riau24 Ini Alasan Agar Selalu Pisahkan Pakaian Dalam Saat Mencuci
Jumat, 19 Oktober 2018

Kesehatan

Ini Alasan Agar Selalu Pisahkan Pakaian Dalam Saat Mencuci

2
Ini Alasan Agar Selalu Pisahkan Pakaian Dalam Saat Mencuci
Ini Alasan Agar Selalu Pisahkan Pakaian Dalam Saat Mencuci
Jakarta, Riau24.com - Meski terkesan sepele, namun mencampur pakaian dalam dengan pakaian lainnya saat mencuci dapat memengaruhi kesehatan lho. Oleh sebab itu, pencucian pun sangat dianjurkan untuk terpisah.

Apa saja alasan kesehatan pencucian pakaian dalam perlu dipisah dari pakaian-pakaian lainnya? Berikut daftarnya, 


1. Kemungkinan ada sisa urine dan feses

Para peneliti menyebutkan bahwa rata-rata pakaian dalam memiliki sepersepuluh dari satu gram sisa urine atau feses selama satu hari. Jadi ketika Anda mencucinya berbarengan dengan pakaian lain, ada sekitar 100 juta bakteri E. coli dan Staphylococcus aureus di dalam air cucian tersebut.

Ya, sebuah penelitian yang dilakukan oleh Dr Charles Gerba, seorang profesor mikrobiologi di University of Arizona, telah menyimpulkan bahwa menempatkan hanya satu potong pakaian dalam dengan pakaian lain selama mencuci dapat menyalurkan 100 juta E. coli dalam air.
 

2. Suhu air berbeda

Suhu ideal untuk mencuci pakaian umumnya sekitar 15 derajat Celcius, namun Anda perlu tahu bahwa untuk membunuh bakteri di pakaian dalam suhu yang diperlukan adalah minimal 40 derajat Celcius. Oleh sebab itu, Anda perlu mempertimbangkan untuk mencuci pakaian dalam secara terpisah, dengan suhu air yang lebih tinggi pula.
 

3. Tercampur pakaian bayi dan anak

Bayi, anak-anak dan lansia memiliki kekebalan tubuh yang lebih rendah dibandingkan orang dewasa pada umumnya. Oleh sebab itu, mereka menjadi lebih rentan terhadap infeksi. Mencampur pakaian dalam dengan cucian pakaian bayi, anak dan lansia dikatakan oleh peneliti merupakan kebiasaan yang tak sehat.

Penyebabnya, kotoran dan bakteri dari pakaian dalam sangat mungkin untuk tercampur di pakaian bayi, anak dan lansia tersebut.
 

4. Ada barang dapur

Selain tercampur dengan pakaian bayi, kemungkinan buruk lainnya adalah bakteri dan kotoran dari pakaian dalam tercampur dalam barang-barang dapur seperti serbet. Jika kita tidak memisahkan dua jenis pakaian ini, tentu saja handuk atau lap dapur dapat terinfeksi dengan Staphylococcus aureus dan E.coli, kemudian berpindah ke peralatan dapur.   (***)




R24/dev 


Bagikan :
Sumber:
detikcom
#Tagline News : Riau | Berita Riau | Berita Pekanbaru | Berita Kampar | Berita Siak | Berita Inhu | Berita Inhil | Berita Bengkalis | Berita Rohil | Berita Meranti | Berita Dumai | Berita Kuansing | Berita Pelalawan | Berita Rohul | Berita Internasional | Advertising Pekanbaru
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Komentar Anda

Pokervita
Selasa, 15 Mei 2018 12:28 wib
Mari Bergabung bersama kami di P0KERV1TA Mengapa anda harus memilih kami.? Kami adalah Agen P0KER Terpercaya P0KERV1TA ~ Transaksi super cepat & aman ~ Deposit ringan , hanya Rp 10.000 ~ Menggunakan Bank Lokal ( BCA , Mandiri , DANAMON , BNI & BRI ) ~ Bonus yang menarik ~ Pelayanan Customer Service 24/7 yang ramah dan profesional ~ Kerahasiaan data anda terjamin 100% ~ 100% Terpercaya Agen Poker Terpercaya
Juliana Lim
Jumat, 12 Januari 2018 07:57 wib
Untuk mengetahui info lebih lanjut anda bisa datang / hubungi Customer kami untuk bertanya persyaratan nya dan kami siap melayani anda sangat cepat. Buruan Claim Promo Angpao kami segera .. https://goo.gl/Q326fm HP: +6281377055002 BBM: D1A1E6DF YM: BOL-A-V-ITA (GARIS NYA DI HAPUS) WECHAT ID: BOL-A-V-ITA (GARIS NYA DI HAPUS) Terima Kasih Atas Kunjunganya...
Nama :
Komentar :
     
riau24_tymsx_3833.jpg
Pelalawan, Riau24.com - Sejak berjalannya Program Percepatan Infrastruktur Desa (PPID) di kabupaten Pelalawan, demi mewujudkan Pelalawan EMAS (Ekonomi Mandiri Aman dan Sejahtera), program tersebut terus digalakkan oleh HM Harris di periode kedua menjabat bersama Wakilnya, Drs Zardewan.
loading...
  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru