riau24 Bupati Yopi: Tak Ada Kata Menyerah Membangun Inhu
Senin, 25 Juni 2018

Advertorial Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu

Bupati Yopi: Tak Ada Kata Menyerah Membangun Inhu

1
Bupati Yopi: Tak Ada Kata Menyerah Membangun Inhu
Bupati Yopi: Tak Ada Kata Menyerah Membangun Inhu
Pekanbaru, Riau24.com - Keseriusan Bupati Indragiri Hulu (Inhu), H. Yopi Arianto SE untuk membangun infrastruktur di Kabupaten Inhu bisa dilihat nyata. Tidak hanya soal pembangunan jalan dan jembatan, perhatian Bupati Yopi juga tidak terlepas dari pembangunan fasilitas air bersih untuk semua warga Inhu.

Perhatiannya itu juga diwujudkan secara merata mulai dari perkotaan hingga ke pedesaan. Tujuannya semua warga Inhu harus mendapatkan air bersih. Keberhasilan pembangunan tersebut juga tidak terlepas dari inovasi-inovasi yang dihasilkan oleh Pemkab Inhu.


Di Kabupaten Inhu, perbaikan sarana penyaluran air bersih tersebut dilaksanakan oleh Bidang Cipta Karya di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Inhu. Salah satu program unggulan bidang Cipta Karya adalah seratus persen air bersih.

 




Bupati Yopi menjelaskan untuk di perkotaan pembangunan difokuskan kepada pembangunan pipa distribusi dan sambungan rumah. Sementara itu untuk pelayanan air bersih di pedesaan Pemkab Inhu melakukan terobosan dengan sharing dengan APBN dalam program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas).

"Kita membangunkan sambungan ke rumah-rumah dari fasilitas Pamsimas sehingga semua masyarakat mudah mendapatkan fasilitas air bersih," kata Bupati Yopi. 

Program ini merupakan terobosan baru pada tahun 2017. Untuk pembangunan Pamsimas diketahui terdapat 22 desa di Inhu yang sudah bisa merasakan manfaatnya. Ke depan pembangunan fasilitas ini akan terus ditingkatkan.




Program pembangunan infrastruktur pelayanan air bersih itu merupakan salah satu program Nawacita Presiden Joko Widodo. Oleh karena itu dengan berjalannya program tersebut bisa meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terkhusnya warga Inhu. Tidak hanya tahun 2017 saja, namun sejumlah program lain untuk menunjang kualitas air bersih dan sanitasi yang baik bagi masyarakat Inhu itu sudah dilakukan semenjak tahun 2016 lalu. Seperti diketahui tahun 2016 lalu, Dinas PU sudah menjalankan program MCK plus.

Selain itu yang juga menjadi perhatian Bupati Inhu adalah soal pembangunan jalan dan jembatan di Kabupaten Inhu. Demi pengembangan pembangunan jalan di Inhu, Pemkab Inhu melakukan pendekatan dengan pihak Pemerintah Pusat. Hasilnya pada awal tahun 2017 ini, Kabupaten Inhu mendapat kucuran dana sebesar Rp 42 Miliar dari Pemerintah Pusat yang termasuk dalam  Dana Alokasi Khusus (DAK).

Pada pelaksanaanya anggaran tersebut dibagi-bagi sesuai dengan kebutuhan pembangunan di sejumlah daerah. Untuk rinciannya, aggaran tersebut diperuntukkan untuk pembangunan jalan senilai Rp 31 Milyar lebih, Sumber Daya Alam (SDA) senilai Rp 5 Milyar lebih dan Cipta Karya senilai Rp 5 Milyar lebih.



Menururtnya, untuk pembangunan jalan aspal dalam wilayah Kabupaten Inhu yang bersumber dari DAK diantaranya di Simpang Empat Belilas – Bukit Meranti Kecamatan Seberida sepanjang 2,7 KM dengan anggaran Rp Rp 9,5 Milyar.

Kemudian pembangunan jalan di Desa Bandar Padang, Kecamatan Seberida sepanjang 2,7 KM dengan anggaran Rp 9,5 Milyar dan pembangunan jalan di Desa Petonggan sepanjang 2 KM 7,3 Milyar.


Tidak hanya itu, pembangunan jalan juga dilaksanakan dengan APBD Kabupaten Inhu tahun 2017  diantaranya, di Desa Lubuk Sitarak – Desa Kuantan Tenang Rakit Kulim sepanjang 1 KM dengan anggaran Rp 2,7 Milyar.

Selanjutnya dalam Kota Rengat sepanjang 1,6 KM dengan anggaran 2,1 Milyar. Kemudian peningkatan Jalan Simpang Kulim Jaya di Kecamatan Lubuk Batu Jaya sepanjang 2 KM dengan anggaran Rp 3,8 Milyar “Pembangunan jalan Desa Plangko Pasir Beringin sepanjang 2 KM dengan anggaran Rp 3,5 Milyar juga bersumber dari APBD Inhu 2017,” ungkapnya.


Sedangkan untuk pembangunan pemeliharaan jalan Petar Silunak Kecamatan Batang Peranap sepanjang 1,5 KM dengan anggaran 1,8 Milyar dan dalam Kota Pematang Reba sepanjang 3,8 KM dengan anggaran Rp 1,8 Milyar. Untuk di Desa Talang Jerinjing – Sekip Hilir menghabiskan anggaran sebanyak Rp 1,2 Milyar dengan panjang pemeliharan 3 KM.

Peningkatan jalan di Sungai Lala – Lubuk Batu Tinggal sepanjang 20 KM dengan anggaran Rp 2,3 Milyar dan Bukit Selasi – Simpang Empat Belilas sepanjang 7 KM dengan anggaran Rp 1,1 Miliyar. Selanjutnya juga ada peningkatan jalan di Semelinang Darat – Kota Medan sepanjang 15 KM dengan anggaran Rp1,2 Milyar.

“Selain itu juga ada dua jembatan di Kecamatan Batang Peranap dengan anggaran sekitar Rp 11,6 Milyar dan sarana air bersih di delapan kecamatan dengan anggaran Rp 9,5 Milyar lebih,” terangnya.


Sementara itu, sebelumnya persoalan bencana banjir di Kabupaten Inhu sempat menjadi perhatian. Akibat banjir tersebut sempat mengganggu aktifitas masyarakat umum. Hal ini dikarenakan sejumlah fasilitas pendidikan dan perkantoran terendam air. Untuk sejumlah wilayah, banjir tidak pernah terjadi sebelumnya, seperti di Kelurahan Pematang Rebah, Kecamaay Rengat Kabupaten Inhu. Oleh karena itu melihat kondisi tersebut, Pemkab Inhu dengan serius melakukan pembenahan terhadap sejumlah saluran air yang ada. 

Beberapa pekerjaan yang berhasil dilakukan untuk pembenahan saluran air tersebut antara lain, pembangunan talud Sungai Durian di Kecamatan Rengat Barat dengan konstruksi beton. Kemudian pembangunan talud SK 1 dan SK 2 di Jalan Dwikora, Kecamatan Rengat dengan menggunakan konstruksi beton. Selain di dua kecamatan, itu pembangunan dan pembenahan saluran air juga dirasakan oleh sejumlah masyarakat di daerah lainnya

.




Diantaranya peningkatan tanggul pengaman banjir Dusun Pulau Payung, Desa Danau Baru, Kecamatan Rengat Barat, Inhu. Kemudian Dinas PUPR Inhu juga melakukan normalisasi Sungai Kasai yang berada di belakang Pasar Kelayang, rehabilitasi saluran sekunder Dusun Buntut Pulau, Desa Tambak, kemudian rehabilitasi drainase utama cenaku, rehabilitasi saluran sekunder Desa Rawa Asri, Kecamatan Kuala Cenaku. Itulah sejumlah kegiatan perairan yang kini bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Inhu.



Yopi Kunjung Desa Lihat Hasil Pembangunan


Untuk bidang infrastruktur, Pemkab Inhu memprioritaskan membangun dan melakukan perbaikan terhadap jalan dan jembatan desa, terutama yang menjadi akses produksi dan perekonomian masyarakat. Pembangunan bidang infrastruktur sejalan dengan pembangunan pedesaan yang menitikberatkan pada perluasan akses masyarakat desa, kemandirian dan peningkatan partisipasi masyarakat desa. Bahkan hingga tahun 2017, panjang jalan di Kabupaten Inhu dengan kondisi baik terus mengalami peningkatan, dan sebaliknya panjang jalan yang rusak terus berkurang.

Hal ini tidak terlepas dari ketegasan Yopi Arianto sebagai orang nomor satu di Inhu untuk terus melakukan pemantauan terhadap hasil pembangunan yang dilakukan. Selain itu dengan bertemu masyarakat Bupati Yopi bisa mendengar langsung aspirasi dari masyarakat.  

“Saya berupaya untuk datang langsung ke seluruh desa di wilayah Inhu, termasuk desa-desa yang jauh dan terpencil. Langkah ini saya lakukan agar dapat menampung aspirasi dan keinginan masyarakat secara langsung, sekaligus melihat kondisi infrastrukturnya,” ungkap Bupati.

Untuk memacu percepatan pembangunan di Kabupaten Inhu, tentunya dibutuhkan pembiayaan yang cukup besar. Sebab pembangunan infrastruktur yang dilakuka terdiri  dari sejumlah  sarana dan prasarana infrastruktur  penunjang, seperti jalan dan jembatan. Keberadaan jalan dan jembatan akan memperlancar transportasi masyarakat yang dengan sendirinya akan menggeliatkan ekonomi masyarakat. Sektor infrastruktur ini menjadi perhatian serius Bupati Inhu yang energik ini.

Sejak melalui APBD Perubahan 2012  saat itu Dinas PU Inhu mengalokasikan sedikitnya  dana Rp 20 Miliar untuk pembangunan jalan dan jembatan dalam  upaya meningkatkan perekonomian masyarakat, dan dana untuk infrastruktur  ini terus meningkat.




Plt Kadis PU, Ir Yelfidar mengatakan sejak melalui APBD murni 2012 lalu, Dinas PU dan Kimpraswil mendapatkan anggaran sebesar Rp 161 Miliar, terdiri dari Rp120 miliar lebih untuk pembangunan jalan, jembatan dan semenisasi, drainase, pengairan serta perbaikan perkantoran. Proyek pembangunan jalan dan jembatan ini merupakan wujud nyata untuk kepentingan masyarakat yang selama ini sangat membutuhkan terbukanya isolasi daerah dan lancarnya sarana transportasi.

Selain melalui APBD Inhu, lobi ke Pemerintah Propinsi Riau juga bagian dari upaya Bupati Inhu Yopi arianto agar Pemprov mengalokasikan dana bahkan pada tahun 2012 Pemprov Riau mengalokasikan hingga Rp85 Miliar yang diperuntukan untuk perbaikan infrastruktur. Dengan adanya dana bantuan pemerintah propinsi Riau dan kabupaten Indragiri Hulu Proses percepatan pembangunan dapat terealisasi, sesuai dengan tupoksinya masing masing diharapkan kedepan Indragiri Hulu akan menjadi maju sebagaimana jadi harapan masyarakat .

Sebelumnya Bupati Indragiri Hulu, Yopi Arianto mengatakan Pemkab Indragiri Hulu tidak pernah bosan melobi dan meyakinkan Pemerintah Propinsi Riau untuk terus mengalokasikan APBD ke daerah. Proyek yang dikerjakan menyebar di semua kecamatan kabupaten Indragiri Hulu secara merata untuk meningkatankan fasilitas infrastruktur daerah, sehingga semua masyarakat dapat menikmatinya. 


Sukses Membangun Inhu, Bupati Yopi Menuai Pujian

Berbagai pujian atas kesuksesan Bupati Yopi disampaikan oleh banyak pihak, salah satunya  disampaikan oleh pihak legeslativ yakni Ketua DPRD Inhu Miswanto.

Menurutnya walaupaun saat ini ada Keterbatasan Anggaran namun pembangunan infrastruktur seperti jalan tetap berjalan. Hal ini tentunya tidak terlepas dari perjuangan panjang Bupati Inhu H Yopi Arianto.

Perjuangan yang dilakukan Bupati mulai dari menjemput aspirasi sampai dengan melobi anggaran patut diapresiasi. Touring yang dilaksanakan Bupati dengan menggunakan sepeda motor trail selama ini sekit demi sedikit membauhkan hasil.
Meskipun dengan melalui perjalanan yang sulit serta berlumpur tetapi tidak melemahkan dan menggoyahkan semangat Bupati untuk terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Apabila jalan diberbagai daerah terpelosok dapat dibangun maka secara otomatis berbagai potensi yang ada di desa dapat dikemabangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


“Dalam setiap Musrenbang  yang paling banyak diusulkan masyarakat adalah pembangunan jalan. Apabila dilihat dari usulan yang masuk maka apabila dijumlahkan anggarannya satu tahun anggaran usulan masyarakat bisa menelan anggaran untuk lima tahun,” ungkap Miswanto.   (***)






R24/adv 

Bagikan :
#Tagline News : Riau | Berita Riau | Berita Pekanbaru | Berita Kampar | Berita Siak | Berita Inhu | Berita Inhil | Berita Bengkalis | Berita Rohil | Berita Meranti | Berita Dumai | Berita Kuansing | Berita Pelalawan | Berita Rohul | Berita Internasional | Advertising Pekanbaru
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Komentar Anda

NanaS128
Selasa, 20 Maret 2018 11:44 wib
S128Agen.Com Join Sekarang Juga Dapatkan BONUS NEW MEMBER 10% BONUS SETIAP HARI 10% BONUS CASHBACK S/D 10% BONUS CASHBACK TANGKAS TERBESAR 10% BONUS REFERAL 7% Menang Berapapun Langsung Di BAYAR!! Support Semua Bank Indonesia Info Lebih Lanjut Hubungi Contact Kami : BBM : D8B84EE1 / BBM : AGENS128 Line id : agens1288 WhatsApp : 087789221725
Nama :
Komentar :
     
riau24_h5arn_3681.jpg
Inhil, Riau24.com - Istri Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Indragiri Hilir (Inhil) Zuhenni Sri Dewiani Rudyanto bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Inhil menyerahkan bantuan kepada korban musibah kebakaran di Jalan Tanjung Harapan, Jumat (8/6) sore.
loading...
  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru