riau24 Tumpukan Batu Misterius di Aliran Sungai Cibinong Masih Jadi Misteri
Minggu, 18 Februari 2018

Traveling

Tumpukan Batu Misterius di Aliran Sungai Cibinong Masih Jadi Misteri

0
Tumpukan Batu Misterius di Aliran Sungai Cibinong
Tumpukan Batu Misterius di Aliran Sungai Cibinong Masih Jadi Misteri
Pekanbaru, Riau24.comPuluhan tumpukan batu misterius tersebut ditemukan warga pada Kamis, 14 Februari 2018. Tumpukan batu tertata rapi baik di tengah aliran, maupun pinggiran sungai.
 
Temuan itu menghebohkan warga disekitar lokasi. Informasi ini pun cepat menyebar di media sosial. Dan bahkan ada yang menyebutkan bahwa tumpukan batu itu bukan perbuatan manusia. Dilain sisi, ada juga yang menyebutkan itu dilakukan oleh ulah manusia yang iseng.
 
Lokasi aliran sungai Cibinong itu dikenal dengan lokasi yang angker. Tepatnya di Desa Jayabakti, Kecamatan Cidahu, Kabupayen Sukabumi, Jawa Barat.
 
Meski tak rasional, ada saja warga yang menghubungkan temuan ini dengan hal-hal berbau mistis. Tumpukan batu pun dibongkar pejabat Musyarawah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Cidahu. 
 
Canat Cidahu, Ading Ismail pada waktu lalu, Kamis (2/2/2018) menyebutkan, "Ini bisa menimbulkan kemusyrikan. Kalau masyarakat mempercayai adanya kekuatan lain, khawatir menyimpang dari ajaran agama."
 
Hal ini menjadi salah satu alasan yang membuat camat bersama pejabat muspika setempat serta tokoh agama, merasa harus mengambil sikap. Puluhan tumpukan batu misterius ini pun diruntuhkan. 
 
Kendati demikian, bukan berarti camat dan pejabat setempat mempercayai informasi mistis ini. Tumpukan batu serupa sudah banyak dibuat di daerah lain. Tentunya dibuat oleh manusia. 
 
Ading mengungkapkan alasan lain yang membuat pihaknya berinisiatif membongkar tumpukan batu misterius itu. Temuan tersebut sudah terlalu menghebohkan. Banyak warga yang datang, khawatir terjadi musibah. 
 
"Ini kan sedang musim hujan. Kami khawatir debit air Sungai Cibojong tiba-tiba besar hingga ada yang menjadi korban," kata Ading. 
 
"Kami belum mengetahui siapa yang membuatnya," ujar Sekretaris Desa Jayabakti, Agus Muzamil.
 
Agus tidak memungkiri bahwa lokasi temuan tumpukan batu dikenal angker. Dulu, lokasi tersebut dikenal dengan sebutan Pencelut. 
 
"Itu sebutan kolot baheula (orang tua zaman dulu). Artinya tempat siluman," kata Agus. 
 
Aliran sungai tempat temuan batu misterius dimanfaatkan untuk irigasi sawah. Tidak hanya untuk irigasi sawah di Desa Jayabakti, namun juga untuk desa tetangga seperti Desa Pasirdotong, Pondok Kaso, dan Pondok Kaso Tengah. 
 
 

Bagikan :
#Tagline News : Riau | Berita Riau | Berita Pekanbaru | Berita Kampar | Berita Siak | Berita Inhu | Berita Inhil | Berita Bengkalis | Berita Rohil | Berita Meranti | Berita Dumai | Berita Kuansing | Berita Pelalawan | Berita Rohul | Berita Internasional | Advertising Pekanbaru
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Komentar Anda

Nama :
Komentar :
     
riau24_swpvt_3508.jpg
Inhil, Riau24.com - Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan mengunjungi para pasien yang dirawat di RSUD Puri Husada Tembilahan, Selasa 13 Februari 2018 pagi.
loading...
  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru