riau24 Catat, Ini Akibatnya Jika Malas Cek ke Dokter Gigi Minimal 6 Bulan Sekali
Jumat, 15 Desember 2017

Kesehatan

Catat, Ini Akibatnya Jika Malas Cek ke Dokter Gigi Minimal 6 Bulan Sekali

0
Catat, Ini Akibatnya Jika Malas Cek ke Dokter Gigi Minimal 6 Bulan Sekali
Catat, Ini Akibatnya Jika Malas Cek ke Dokter Gigi Minimal 6 Bulan Sekali
Jakarta, Riau24.comCek ke dokter gigi dianjurkan minimal 6 bulan sekali. Meski pada kenyataannya, ada pula sebagian orang yang enggan memeriksakan kondisi giginya. Jika seperti itu, ada risiko yang dapat terjadi.

Diungkapkan drg Roseita Dewi dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (FKG UI), risiko orang yang malas ke dokter gigi banyak sekali. Apalagi, kebanyakan pasien baru berobat ke dokter gigi jika kondisinya sudah parah.

"Contohnya lubang di gigi yang besar yang sudah kena sampai saraf atau sampai keropos. Padahal kalau ditangani dari awal harusnya bisa ditambal sedini mungkin. Biaya perawatannya pun lebih murah dibanding kalau kita biarkan masalah gigi ini sampai parah kondisinya," tutur drg Ita, begitu ia akrab disapa.

drg Ita menambahkan, masalah gigi yang parah nantinya juga dapat memengaruhi kualitas hidup. Misalnya saja kurangnya asupan gizi karena sakit saat mengunyah atau bahkan susah tidur karena sakit gigi yang menimbulkan rasa nyeri tak tertahankan.

Malas cek ke dokter gigi juga bisa membuat karang gigi pada leher mahkota gigi dibiarkan terus menerus. Akibatnya, lanjut drg Ita, bisa terjadi peradangan pada gusi. Kondisi ini dapat terlihat apabila gusi kerap berdarah ketika menyikat gigi atau warna gusi yang lebih merah dan lebih besar.

Apabila peradangan gusi tidak segera ditangani, jaringan penyangga gigi akan rusak dan dapat menyebabkan gigi goyang.


"Selain itu, peradangan pada gigi dan gusi juga bisa menjadi faktor risiko gangguan lain misalnya peradangan pada katup jantung, kontraksi dini pada ibu hamil, dan bayi dengan berat badan badan lahir rendah," kata drg Ita.

Dalam keseharian, masalah gigi juga kerap terjadi pada anak-anak. Menurut drg Ita, persepsi yang salah pada masyarakat mengenai gigi susu anak akan tanggal dan tergantikan oleh gigi dewasa membuat orang tua jarang memeriksakan kesehatan gigi buah hatinya. 

"Padahal, gigi berlubang pada anak bisa menyebabkan rasa sakit yang membuat anak mudah rewel, tidak bisa masuk sekolah, dan anak mengalami gangguan penyerapan makanan yang memengaruhi tumbuh kembangnya. Peradangan pada gigi anak pun berpengaruh pada gigi dewasa yang selanjutnya akan tumbuh," tutup drg Ita.



R24/dev 

Bagikan :
Sumber:
detikcom
#Tagline News : Riau | Berita Riau | Berita Pekanbaru | Berita Kampar | Berita Siak | Berita Inhu | Berita Inhil | Berita Bengkalis | Berita Rohil | Berita Meranti | Berita Dumai | Berita Kuansing | Berita Pelalawan | Berita Rohul | Berita Internasional | Advertising Pekanbaru
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Komentar Anda

Nama :
Komentar :
     
riau24_e3zes_3426.jpg
Inhil, Riau24.com - Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan mengikuti prosesi pelepasan pawai ta'aruf sebagai awal dimulainya  serangkaian kegiatan dalam Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Ke - 36 Provinsi Riau di Kota Dumai, Minggu 10 Desember 2017.
loading...
  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru