riau24 Terlepas dari Gaya Hidup, Ini Sebabnya Tak Semua Orang Berumur Panjang
Minggu, 17 Desember 2017

Kesehatan

Terlepas dari Gaya Hidup, Ini Sebabnya Tak Semua Orang Berumur Panjang

0
Terlepas dari Gaya Hidup, Ini Sebabnya Tak Semua Orang Berumur Panjang
Terlepas dari Gaya Hidup, Ini Sebabnya Tak Semua Orang Berumur Panjang
Jakarta, Riau24.com - Tak semua orang bisa merasakan umur panjang dan hidup sehat dalam jangka waktu lama. Lantas apakah ini berarti panjang umur adalah semacam 'bakat' atau bawaan dari lahir?

Pertanyaan semacam ini juga dilontarkan peneliti dari Nestle Institute of Health Sciences (NIHS) dan University of Bologna. Mereka lantas berfokus pada cara memperpanjang umur, setidaknya agar 20-30 tahun lebih lama.

Riset yang sudah dilangsungkan sejak tahun 2013 ini melibatkan 82 orang 'semi-supercentenarians (orang-orang berusia di atas 105 tahun) dari Italia berikut 63 keturunan mereka (dengan usia rata-rata 71,8 tahun). Pembandingnya adalah 47 orang dengan usia rata-rata 69,8 tahun. 

Peneliti kemudian menganalisis dan membandingkan kadar methylasi DNA dari peripheral blood mononuclear cells (PBMC) antara partisipan berumur panjang dengan kelompok pembandingnya. Upaya ini diperlukan agar peneliti dapat mengidentifikasi 'jam epigenetik' atau biomarker (penanda) epigenetik dari proses penuaan yang mereka alami.

Sederhananya, peneliti ingin tahu apakah keluarga berumur panjang memiliki ciri khas epigenetik yang membuat mereka bisa hidup lebih lama dari lainnya.

Ternyata, tingkat penuaan epigenetik mereka memang lebih rendah dari lainnya, sehingga proses penuaan biologis mereka menjadi lebih lambat daripada populasi pada umumnya, yaitu 8,6 tahun lebih muda.

Begitupun dengan keturunan mereka, yaitu 5,1 tahun lebih muda daripada usia kelompok pembanding.


Lantas apa gunanya studi ini? Menurut ketua tim peneliti, Sebastiano Collino, 'jam epigenetik' ini bisa dijadikan petunjuk untuk menghindari berbagai penyakit yang berkaitan dengan usia, 

"Atau setidaknya menundanya, agar siapapun bisa merasakan penuaan dalam keadaan sehat, bukan hanya yang diberi 'bakat' genetik ini saja," paparnya.

Dalam penelitian mereka sebelumnya, dijelaskan peran tiga genom yakni nuklir, mitokondria dan microbiome dalam proses penuaan, penyelidikan jejak molekul umur panjang, dan inflammaging. Inflammageing merupakan istilah yang diciptakan Profesor Claudio Franceschi dari University of Bologna untuk menunjukkan fenotipe kompleks yang terlibat dalam penyakit yang berhubungan dengan usia.

Selama beberapa tahun ke depan, NIHS dan University of Bologna akan terus berkolaborasi dalam penelitian untuk mengungkap perihal umur panjang dan penuaan yang sehat. Ini penting untuk membangun landasan ilmiah terkait upaya agar tetap sehat hingga usia tua melalui nutrisi, faktor lingkungan dan metabolisme yang baik sehingga mendapatkan kualitas hidup yang optimal.



R24/dev 

Bagikan :
Sumber:
detikcom
#Tagline News : Riau | Berita Riau | Berita Pekanbaru | Berita Kampar | Berita Siak | Berita Inhu | Berita Inhil | Berita Bengkalis | Berita Rohil | Berita Meranti | Berita Dumai | Berita Kuansing | Berita Pelalawan | Berita Rohul | Berita Internasional | Advertising Pekanbaru
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Komentar Anda

Nama :
Komentar :
     
riau24_nfrwg_3427.jpg
Inhil, Riau24.com - Bupati Inhil HM Wardan terus melakukan peninjauan kegiatan pembangunan yang sedang berjalan di lapangan, guna memastikan pengerjaannya berjalan dengan baik.
loading...
  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru