riau24 Kejantanan Pria Suku ini Ditentukan Oleh Gigitan Semut
Rabu, 13 Desember 2017

Wisata

Kejantanan Pria Suku ini Ditentukan Oleh Gigitan Semut

0
Kejantanan Pria Suku ini Ditentukan Oleh Gigitan Semut
Kejantanan Pria Suku ini Ditentukan Oleh Gigitan Semut
Brasilia, Riau24.com - Mawe adalah suku asli yang menempati hutan Amazon di Brasil. Bagi para pria di sana, kejantanan diukur dari gigitan semut. Beberapa tradisi suku ini memang terkenal sangat menyakitkan, namun tetap dilakukan hingga kini.

Namun justru dengan keunikan tradisi yang dimilikinya membuat Suku Mawe
masuk dalam daftar tempat tujuan yang membuat para wisatawan penasaran untuk melihatnya dari dekat.

Suku Mawe yang menempati hutan Amazon di Brasil  tinggal di tepian sungai, dengan populasi mencapai 100 ribu orang lebih. Mereka lebih memilih menetap di hutan daripada pindah ke kota-kota besar.


                        


Bagi para lelaki suku Mawe, selama hidupnya mereka akan melewati fase untuk menjadi dewasa atau dinilai jantan. Caranya adalah memasukan tangan ke dalam bungkusan daun yang dirajut membentuk seperti sarung tangan yang isinya adalah semut peluru.

Semut peluru punya nama latin Paraponera clavata. Disebut peluru karena mempunyai sengatan atau gigitannya yang sangat kuat, seperti ditembak dengan peluru. Semut Peluru berukuran 18x€“25 mm, berwarna hitam agak kemerahan dan menyerupai bentuk tawon tanpa sayap. Jika digigit semut ini, siap-siap kesakitan 24 jam.

                  

Dalam bungkusan daun yang membentuk seperti sarung tangan tersebut diisi ratusan semut peluru. Sebelum memasukan tangan, pertama-tama diolesi arang terlebih dulu agar menahan sengatan semut. Kemudian, kedua tangan pria akan dimasukkan sampai sebatas siku. Lalu, para ketua adat akan berdoa dan mengajak menari. Rasa sakit yang dirasakan akan sangat luar biasa. Bahkan memasukkan tangan ke dalam bungkusan daun itu pun tidak sebentar, bisa sampai 30 menit.

Dan efek dari gigitan semut peluru tersebut akan membuat tangan yang digigit terasa panas seperti luka bakar dan lumpuh hingga berminggu-minggu.

Tak dipungkiri, siapa saja yang melakukan tradisi ini akan meringis dan menangis. Namun jika tahan dan melewatinya dengan baik, dia akan disebut sebagai seorang pria dewasa dan jantan. Sudah dianggap kuat dan tangguh untuk bertarung, serta menjadi pemimpin. Dan meskipun dianggap menyakitkan, Suku Mawe hingga kini masih mempertahankan tradisi tersebut.    (***)




R24/dev 

Bagikan :
Sumber:
detik
#Tagline News : Riau | Berita Riau | Berita Pekanbaru | Berita Kampar | Berita Siak | Berita Inhu | Berita Inhil | Berita Bengkalis | Berita Rohil | Berita Meranti | Berita Dumai | Berita Kuansing | Berita Pelalawan | Berita Rohul | Berita Internasional | Advertising Pekanbaru
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Komentar Anda

Nama :
Komentar :
     
riau24_xnxqc_3405.jpg
Inhil, Riau24.com - Bupati Indragiri Hilir kembali menorehkan prestasi di tingkat Provinsi. Kali ini, HM. Wardan meraih Award dari Komisi Informasi (KI) dalam kategori Pelopor Keterbukaan Informasi Publik Pemerintahan Desa Tahun 2017.
loading...
  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru