riau24 Dipimpin Bupati Yopi, Bidang Kesehatan di Inhu Maju Secara Signifikan
Rabu, 24 Januari 2018

Advertorial Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu

Dipimpin Bupati Yopi, Bidang Kesehatan di Inhu Maju Secara Signifikan

2
Dipimpin Bupati Yopi, Bidang Kesehatan di Inhu Maju Secara Signifikan
Dipimpin Bupati Yopi, Bidang Kesehatan di Inhu Maju Secara Signifikan
Inhu, Riau24.com - Hampir delapan tahun Bupati Indragiri Hulu (Inhu) H Yopi Arianto SE memimpin Kabupaten Inhu. Dalam kurun waktu tersebut, sejumlah keberhasilan telah dicapai dan dirasakan dampaknya secara langsung oleh masyarakat.


Bupati H. Yopi Arianto SE mengaku puas dengan pencapaian yang sudah diraih Pemkab Inhu saat ini. Meskipun ia mengakui, masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan dan butuh kerja keras semua pihak.


Prioritas pembangunan yang dicanangkan Pemkab Inhu di bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur, pertanian, sosial, keagamaan hingga kelistrikan telah menunjukkan perkembangan yang signifikan. Bahkan beberapa persoalan yang dulunya lemah saat ini sudah terlihat perubahan serta hasilnya. 


Untuk bidang kesehatan, Pemkab Inhu terus berupaya untuk memberikan yang terbaik untuk masyarakat Kabupaten Inhu. Tindakan nyata yang dilakukan Pemkab Inhu diantaranya telah membangun dan melengkapi sejumlah fasilitas kesehatan mulai dari renovasi dan peningkatan pelayanan di RSUD Indrasari Rengat, pembangunan Puskesmas rawat inap serta pembangunan Pustu di seluruh desa di wilayah Kabupaten Inhu. 


Hingga tahun 2017, Kabupaten Inhu telah memiliki 20 Puskesmas yang tersebar di 14 Kecamatan yang ada di Inhu. Bahkan kedepannya, Pemkab Inhu telah merencanakan untuk menciptakan rumah sakit mini di beberapa puskesmas agar pelayanan kesehatan terhadap masyarakat semakin meningkat. 


Tidak hanya itu, untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu, Pemkab Inhu sejak tahun 2015 hingga 2017 ini mengintegrasikan peserta Jaminan Kesehatan Masyarakat Daerah (Jamkesda) menjadi peserta BPJS Kesehatan. Hingga 2017 tercatat sebanyak 61.276 jiwa.





Melalui program ini, masyarakat secara umum Inhu bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal dan masyarakat Inhu bisa merasakan manfaat perlindungan dan pelayanan kesehatan. Dengan program tersebut juga, masyarakat kurang mampu tidak lagi memikirkan persoalan biaya ketika berobat ke rumah sakit. Diharapkan berbagai program dibidang kesehatan, mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. 

Selanjutnya, bersama pihak swasta, Pemkab Inhu juga berupaya menyediakan mobil ambulance di setiap Puskesmas melalui program coorporate social responsibility (CSR). Hingga tahun 2017, lebih dari 40 mobil ambulance sudah diterima Pemkab Inhu dari pihak swasta dan sudah dimanfaatkan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. 

“Ini tidak pernah dilakukan sebelumnya dan kita berharap kedepan peran swasta dalam upaya mewujudkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat lebih di tingkatkan,” ujar Bupati Inhu H. Yopi Arianto SE.

Selain sejumlah program-program tersebut, Pemkab Inhu melalui Dinkes Inhu juga berhasil mengukir prestasi baik di tingkat Provinsi bahkan Nasional. Baru-baru ini Pemkab Inhu melalui Dinkes Inhu baru meraih prestasi yang membanggakan, untuk tingkat Provinsi sendiri, Dinkes Inhu meraih juara satu tingkat Provinsi lomba tanaman obat keluarga (TOGA). Bahkan Dinkes Inhu meraih penghargaan serupa di tingkat Nasional pada tahun 2016 lalu. Untuk tahun 2017 ini, Dinkes Inhu tidak diikutkan ke tingkat Nasional.


Akreditasi Sejumlah Puskesmas di Inhu

SESUAI dengan visi Kabupaten Indragiri Hulu, "Menuju Indragiri Hulu Lebih Sejahtera 2021." bidang kesehatan menjadi salah satu perhatian pemerintah pusat di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo melalui visi misi "Indonesia Sehat 2020". Oleh karena itu mengikuti visi tersebut, sejumlah kebijakan Pemerintahan Bupati Yopi periode kedua ini menegaskan peningkatan pelayanan kesehatan baik dari segi program maupun fasilitas kesehatan. Salah satu yang paling gencar dilakukan saat ini adalah mendapatkan akreditasi Puskesmas. 

Berdasarkan data, dari 20 Puskesmas yang ada di 14 kecamatan di Kabupaten Inhu, delapan Puskesmas sudah terakreditasi. Delapan Puskesmas yang sudah terakreditasi itu, antara lain Puskesmas Pangkalan Kasai di Kecamatan Seberida, Puskesmas Sungai Lala di Kecamatan Sungai Lala, Puskesmas Kuala Cenaku di Kecamatan Kuala Cenaku, Puskesmas Sipayung di Kecamatan Rengat, Puskesmas Batang Gansal di Kecamatan Batang Gansal, Puskesmas  Pekanheran di Kecamatan Rengat Barat, Puskesmas Peranap di Kecamatan Peranap, dan Puskesmas Air Molek di Kecamatan Pasir Penyu. 






Sementara sesuai dengan program pemerintah pusat untuk menuju Indonesia Sehat 2020 minimal satu kecamatan satu Puskesmas yang terakreditasi. Maka berdasarkan data yang ada, saat ini sudah ada delapan Puskesmas di delapan Kecamatan yang sudah terakreditasi. Inhu butuh enam Puskesmas lagi di enam kecamatan yang perlu terakreditasi. Di tahun 2018 mendatang, Pemkab Inhu mengajukan enam Puskesmas lagi yang akan diakreditasi, antara lain Puskesmas Lirik di Kecamatan Lirik, Puskesmas Batang Peranap di Kecamatan Batang Peranap, Puskesmas Kilan di Kecamatan Batang Cenaku, Puskesmas Sungai Parit di Kecamatan Sungai Lala, Puskesmas Rakit Kulim di Kecamatan Rakit Kulim, Puskesmas Kulim Jaya di Kecamatan Lubuk Batu Jaya. 

Bupati Inhu, H. Yopi Arianto SE menyebutkan, akreditasi Puskesmas ini adalah untuk mendapatkan pengakuan dari lembaga independen terhadap mutu pelayanan kesehatan.

Adapun sertifikat akreditas tersebut dikeluarkan langsung oleh lembaga dari Kementerian Kesehatan yang disebut Komisi Akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Kementrian Kesehatan RI. Namun menuju ke sana, terdapat sejumlah proses dan tahapan yang dilakukan diantara mulai dengan survey, penilaian dan juga pendampingan. Oleh karena itu, untuk pendampingan tersebut Pemkab Inhu melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Inhu membentuk tiga tim.

Pada prosesnya, setelah survey dilakukan tim penguji akan memberikan masukan-masukan terhadap Dinkes Inhu. Selanjutnya Dinkes Inhu yang akan mendampingi masing-masing Puskesmas untuk melaksanakan masukan-masukan dari tim akreditasi tersebut. Melalui akreditasi tersebut, Puskesmas juga dituntut untuk meningkatkan mutu serta kinerja Puskesmas. Kinerja yang dimaksud bukan hanya segi pelayanan, namun juga termasuk pada perbaikan sistem administrasi dan manajemen Puskesmas. Sementara terkait fasilitas kesehatan yang ada di Puskesmas saat ini sudah tercukupi dengan baik. Bahkan diketahui saat ini Puskesmas di Inhu sudah memiliki ambulan masing-masing. 

Terkait proses akreditasi tersebut, Dinkes Inhu juga melakukan pengawasan terhadap masing-masing Puskesmas. Oleh karena itu, setiap enam bulan sekali setiap Puskesmas Inhu harus memberikan laporan kepada tim pengawasan dan pendampingan dari Dinkes Inhu. Melalui laporan tersebut tim dari Dinkes Inhu melakukan kajian serta penilaian terhadap proses pembenahan yang dilakukan setiap Puskesmas tersebut. Hal ini juga sesuai dengan pola kerja yang diterapkan kepada masing-masing Puskesmas, yakni Plan Do and Action. Sementara itu, untuk penilaian akreditasi sendiri dilakukan selama tiga tahun sekali. 


RSUD Indrasari Maju Pesat

Selanjutnya, dibawah Kepemimpinan Bupati Yopi Arianto, RSUD Indrasari  yang merupakan rumah sakit milik Pemkab Inhu mengalami perkembangan yang sangat pesat.

Hal ini tentunya terlihat dengan semakin bertambahnya sarana dan prasarana yang terus ditingkatkan setiap tahunnya. Seperti telah tersedianya alat City Scan dan USG 4 Dimensi di ruang Radiologi. Bahkan peningkatan pelayanan RSUD Indrasari Inhu telah diakui oleh Comite Akreditasi Rumah Sakit (CARS) yang menetapkan RSUD Indrasari Inhu, sebagai Rumah Sakit terakreditasi Perdana.

"Kedepan dengan pengelolaan pelayanan yang terus ditingkatkan, RSUD Indrasari Inhu yang telah memperoleh Akreditasi RS Perdana dari CARS Jakarta. Akan terus berupaya meraih akreditasi Madya bahkan Paripurna," ujar Humas RSUD Indrasari Inhu dr.Ibrahim Irsan Nasution Sp THT. 

Komitmen peningkatan pelayanan dan peningkatan akreditasi RSUD Indrasari Inhu yang setiap tahunya melayani ribuan pasien didukung 20 dokter spesialis dari 11 bidang spesialis yang tersedia. Bahkan pada tahun 2017 RSUD Indrasari Inhu menambah 1 dokter spesialis bedah, 1 spesialis radiologi, 1 spesialis forensik dan 1 spesialis paru.

Selain dukungan tenaga medis, tenaga administrasi dan dokter spesialis RSUD Indrasari Inhu juga didukung peralatan medis yang mumpuni dan modern seperti alat cuci darah atau Hemodialisa sebanyak 4 unit serta sarana pendukung lainya seperti tersedianya 7 ruang perawatan yang terdiri dari, ruang ICU, ruang bedah, penyakit dalam, anak, kebidanan dan VIP serta Perinatologi. 

"Sarana dan prasara yang ada di RSUD Indrasari Inhu akan terus ditingkatkan, seperti ruang poli umum yang saat ini sudah menempati gedung utama berlantai dua untuk 10 poliklinik yang siap melayani pasien. Begitu juga untuk pelayanan rawat inap, dari 120 Bed yang ada saat ini akan ditingkatkan menjadi 145 hingga 150 Bed," tegasnya.

 




Ketersediaan sarana dan prasarana yang terus meningkat setiap tahunya ini tidak serta merta membuat management RSUD Indrasari Inhu berpuas diri, terutama dalam melayani pasien kurang mampu. Untuk memberikan pelayanan yang optimal bagi masyarakat terutama pasien kurang mampu, RSUD Indrasari Inhu menggandeng BPJS Kesehatan sebagai mitra dalam melayani masyarakat. Dimana dalam kerjasama yang telah terjalin cukup baik tersebut, RSUD Indrasari Inhu setiap bulanya menggelontorkan dana sebesar Rp 2,2 miliar untuk membayar klaim BPJS Kesehatan. 

Inovasi peningkatan pelayanan juga dilakukan RSUD Indrasari Inhu bagi pasien rawat jalan, dengan menyediakan sarana pendaftaran melalui SMS. Sarana pendukung yang inovatif bagi pelayanan pasien rawat jalan ini dilakukan untuk mempermudah dan mempercepat pendaftaran bagi pasien rawat jalan. 

Peningkatan sarana pendukung juga dilakukan terhadap area parkir kendaraaan bermotor, dengan menyediakan area parkir yang dikelola dengan lebih baik. Bahkan untuk tahun 2018 RSUD Indrasari Inhu akan melakukan pemurnian air yang siap konsumsi dengan mengoperasikan peralatan Revers Opmosis (RO) yang saat ini telah tersedia. Sistim pemurnian air dengan peralatan RO ini akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan air mineral bagi RSUD Indrasari Inhu, bahkan bila memungkinkan kedepanya akan memproduksi air mineral kemasan untuk dipasarkan. 

"Untuk tahun 2018 RSUD Indrasari Inhu akan menambah lagi alat cuci darah sebanyak 4 unit, selain itu bila memungkinkan penambahan juga akan dilakukan untuk gedung utama, UGD dan radiologi serta laboratorium. Penambahan sarana dan prasaran ini disesuaikan dengan perkembangan dan kebutuhan dalam melayani pasien yang setiap tahunya terus meningkat," jelas Humas RSUD Indrasari Inhu dr.Ibrahim Irsan Nasution Sp THT.

Selanjutnya, bagi pasien yang melahirkan di RSUD Indrasari akan diberi akta kelahiran gratis, sebab pihak RSUD telah bekerjasama dengan Disdukcapil Inhu terkait program ini.     (***)






R24/adv 


Bagikan :
#Tagline News : Riau | Berita Riau | Berita Pekanbaru | Berita Kampar | Berita Siak | Berita Inhu | Berita Inhil | Berita Bengkalis | Berita Rohil | Berita Meranti | Berita Dumai | Berita Kuansing | Berita Pelalawan | Berita Rohul | Berita Internasional | Advertising Pekanbaru
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Komentar Anda

Misery
Kamis, 21 Desember 2017 16:46 wib
Bonus 7x Win Berturut-turut ( Sabung Ayam ) Bonus Freebet Sampai Dengan Rp.100.000,- Bonus Deposit Hingga Rp.5.000.000,- Bonus Member Baru 10 % Bonus Deposit Harian 5 % Bonus Refferal 5 + 2 % Seumur Hidup Bonus Cashback Up to 10 % Setiap Minggu nya >> Memberikan Bukti Bukan Janji Tunggu Apalagi Boss Ayo Segera bergabung Dengan Kami !!! Info Lebih Lanjut Bisa Hub kami Di : BBM : 7B3130BF whatsapp : +6281326993756 wechat : ID303 line : cs.ID303
ID303
Kamis, 21 Desember 2017 13:19 wib
Menyambut Natal dan Tahun Baru !!! Ada promo freebet hingga 100.000 untuk semua member baru dan member lama ID303 Banyak penawaran promo lainnya.. Silahkan add pin bbm kami : 7B3130BF ya Bos.. Salam dari kami id303 Kunjungi SABUNG AYAM kami di www(titik)ID303(titik)com Penawaran promo terbaik hanya di id303, bonus freechips tahun baru silahkan diklaim di 7B3130BF :) #ID303 #AgenTerbaik
Nama :
Komentar :
     
riau24_ewy7f_3485.jpg
Inhil, Riau24.com - Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan dengan tegas melarang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Inhil ikut - ikutan dalam berjalannya proses politik praktis menjelang Pilkada Serentak pada bulan Juni mendatang.
loading...
  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru