riau24 Sejengkal Surga di Balik Tebing-Tebing Terjal
Selasa, 12 Desember 2017

Wisata

Sejengkal Surga di Balik Tebing-Tebing Terjal

0
Sejengkal Surga di Balik Tebing-Tebing Terjal
Sejengkal Surga di Balik Tebing-Tebing Terjal

Medan, Riau24.com - Sumatera Utara memang dikenal akan potensi alamnya yang indah. Selain Danau Toba, mampirlah juga ke Lembah Asahan yang tak kalah mempesona.

Ngarai Sigura-Gura atau lebih dikenal dengan nama Lembah Asahan menurut hasil penelitan yang dilakukan Verstappen, seorang peneliti geomorfologi selama tahun 1961 hingga 1973, teras-teras struktural Lembah Asahan telah terbentuk jauh sebelum letusan dahsyat Toba. 

Dibuktikan dengan ditemukannya endapan tuf Toba di atas ngarai-ngarai terjal Lembah Asahan. Artinya, ngarai atau lembah ini telah ada sebelum letusan Toba.

Panorama yang ditawarkan Lembah Asahan pun sangat indah dan menawan. Sejauh mata memandang terlihat hijaunya hutan tropis dan persawahan yang berpagarkan pegunungan dan tebing-tebing batu yang menjulang tinggi. 

Salah satu tebingnya bahkan menjadi spot olahraga panjat tebing yang cukup dikenal di kalangan pencinta olahraga rock climbing. Yaitu di Tebing Sampuran Harimau yang memiliki ketinggian hingga 215 meter.

Di tebing-tebing batu yang menjulang tinggi ini mengalir pula puluhan air terjun. Seolah-olah air terjun ini menunjukkan betapa lembutnya Lembah Asahan di antara tebing-tebingnya yang terjal. 

Beberapa air terjun yang ada di Lembah Asahan telah dikelola sebagai objek wisata yang selalu ramai dikunjungi. Contohnya adalah Air Terjun Ponot, Air Terjun Aek Limut dan berbagai air terjun indah lainnya.

Sedangkan puluhan air terjun lainnya masih belum dikelola sebagai objek wisata. Malah kebanyakan di antaranya belum mendapat sentuhan tangan manusia sehingga benar-benar masih sangat alami. Contohnya adalah Air Terjun Aek Birong. 

Selain itu masih banyak lagi air terjun yang belum dikelola, namun saya tidak bisa menyebutkannya satu-persatu karena banyak pula di antaranya yang bahkan belum memiliki nama.

Beberapa air terjun yang ada di Lembah Asahan ini pun cukup unik, seperti Air Terjun Sampuran Harimau. Air terjun ini dulunya memiliki debit air terjun yang cukup besar hingga suara jatuhan air terjunnya terdengar seperti suara auman harimau. 

Sedangkan di Air Terjun Ponot, keunikannya yaitu memiliki latar persawahan hijau di depannya sehingga memberi kesan yang berbeda.

Di tengah lembah ini terdapat Sungai Asahan yang mengalir deras meliuk-liuk membelah lembah. Sungai Asahan ini pun terkenal sebagai lokasi rafting terbaik nomor tiga di dunia, setingkat di bawah Sungai Zambesi di Afrika dan Sungai Colorado di Amerika Serikat. 

Di sini terdapat 4 etape pengarungan yang dimulai dari Desa Tangga di bagian hulu. Etape ini sambung menyambung, menjadi alternatif rute yang bisa dipilih saat berarum jeram.

Bentang alam di sepanjang sungai membuat kontur sungai menjadi berliku, bergelombang dan diapit oleh tebing-tebing terjal. Tingkat kecuramannya juga cukup besar sehingga membentuk jeram-jeram besar dan bervariasi dari grade 4 hingga 5+.

Terhitung sejak tahun 2000, Sungai Asahan telah tercatat dalam kalender olahraga rafting internasional dengan festival The Asahan Whitewater Festival. Sayangnya makin ke sini festival ini tidak lagi diadakan, terakhir festival ini digelar tahun 2010 lalu.

Selain memiliki potensi wisata alam yang berbagai macam, di Lembah Asahan juga terdapat bangunan bersejarah, yaitu Jembatan Parhitean. Jembatan ini adalah salah satu jembatan tertua di Sumatera Utara yang mulai dibangun tahun 1936 dan selesai pada tahun 1949.

Jembatan yang berada tepat di atas aliran Sungai Asahan ini menghubungkan antara Desa Parhitean, Kecamatan Meranti Timur di Kabupaten Toba Samosir dengan Desa Tangga, Kecamatan Aek Songsongan di Kabupaten Asahan. 

Meski telah berusia lebih dari setengah abad dan setiap harinya dilalui ratusan hingga ribuan kendaraan, jembatan ini masih berdiri kokoh hingga kini.

Itulah sedikit cerita tentang pesona Ngarai Sigura-Gura atau dikenal dengan nama Lembah Asahan ini. Dengan berbagai macam potensi wisatanya yang menawan dan berbagai rupa, rasanya tidak salah jika tempat tersebut dijuluki sejengkal surga di balik tebing-tebing terjal.  (***)




R24/dev 

 
 

Bagikan :
Sumber:
detik
#Tagline News : Riau | Berita Riau | Berita Pekanbaru | Berita Kampar | Berita Siak | Berita Inhu | Berita Inhil | Berita Bengkalis | Berita Rohil | Berita Meranti | Berita Dumai | Berita Kuansing | Berita Pelalawan | Berita Rohul | Berita Internasional | Advertising Pekanbaru
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Komentar Anda

Nama :
Komentar :
     
riau24_mmuc9_3424.jpg
Inhil, Riau24.com - Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) berharap agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) dapat lebih proaktif, dalam mencari sumber dana bagi pembangunan pasar terapung yang saat ini kondisinya sudah sangat memprihatinkan, Minggu 10 Desember 2017.
loading...
  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru