riau24 Kelamaan Bertubuh Gemuk, Risiko Kanker Melonjak
Selasa, 12 Desember 2017

Kesehatan

Kelamaan Bertubuh Gemuk, Risiko Kanker Melonjak

0
Kelamaan Bertubuh Gemuk, Risiko Kanker Melonjak
Kelamaan Bertubuh Gemuk, Risiko Kanker Melonjak
Jakarta, Riau24.comBegitu bobot tubuh naik, segera lakukan perbaikan pola makan dan olahraga untuk mengembalikan tubuh ke bobot ideal. Ini bukan tanpa alasan, sebab penelitian terbaru mengungkap kegemukan yang dibiarkan terlalu lama bisa meningkatkan risiko kanker.

Ironisnya, risiko semacam ini lebih banyak dihadapi oleh wanita. Temuan didasarkan pada hasil pengamatan terhadap 73.913 wanita di penjuru AS, terutama indeks massa tubuhnya, aktivitas fisiknya, pola makan atau dietnya, kebiasaan merokok, penggunaan obat-obat hormonal serta riwayat diabetes dan kanker yang mereka miliki.

Data yang diperoleh memiliki rentang waktu hingga 12 tahun, dan dalam kurun waktu tersebut 6.301 partisipan dilaporkan mengidap kanker yang ada kaitannya dengan kegemukan.

Dari situ peneliti mengambil kesimpulan bahwa untuk tiap 10 tahun kegemukan, maka seorang wanita berisiko mengalami berbagai jenis yang berkaitan dengan berat badan sebesar 7 persen. 

Sedangkan risiko terserang kanker pasca menopause bisa mencapai 5 persen untuk kanker payudara dan 17 persen untuk kanker endometrium. Demikian seperti dilaporkan CNN.

"Secara biologis ini masuk akal, sebab makin dini dan makin panjang periode kegemukannya maka semakin memicu munculnya sejumlah faktor risiko semisal hipertensi, resistensi insulin, peradangan kronis, kerusakan DNA dan perubahan metabolisme hormon," kata peneliti Melina Arnold dari International Agency for Research on Cancer, WHO.

Namun Arnold belum tahu pasti apakah studi ini juga berlaku bagi mereka yang berhasil menurunkan bobotnya dalam jangka waktu tertentu, meski kemudian menggemuk lagi.

Menanggapi studi ini, Dr Anne McTiernan dari Fred Hutchinson Cancer Research Center, Seattle mengatakan baik pria maupun wanita sama-sama dihadapkan pada risiko kanker jika tubuh mereka kelebihan berat badan atau obesitas.

Namun di sisi lain, perbaikan pola makan memang lebih berdampak terhadap penurunan berat badan sekaligus risiko kanker ketimbang olahraga. Hal ini telah dibuktikannya dalam sebuah studi terpisah.

"Walaupun bobotnya hanya turun 5-10 persen saja, berbagai faktor yang bisa mendorong tumbuhnya kanker seperti estrogen, testosterone, insulin, biomarker yang berkaitan dengan peradangan dan penanda angiogenesis juga berkurang drastis," tegasnya. 



R24/dev 

Bagikan :
Sumber:
detikcom
#Tagline News : Riau | Berita Riau | Berita Pekanbaru | Berita Kampar | Berita Siak | Berita Inhu | Berita Inhil | Berita Bengkalis | Berita Rohil | Berita Meranti | Berita Dumai | Berita Kuansing | Berita Pelalawan | Berita Rohul | Berita Internasional | Advertising Pekanbaru
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Komentar Anda

Nama :
Komentar :
     
riau24_mmuc9_3424.jpg
Inhil, Riau24.com - Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) berharap agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) dapat lebih proaktif, dalam mencari sumber dana bagi pembangunan pasar terapung yang saat ini kondisinya sudah sangat memprihatinkan, Minggu 10 Desember 2017.
loading...
  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru