riau24 Saat Puluhan Warga Kesurupan Massal di Acara Ritual Adat Keboan
Selasa, 12 Desember 2017

Kesenian

Saat Puluhan Warga Kesurupan Massal di Acara Ritual Adat Keboan

0
Saat Puluhan Warga Kesurupan Massal di Acara Ritual Adat Keboan
Saat Puluhan Warga Kesurupan Massal di Acara Ritual Adat Keboan
Banyuwangi, Riau24.com - Banyuwangi punya upacara adat unik setiap memasuki bulan Muharram, yakni ritual Keboan. Banyak warga yang kesurupan massal dan bertingkah laku seperti kerbau.

Setiap memasuki bulan Suro dalam penanggalan Jawa, puluhan warga Dusun Sukodono dan Dusun Krajan, Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi pasti mengalami kesurupan masal. Mereka tiba-tiba mengerang dan berteriak-teriak tanpa sadar. Anehnya, warga dari dua dusun ini berperilaku sama, yaitu menyerupai kerbau. 

Aksi kesurupan masal warga dua dusun ini menjadi hal biasa bagi warga di daerah ini. Karena, kesurupan masal ini merupakan bagian dari ritual adat Keboan yang dilakukan warga untuk menandai datangnya musim tanam padi di desa ini.

Warga yang kesurupan terus memberontak meminta sesaji. Tangannya mengepal kaku, pandangan matanya tajam. Tidak hanya itu layaknya kerbau, setiap ada tempat berisi kubangan air si kerbau ingin terjun berendam.

"Ini Merupakan ritual adat warga Desa Aliyan sebagai pertanda awal dimulainya musim tanam," ungkap Suwarno, warga setempat kepada detikTravel.

Pada pelaksanaan ini, kata Suwarno, memang warga selalu mengalami kesurupan. Hal ini lantaran setiap pelaksanaanya ada roh leluhur desa yang datang dan memilih warga untuk masuk ke dalam tubuh mereka. 

"Mereka tak bisa mengelak karena yang memilih mereka adalah roh leluhur yang menyerupai kerbau. Sehingga banyak warga yang kesurupan seperti kerbau," katanya.

Salah satu warga yang kesurupan roh leluhur (Ardian/detikTravel)
Salah satu warga yang kesurupan roh leluhur 


Menurut Suwarno, keluarga harus mendampingi agar kerbau itu tak mengamuk. Karena, sangat berbahaya jika kerbau jadi-jadian itu akan menceburkan seluruh badan hingga kepalanya tertutup air di kubangan. Tak cukup satu, tapi tiga orang yang harus mengendalikan kerbau yang mulai beringas itu.

"Ya harus dipegangi. Minimal ada 3 orang yang harus ada disamping kerbau. Kalau tidak bisa luka-luka nanti setelah sadar," tambah Suwarno.

Setelah semua warga mengalami kesurupan, ritual dilanjutkan dengan ider bumi mengelilingi kampung. Mereka terus berputar dengan iringan musik gamelan khas yang berada di Balai Desa setempat.

"Di sini mereka meminta do'a dan berkah kepada perangkat desa dan sesepuh adat. Setelah itu arak-arakan kembali dilanjutkan menuju ke sawah untuk menebar benih," ujarnya.

Sementara, dewi sri atau dewi padi yang diwujudkan oleh gadis desa yang juga ikut dalam iringan ider bumi kemudian menebar benih padi tersebut. Ratusan warga yang telah lama menunggu akhirnya berebut untuk mendapatkan bulir padi itu. Konon, warga percaya barang siapa yang mendapat bulir padi yang disebar itu akan mendapat berkah.

"Ini nanti dicampur dengan benih padi di rumah kemudian ditanam bersamaan. Insya Allah Hasilnya akan bertambah dan semakin melimpah," kata Minah.

 Ritual tahunan ini menyebabkan kesurupan massal warga desa (Ardian Fanani/detikTravel)
Ritual tahunan ini menyebabkan kesurupan massal warga desa 
 
 


R24/dev 

Bagikan :
Sumber:
detik
#Tagline News : Riau | Berita Riau | Berita Pekanbaru | Berita Kampar | Berita Siak | Berita Inhu | Berita Inhil | Berita Bengkalis | Berita Rohil | Berita Meranti | Berita Dumai | Berita Kuansing | Berita Pelalawan | Berita Rohul | Berita Internasional | Advertising Pekanbaru
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Komentar Anda

Nama :
Komentar :
     
riau24_mmuc9_3424.jpg
Inhil, Riau24.com - Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) berharap agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) dapat lebih proaktif, dalam mencari sumber dana bagi pembangunan pasar terapung yang saat ini kondisinya sudah sangat memprihatinkan, Minggu 10 Desember 2017.
loading...
  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru