau Perbup, bagi kendaraan yang melakukan bongkar/muat, dengan tidak lagi diperbolehkan lagi masuk dalam kota Teluk Kuantan, akan tetapi harus di terminal barang/lapangan parkir tersebut," tambahnya.

Selanjutnya, adanya rencana pembangunan terminal barang, yang nantinys tentu ada fasilitas gudang, semenisasi lapangan bongkar muat, tempat istirahat supir, MCK sebagainya. Untuk melaksanakan pembangunan tersebut, maka harus dilakukan kegiatan DED nya pada tahun depan," Sebutnya.

Ketika ditanya tentang kendaraan Akap yang masuk ke terminal, disebutkannya, tidak wajib masuk dikarenakan terminal Teluk Kuantan merupakan Tipe C.

"Kalau kenderaan AKDP, sekarang yang masuk rata rata 12 Perhari, sedang kenderaan pedesaan kita hanya 2 buah bus Damri," jelasnya.

Berikut Data Realisasi PAD Dinas Perhubungan Kuansing yaitu : 

1. Pajak Parkir ditargetkan sebesar Rp. 75 juta, terealisasi sebesar Rp. 46.200.000.-

2. Retribusi Pelayanan Parkir Tepi Jalan Umum ditargetkan sebesar Rp. 150 juta, terealisasi sebesar
    Rp. 71.100.000,-,

3. Retribusi Pengujian Kenderaan Bermotor ditargetkan sebesar Rp. 700 juta, terealisasi sebesar
    Rp. 374.334.000.-

4. Retribusi Terminal ditargetkan sebesar Rp. 200 juta, terealisasi sebesar Rp. 49.284.000.   (***)





R24/zar

 
 
 

Bagikan :
#Tagline News : Riau | Berita Riau | Berita Pekanbaru | Berita Kampar | Berita Siak | Berita Inhu | Berita Inhil | Berita Bengkalis | Berita Rohil | Berita Meranti | Berita Dumai | Berita Kuansing | Berita Pelalawan | Berita Rohul | Berita Internasional | Advertising Pekanbaru
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Komentar Anda

Nama :
Komentar :
     
riau24_mmuc9_3424.jpg
Inhil, Riau24.com - Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) berharap agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) dapat lebih proaktif, dalam mencari sumber dana bagi pembangunan pasar terapung yang saat ini kondisinya sudah sangat memprihatinkan, Minggu 10 Desember 2017.
loading...
  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru