riau24 Ketika Seorang Ibu Jadi Membunuh Anaknya, Ini Penyebabnya...
Selasa, 12 Desember 2017

Kesehatan

Ketika Seorang Ibu Jadi Membunuh Anaknya, Ini Penyebabnya...

0
Ketika Seorang Ibu Jadi Membunuh Anaknya, Ini Penyebabnya...
Ketika Seorang Ibu Jadi Membunuh Anaknya, Ini Penyebabnya...
Jakarta, Riau24.com - Baru-baru ini, kasus seorang ibu di Tangerang yang membunuh dan memutilasi bayinya menjadi perhatian masyarakat luas. Rasa shock, kaget, hingga tak percaya muncul karena ada seorang ibu yang tega melakukan hal tersebut pada anaknya.

Selain shock dan kaget, timbul pula pertanyaan besar. Sebenarnya apa yang terjadi hingga ada seorang ibu yang membunuh bahkan memutilasi anaknya?

dr Eka Viora, SpKJ, Ketua Pengurus Pusat Persatuan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) mengatakan ibu yang tega membunuh bayinya sendiri sangat mungkin mengidap gangguan jiwa. Gangguan jiwa berat ditambah dengan kondisi stres dan tidak adanya dukungan dari lingkungan bisa bermanifestasi menjadi perilaku sadis dan kejam.

"Yang menjadi poinnya adalah perilaku itu dilakukan dengan tanpa disadari atau tanpa rasa bersalah. Hal ini terjadi karena adanya kerusakan di otak yang ditambah dengan tidak adanya support dari lingkungan," tutur dr Eka, baru-baru ini.

Dihubungi terpisah, pakar kedokteran jiwa dari Klinik Psikosomatik RS Omni Alam Sutera, dr Andri, SpKJ, FAPM, mengatakan secara garis besar ada dua gangguan jiwa yang umum dialami oleh ibu yang baru melahirkan. Gangguan jiwa yang dialami bisa depresi berat ataupun gangguan psikosis.

Secara ringkas, depresi berat menyebabkan seseorang merasa dirinya tidak berharga dan tidak berguna. Gangguan depresi berat jarang menyebabkan seseorang ingin membunuh orang lain, namun lebih berisiko membuat seseorang ingin bunuh diri.

"Depresi terjadi karena kurangnya serotonin di otak, membuat orang merasa tidak berguna dan risiko bunuh dirinya besar. Kalaupun muncul keinginan membunuh bayi atau anak, biasanya akan lebih kepada bunuh diri bareng, bukan membunuh atau memutilasi," ungkap dr Andri.

Di sisi lain, ibu yang baru melahirkan juga berisiko terserang gangguan psikotik, yang ditandai dengan munculnya halusinasi, delusi atau gejala lain akibat berlebihnya hormon dopamin di otak. Dikatakan dr Andri, delusi dan halusinasi yang dialami bisa diterjemahkan sebagai bisikan-bisikan gaib oleh pasien.

"Kalau gangguan psikotik ini yang berisiko besar membunuh orang lain karena mendapat bisikan-bisikan gaib. Membunuh bayi demi ilmu hitamnya sempurnalah, atau supaya kaya, macam-macam alasannya tapi intinya ada perilaku tidak normal yang tidak bisa kita terima dengan akal sehat," terangnya.   (***)




R24/dev 

Bagikan :
Sumber:
detik
#Tagline News : Riau | Berita Riau | Berita Pekanbaru | Berita Kampar | Berita Siak | Berita Inhu | Berita Inhil | Berita Bengkalis | Berita Rohil | Berita Meranti | Berita Dumai | Berita Kuansing | Berita Pelalawan | Berita Rohul | Berita Internasional | Advertising Pekanbaru
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Komentar Anda

Nama :
Komentar :
     
riau24_mmuc9_3424.jpg
Inhil, Riau24.com - Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) berharap agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) dapat lebih proaktif, dalam mencari sumber dana bagi pembangunan pasar terapung yang saat ini kondisinya sudah sangat memprihatinkan, Minggu 10 Desember 2017.
loading...
  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru