riau24 Menyusul Terjadinya Longsor, BPBD Inhil Imbau Warga Jalan Gerilya, Parit 6 Mengungsi
Rabu, 18 Juli 2018

Advertorial Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir

Menyusul Terjadinya Longsor, BPBD Inhil Imbau Warga Jalan Gerilya, Parit 6 Mengungsi

1
Menyusul Terjadinya Longsor, BPBD Inhil Imbau Warga Jalan Gerilya, Parit 6 Mengungsi
Menyusul Terjadinya Longsor, BPBD Inhil Imbau Warga Jalan Gerilya, Parit 6 Mengungsi
Inhil, Riau24.com- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengimbau warga Jalan Gerilya, Parit 6, Tembilahan Hulu mengungsi untuk sementara waktu menyusul terjadinya rentetan bencana tanah longsor.
 
Setidaknya, terjadi 2 kali bencana tanah longsor di Jalan Gerilya, Parit 6, Tembilahan Hulu dalam waktu yang tidak berjauhan, yakni pada Minggu, 3 Juni 2018 dan Minggu 17 Juni 2018. 2 kali bencana longsor yang terjadi secara beruntun telah meluluhlantakkan sedikitnya 5 rumah warga.
 
Keresahan tidak hanya muncul dibenak warga sekitar kawasan tersebut. Melainkan juga di kalangan Pemerintah Kabupaten Inhil. Untuk itu, melalui BPBD, Pemerintah Kabupaten Inhil melayangkan imbauan agar warga sekitar dapat mengungsi menjelang kondisi di kawasan tersebut dinyatakan aman.
 
"Pihak RT dan RW di sekitar Parit 6, tepatnya di kawasan terjadinya longsor telah kita imbau untuk sementara waktu mengungsi ke tempat yang lebih aman. Ini untuk memastikan keamanan warga itu sendiri karena kita belum tahu kapan akan terjadinya longsor susulan," tukas Kepala BPBD Kabupaten Inhil, Yuspik, Rabu (20/6/2018).
 
Antisipasi terjadinya longsor dalam jangka panjang, menurut Yuspik juga telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Inhil. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Pemerintah Kabupaten Inhil telah mengajukan pembangunan turap kepada Pemerintah Kabupaten Inhil yang bertujuan untuk menahan abrasi air sungai di sekitar kawasan Parit 6, Tembilahan Hulu.
 
"Sedangkan, untuk sementara, kami telah membuat tanggul darurat dari karung berisikan pasir sebanyak 1500 karung untuk menahan abrasi di sekitar lokasi longsor," ungkap Yuspik.
 
Yuspik mengatakan, kekhawatiran muncul, manakala bencana longsor kali ini juga mengancam keberadaan jalan lintas disana. Jalan yang berstatus sebagai jalan Nasional tersebut merupakan satu - satunya akses menuju Kota Tembilahan dan beberapa daerah lainnya.
 
"Seandainya terjadi longsor susulan dan tanggul darurat tidak mampu menahannya. Maka besar kemungkinan ruas jalan lintas juga akan hanyut ke sungai dan akses menuju Tembilahan akan terputus. 2 kali longsor yang terjadi ini saja, sudah membuat sedikit retak pinggiran ruas jalan," jelasnya.
 
Yuspik menuturkan, sebenarnya bencana tanah longsor di kawasan Parit 6 memang kerap kali terjadi sejak beberapa tahun silam. Hal ini mengindikasikan bahwa kawasan tersebut merupakan kawasan rawan bencana longsor sehingga warga setempat wajib untuk senantiasa waspada.
 
"Memang sudah sering terjadi, bahkan sejak beberapa tahun lalu. Langkah demi langkah perbaikan dan antisipasi juga telah dilakukan. Kendati tetap terjadi, namun, frekuensi terjadinya bencana tanah longsor diasumsikan telah berkurang," tandas Yuspik. (***)


R24/Adv/Diskominfo

Bagikan :
#Tagline News : Riau | Berita Riau | Berita Pekanbaru | Berita Kampar | Berita Siak | Berita Inhu | Berita Inhil | Berita Bengkalis | Berita Rohil | Berita Meranti | Berita Dumai | Berita Kuansing | Berita Pelalawan | Berita Rohul | Berita Internasional | Advertising Pekanbaru
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Komentar Anda

Nama :
Komentar :
     
riau24_hedns_3784.jpg
Tembilahan, Riau24.com - Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan nonton bareng masyarakat laga final Piala Dunia 2018, Prancis kontra Kroasia di lapangan Kantor Bupati Inhil, Tembilahan, Minggu (15/7/2018) malam.
loading...
  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru