riau24 Batu Berbentuk Kelamin Pria & Wanita, Bila Nekad Berpikiran Mesum Dipastikan Akan Pingsan Untuk Waktu Yang Lama
Minggu, 17 Desember 2017

Wisata

Batu Berbentuk Kelamin Pria & Wanita, Bila Nekad Berpikiran Mesum Dipastikan Akan Pingsan Untuk Waktu Yang Lama

0
Batu Berbentuk Kelamin Pria & Wanita, Bila Nekad Berpikiran Mesum Dipastikan Akan Pingsan Untuk Waktu Yang Lama
Batu Berbentuk Kelamin Pria & Wanita, Bila Nekad Berpikiran Mesum Dipastikan Akan Pingsan Untuk Waktu Yang Lama
Buton, Riau24.com - Popau dan Wolio adalah dua batu unik di Benteng Keraton Buton. Dua batu yang masing-masing berbentuk rahim wanita dan kelamin pria, dengan sarat sejarah.

Sebagai benteng terluas di dunia dengan luas 22 hektar, terdapat banyak cerita di Benteng Keraton Buton. Selain masjid yang konon katanya terdengar suara adzan dari Makkah, ada pula Batu Popau dan Wolio.

"Batu Popau ini bentuknya seperti rahim wanita. Para raja atau sultan yang diangkat, harus bersumpah dengan memasukan kakinya secara bergantian ke dalam batu ini," kata pemandu wisata Benteng Keraton Buton, Laode M Adam Vatiq di sela-sela acara Festival Budaya Tua Buton.

Pemuda yang akrab disapa Adam ini menjelaskan, Batu Popau pada zaman Kesultanan Buton sejak abad ke-13 sangat mengsakralkan batu ini. Para raja atau sultan yang akan menjabat, pertama-tama akan dipakaikan bedak ratusan rasa.

"Rasanya itu gatal, perih dan lain-lain. Artinya, itu adalah tantangan dan ujian yang nantinya akan dihadapi pemimpin Kesultanan Buton selama memerintah," terang Adam.

Selanjutnya, calon raja atau sultan tersebut dibawa ke Batu Popau. Bersama 9 menteri Kesultanan Buton yang disebut dengan nama Siolimbona, raja atau sultan itu akan diambil sumpah sambil memasukkan kakinya secara bergantian di batu ini yang kedalamannya sedengkul orang dewasa.

"Sumpahnya itu menyangkut elemen-elemen kehidupan seperti air, api, hutan dan lain-lain. Inti sumpahnya kira-kira seperti ini, semua yang ada di Buton berada di dalam kuasamu dan lakukanlah yang terbaik untuk rakyat. Jika melanggar sumpah, akan terkena kutukan 7 turunan!" ungkap Adam.

Dalam proses pengambilan sumpah sambil kaki calon pemimpin Kesultanan Buton yang dimasukan ke Batu Popau, harus menghadap kiblat. Ternyata, ada suatu maksud mengapa batu ini berbentuk seperti rahim wanita.

"Maksudnya adalah raja atau sultan yang sudah disumpah di Batu Popau, seolah terlahir kembali seperti dari rahim ibu dengan keadaan yang suci," tutur Adam.

Tak jauh dari Batu Popau terdapat Batu Wolio. Batu yang ini punya cerita yang berbeda, termasuk sejarahnya. Adam menjelaskan, inilah batu yang pertama kali diinjak oleh Raja Putri Wakaka, raja pertama di Buton.


Kemudian setelah itu, Raja Putri Wakaka memimpin dan membangun Kerajaan Wolio (yang setelahnya berganti menjadi Kerajaan Buton lalu terakhir menjadi Kesultanan Buton). Usut punya usut, Batu Wolio ternyata bentuknya seperti kelamin pria!

"Dulu itu bentuknya seperti kelamin pria dan sangat mirip sekali. Kemudian para tokoh adat bersama pemuka agama serta Imam Masjid Agung Keraton Buton memotong batunya, agar tidak lagi terlihat seperti itu. Juga agar tidak menjadi kontroversial," papar Adam.

Konon kabarnya, terdapat alat khusus untuk memotong batu tersebut. Meski sudah dipotong, batunya tetap dijaga dan tetap disakralkan masyarakat Buton. Mereka pun percaya, pengunjung yang datang ke Buton tapi belum menyentuh batu ini, maka belum sah ke Buton.

"Baik Batu Popau dan Wolio adalah tempat yang sakral. Kalau punya pikiran macam-macam di sini bisa pingsan," kata Adam.




R24/dev 

Bagikan :
Sumber:
detikcom
#Tagline News : Riau | Berita Riau | Berita Pekanbaru | Berita Kampar | Berita Siak | Berita Inhu | Berita Inhil | Berita Bengkalis | Berita Rohil | Berita Meranti | Berita Dumai | Berita Kuansing | Berita Pelalawan | Berita Rohul | Berita Internasional | Advertising Pekanbaru
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Komentar Anda

Nama :
Komentar :
     
riau24_nfrwg_3427.jpg
Inhil, Riau24.com - Bupati Inhil HM Wardan terus melakukan peninjauan kegiatan pembangunan yang sedang berjalan di lapangan, guna memastikan pengerjaannya berjalan dengan baik.
loading...
  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru