riau24 Yang Sebaiknya Dilakukan Orang Tua Saat Anak Remajanya 'Hobi' Berkata Kasar
Selasa, 12 Desember 2017

Relationship

Yang Sebaiknya Dilakukan Orang Tua Saat Anak Remajanya 'Hobi' Berkata Kasar

0
Yang Sebaiknya Dilakukan Orang Tua Saat Anak Remajanya 'Hobi' Berkata Kasar
Yang Sebaiknya Dilakukan Orang Tua Saat Anak Remajanya 'Hobi' Berkata Kasar
Jakarta, Riau24.com - Di usia 10-12 tahun, anak sudah mulai memasuki masa tween atau remaja awal. Saat itu pula, lingkungan pergaulan termasuk di dalamnya teman memiliki pengaruh penting dalam kehidupan si remaja.

Seperti diungkapkan psikolog anak dari TigaGenerasi, Saskhya Aulia Prima, MPsi, Psikolog, di masa-masa remaja awal, lingkungan turut memengaruhi bagaimana remaja bisa terlihat menarik atau tidak.
Nah, pengaruh lingkungan pada remaja bisa terlihat dari cara mereka bertutur. Sebut saja ketika mereka 'hobi' menggunakan kata-kata kasar ketika berinteraksi dengan temannya.


"Kalau ini yang terjadi, orang tua perlu mengajari apa kata yang wajar diucapkan anak dan kapan waktunya mengucapkan kata itu wajar. Penggunaan lo-gue, wajar ketika diucapakan anak ke temannya, tapi kalau sama orang yang lebih tua pastinya nggak sopan dong," kata Saskhya.

Amat disarankan bagi orang tua untuk lebih sering mengajak anak berdiskusi. Sebab, bagaimanapun peran lingkungan terhadap apa yang dilakukan anak tidak bisa dihindari. Namun, bukan berarti orang tua lepas tangan begitu saja. Sehingga, penting untuk tetap mengawasi anak dan lagi-lagi cara yang disarankan yakni dengan mengajaknya berdiskusi.

Contohnya ketika anak terbiasa memanggil temannya dengan kata-kata kasar, diskusi terkait hal ini bisa dilakukan dengan orang tua mengatakan ia pernah mendengar teman si anak berkata seperti itu. Kemudian, tanyakan apa anak pernah melakukan hal yang sama atau dia pernah dipanggil dengan kata kasar oleh temannya.

"Jadi jangan langsung masuk ke kasus si anak. Beri gambaran dengan kasus lain, yaitu mulai dari temannya. Terus tanya pendapat anak gimana kalau dia dipanggil atau diajak ngomong dengan kata-kata kasar gitu. Kalau memang dia nggak keberatan, tanyakan lagi apa temannya nggak marah diajak ngomong dengan cara begitu. Jadi anak diarahkan untuk tidak berkata seperti itu," terang Saskhya.

Nah, jika anak mengatakan dia dan temannya memang sudah terbiasa seperti itu, maka cara yang bisa dilakukan orang tua adalah kembalikan lagi pada nilai yang berlaku di keluarga. Katakan bahwa masing-masing keluarga memiliki nilai yang dianut. Nah, di keluarga si anak, berkata-kata kasar dengan orang lain adalah hal yang tidak elok.

"Meski kadang kita sering tahu juga ya antar teman ada sapaan yang mungkin kedengerannya kasar. Tapi memang yang dipanggil juga fine-fine aja dan bisa nerima. Prinsipnya selama anak tahu batasan, paham konteks, dan bisa mengontrol omongannya, sebenarnya nggak masalah," kata Saskhya. 


R24/dev 

Bagikan :
Sumber:
detikcom
#Tagline News : Riau | Berita Riau | Berita Pekanbaru | Berita Kampar | Berita Siak | Berita Inhu | Berita Inhil | Berita Bengkalis | Berita Rohil | Berita Meranti | Berita Dumai | Berita Kuansing | Berita Pelalawan | Berita Rohul | Berita Internasional | Advertising Pekanbaru
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Komentar Anda

Nama :
Komentar :
     
riau24_xnxqc_3405.jpg
Inhil, Riau24.com - Bupati Indragiri Hilir kembali menorehkan prestasi di tingkat Provinsi. Kali ini, HM. Wardan meraih Award dari Komisi Informasi (KI) dalam kategori Pelopor Keterbukaan Informasi Publik Pemerintahan Desa Tahun 2017.
loading...
  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru