riau24 Polemik Ketenagakerjaan, Naker Asing 9 Daya Serap Masih Minim
Sabtu, 21 Juli 2018

Advertorial Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi

Polemik Ketenagakerjaan, Naker Asing 9 Daya Serap Masih Minim

1
Kabid Syarat Kerja Hubungan Industrial dan Jamsostek Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Kuansing, Eri Jonang
Polemik Ketenagakerjaan, Naker Asing 9 Daya Serap Masih Minim
Kuansing, Riau24.com- Kondisi perekonomian Indonesia, seperti mendeskripsikan tangisan keras dengan air mata yang semakin mengering. Sama hal nya dengan kesempatan kerja yang semakin sempit, bahkan tak mampu lagi menampung pekerja yang bertambah setiap tahun. 
 
 
Ironisnya, ditengah kondisi seperti itu, ternyata jumlah tenaga kerja asing maupun daerah lainnya, yang masuk ke Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau cukup besar dan akan semakin ramai. 
 
 
Sementara para pen­cari kerja lokal (penduduk tempatan) semakin berkurang, bahkan mereka malahan masih tertatih tatih mencari kesana-kemari lowo­ngan pekerjaan. Baik itu lulu­san Sekolah Menengah Atas hingga Sarjana pun, sangat sulit untuk mendapatkan pe­kerjaan di negeri sendiri.
 
 
Dari data Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP Naker) Kabupaten Kuantan Singingi, lebih dari 60 perusahaan yang beroperasi di Kuansing, hanya mampu menyerap kurang lebih sekitar 7.000 tenaga kerja.
 
  
Jika dibagi rata tenaga kerja di seluruh perusahaan tersebut, hanya sekitar 121 orang setiap perusahaan, yang menyediakan peluang penempatan tenaga kerja.
 
 
"Ini sangat perlu mendapat perhatian bersama, agar ke depan bisa lebih banyak menyerap tenaga kerja lokal," kata Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP Naker) Kabupaten Kuantan Singingi, Asnul, S.Pd melalui Kabid Syarat Kerja Hubungan Industrial dan Jamsostek Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Kuansing,  Eri Jonang. Ketika dihubungi Riau24.Com diruang kerjanya.
 
Dikatakannya, kondisi minimnya tenaga kerja yang terserap oleh pihak perusahaan belum berbanding lurus, dengan keluaran tenaga kerja lokal dari berbagai lulusan di daerah, baik itu output sekolah menengah kejuruan maupun Universitas.
 
 
Selain itu, hasil yang didapat oleh pihak perusahaan yang telah beroperasi selama puluhan tahun belum seimbang atau sebanding dengan hasil atau keuntungan yang telah diraih pemilik modal atau yang berinvestasi.
 
 
"Jumlah tenaga kerja asal Kuansing yang diperkirakan tidak lebih dari 500 orang atau masih dibawah 30 persen yang terserap," katanya.
 

 

Data yang terangkum dari 60 Perusahaan yang beroperasi di Kuansing, yang disampaikan secara Triwulan soal pemakaian jumlah tenaga kerja yang diterima DPMPTSP Naker, memang masih rendah. Namun yang paling tinggi hanya PT. Tri Bakti Sarimas (PT. TBS) bergerak di perkebunan dan pabrik kelapa sawit, hanya sekitar 4.009 orang.
 
 
Kemudian diikuti PT. Duta Palma Nusantara dari tiga lokasi (bergerak di perkebunan dan pabrik kelapa sawit), hanya sekitar 1.380 orang, PT. Citra Riau Sarana bergerak di perkebunan dan pabrik kelapa sawit, hanya sekitar 862 orang,
 
 
PT. Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) bergerak bidang kehutanan dari tiga sektor di Kuansing hanya sekitar 500 orang (data tahun lalu).
 
 
Diikuti PT. Surya Agrolika Reksa hanya sekitar 330 orang, PT. Wanasari Nusantara bergerak di perkebunan dan pabrik kelapa sawit, hanya sekitar 329 orang. Sedangkan perusahaan lainnya masih dibawah 200 orang jumlah tenaga kerjanya.
 
 
Bahkan dari 7000 naker tersebut, juga terdapat 9 orang Tenaga Kerja Asing (TKA), dari Malaysia sebanyak 8 orang, dan dari Thailand satu orang. " Satu orang dari Thailand di PT. SR (Penampungan karet), 8 orang dari Malaysia bekerja di PT. GUS (4 orang), PT. MAS (3 orang), dan PT. TBS satu orang," Sebutnya.
 
 
Mereka ini ada yang sebagai Pemilik perusahaan, dan ada juga yang memegang jabatan strategis seperti General Manager dan sebagainya," Sebutnya.
 
 
Namun yang sangat Ironis sekali, sampai saat ini, masih ada perusahaan di Kuansing yang tidak melaporkan jumlah tenaga kerjanya," Paparnya.
 
 
Dirinya juga sangat menyesalkan, kalau tidak ada pihak perusahaan yang melaporkan jumlah tenaga kerjanya, sudah barang tentu sulit untuk mendata berapa jumlah Naker. " Kita tidak tahu berapa jumlah Nakernya, apa berkurang atau bertambah jumlahnya." Ujarnya lagi.
 
 
Sedangkan jumlah perusahaan yang belum mengirimkan laporan bulanan mencapai puluhan. Bahkan tahun lalu telah kirimkan surat edaran ke seluruh perusahaan yang ada di Kuansing, dengan nomor 560/DPMPTSPTK-UM/IX/614 Tentang Ketenagakerjaan, yang ditujukan kepada seluruh pimpinan perusahaan di Kuansing," Tambahnya lagi.
 
 
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 13/2003 tentang ketenagakerjaan, setiap perusahaan wajib menyampaikan laporan bulanan tenaga kerja ke instansi terkait (DPMPTSP Naker), setiap bulannya sebelum tanggal 10.
 
 
Sesuai kualifikasinya jumlah perusahaan di Kuansing bergerak di bidang Jasa dan perdagangan sebanyak 19 buah, bergerak di bidang kehutanan satu buah (tiga sektor) yaitu PT. RAPP, bergerak dibilang perkebunan dan Pabrik Kelapa Sawit sebanyak 40 buah.
 
 
Disinggung soal pemakaian Naker lokal, Pemerintah Kabupaten akan berusaha mengajak perusahaan untuk lebih optimal menerima tenaga kerja lokal. " Karena jumlahnya masih dinilai sangat sedikit, dan kurang dari 30 persen naker lokal yang terserap.
 
 
" Saat sekarang sulit mencari kerja, mau buka usaha harus butuh modal, besar, " Tukasnya. (***)


R24/Adv/Pemkab

Bagikan :
#Tagline News : Riau | Berita Riau | Berita Pekanbaru | Berita Kampar | Berita Siak | Berita Inhu | Berita Inhil | Berita Bengkalis | Berita Rohil | Berita Meranti | Berita Dumai | Berita Kuansing | Berita Pelalawan | Berita Rohul | Berita Internasional | Advertising Pekanbaru
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Komentar Anda

Jumlah
Jumat, 20 Juli 2018 11:35 wib
Jumlah tenaga kerja asal Kuansing yang diperkirakan tidak lebih dari 500 orang atau masih dibawah 30 persen yang terserap, demo imperia online game.
Nama :
Komentar :
     
riau24_u4ft6_3787.jpg
Inhil, Riau24.com -  Bupati Indragiri Hilir (Inhil) Drs HM Wardan MP melepas keberangkatan Jemaah Calon Haji (JCH) Kabupaten Inhil Tahun 2018 Kloter 3 Embarkasi Batam di Pelabuhan Lasdap Jalan Jendral Sudirman Tembilahan, Jumat (20/7) pagi. 
loading...
  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru