riau24 Seperti Apa Frekuensi Bercinta yang Dianggap Normal Bagi Pasangan?
Kamis, 14 Desember 2017

Seks

Seperti Apa Frekuensi Bercinta yang Dianggap Normal Bagi Pasangan?

0
Seperti Apa Frekuensi Bercinta yang Dianggap Normal Bagi Pasangan?
Seperti Apa Frekuensi Bercinta yang Dianggap Normal Bagi Pasangan?
Jakarta, Riau24.com - Tidak sedikit pasangan yang bertanya-tanya apakah frekuensi bercinta mereka sudah 'normal'. Apakah mereka sudah cukup sering bercinta, terlalu sering atau bahkan kurang bercinta.

Beberapa pasangan ada yang bercinta dua hingga tiga kali seminggu, namun ada pula yang hanya satu bulan sekali, bahkan berbulan-bulan tidak berhubungan seks. Sebenarnya seperti apa frekuensi bercinta yang normal itu?

Menurut Kinsey Institute di Indiana University, frekuensi bercinta yang normal tergantung dari usia masing-masing orang. Organisasi yang khusus meneliti tentang seksualitas dan hubungan asmara ini menyebutkan bahwa idealnya, orang dengan usia 18 hingga 29 tahun rata-rata berhubungan seks 112 kali setahun, atau 9 kali dalam sebulan.

Di rentang usia yang lebih matang, 30 sampai 39 tahun, rata-rata bercinta 86 kali setahun atau 7 kali sebulan, dan 40 hingga 49 tahun ke atas umumnya 69 kali per tahun atau sekitar 6 kali sebulan. Berdasarkan studi dari Kinsey Institute mengungkapkan 13 persen pasangan menikah bercinta hanya beberapa kali dalam setahun.

Sementara itu 45 persen bercinta beberapa kali dalam sebulan, 34 persen dua sampai tiga kali seminggu, dan tujuh persen lebih dari empat kali seminggu. Hasil penelitian, sebenarnya tidak bisa diterapkan 'mentah-mentah' sebagai acuan yang tetap.

Frekuensi seks untuk menentukan apakah sebuah hubungan seks berkualitas memang tidak ada pakemnya. Namun yang terpenting di sini bukan seberapa sering Anda dan pasangan bercinta, melainkan konsistensi.

"Selama frekuensi bercinta konsisten, tidak menjadi masalah. Jika Anda absen bercinta dalam waktu lama, maka sempatkanlah. Harus ada yang mengambil inisiatif agar absen bercinta tidak terlalu lama dan menjaga kehidupan bercinta tetap pada jalurnya," jelas psikoterapis asal Chicago, Kelley Kitley, L.C.S.W., seperti dikutip dari Women's Health.

Namun satu hal yang perlu diingat, rutin bercinta memang membawa dampak positif. Tapi lain hal nya jika Anda dan pasangan terlalu sering berhubungan seks. Hal-hal baik sekalipun jika dilakukan secara berlebihan berpotensi membawa dampak negatif.

Menurut terapis seks Kat Van Kirk, salah satu atau keduanya bisa mengalami ruam-ruam kemerahan, iritasi bahkan lecet akibat penetrasi yang terlalu sering tanpa disertai lubrikasi cukup. Sementara dampak negatifnya secara mental, jika gairah seksual antara Anda dan pasangan tak sejalan, akan menjadi beban bagi salah satu pihak yang hasrat seksnya lebih rendah. Entah itu dari pihak istri maupun suami.

Frekuensi bercinta dikatakan berlebihan apabila salah satu dari Anda sudah merasa tidak nyaman, mengalami masalah fisik seperti yang disebutkan di atas atau urusan lain menjadi terbengkalai karena Anda dan pasangan terlalu fokus dengan hubungan seks. 



R24/dev 

 
 
 

Bagikan :
Sumber:
wolipopcom
#Tagline News : Riau | Berita Riau | Berita Pekanbaru | Berita Kampar | Berita Siak | Berita Inhu | Berita Inhil | Berita Bengkalis | Berita Rohil | Berita Meranti | Berita Dumai | Berita Kuansing | Berita Pelalawan | Berita Rohul | Berita Internasional | Advertising Pekanbaru
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Komentar Anda

Nama :
Komentar :
     
riau24_sde4m_3406.jpg
Inhil, Riau24.com - Puluhan pengurus Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) dan Dewan Pimpinan Ranting Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Pulau Burung berikrar untuk senantiasa berupaya mencapai tujuan dan mematuhi peraturan organisasi yang berlaku.
loading...
  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru