riau24 Kisah Para Wanita Karir yang Harus Berpisah Dengan Anaknya
Senin, 16 Juli 2018

Lifestyle

Kisah Para Wanita Karir yang Harus Berpisah Dengan Anaknya

1
Kisah Para Wanita Karir yang Harus Berpisah Dengan Anaknya
Kisah Para Wanita Karir yang Harus Berpisah Dengan Anaknya
Riau24.comMenjadi ibu bekerja memang pilihan. Terkadang ada beberapa hal yang membuat kita memutuskan mengambil pilihan ini. Tidak selalu mudah memang, apalagi ketika menghadapi perasaan bersalah.

Perasaan bersalah itu pernah dialami Gal Gadot, aktris pemeran Wonder Woman, Bun. Ya, dia merasa bersalah karena pekerjaan yang diambilnya berdampak pada putrinya.

"... Perasaan bersalah karena menjadi ibu bekerja adalah hal yang paling sulit," ujar Gal Gadot, dikutip dari Glamour.

Tapi Gal Gadot mencoba berdamai dengan perasaannya. Kata Gal Gadot, ketika putri sulungnya, Alma, berusia sekitar dua tahun, dia sering kali merasa sangat cemas karena harus membawa putrinya ke mana-mana, bahkan harus pergi ke negara-negara berbeda.

ntungnya saat kecemasan itu sering melanda, Gal Gadot mendapat penguatan dari sang suami, Jaron Varsano. "Gal, coba pikirkan kamu ingin jadi role model yang seperti apa. Kalau kamu ingin menunjukkan pada Alma bahwa dia bisa mengejar mimpi-mimpinya, maka inilah yang sedang kamu lakukan," ucap Gal Gadot menirukan saran sang suami.

Kalimat sang suami membuat Gal Gadot yakin dan percaya diri pada langkah yang diambilnya. Bahkan saat aktif di dunia film, Gal Gadot hamil lagi.

"Saya tahu hamil saat syuting Justice League," terangnya, dikutip dari Cosmopolitan.

Kehamilan kedua Gal Gadot kala itu juga nggak mudah, Bun. Dia mengalami migrain yang parah saat hamil. Kala itu Gal Gadot berusaha menyembunyikan ekspresi nggak nyamannya karena migrain dengan mengenakan kacamata hitam. Si kecil yang dinanti, Maya, akhirnya lahir pada Maret 2017.

Terkait rasa bersalah yang dialami ibu bekerja, sebenarnya wajar saja, Bun. Ada ibu bekerja yang di rumah jadi uring-uringan karena situasi di kantor yang membuatnya nggak nyaman. Alhasil si ibu pun jadi merasa bersalah pada anak dan keluarganya.

Apalagi kalau anak harus dititipkan di tempat penitipan anak, dan harus selalu dijemput paling akhir. Duh, sedih banget ya.

"Yang perlu diingat adalah fokus dalam mengerjakan sesuatu. Ketika di kantor, fokuslah untuk bekerja, jangan teralih dengan memikirkan anak," saran psikolog klinis dewasa dari Klinik Tiga Generasi, Sri Juwita Kusumawardhani yang akrab disapa Wita.

Nah, setelah di rumah, sebaiknya fokus menikmati kebersamaan bareng keluarga ya, Bun. Ya, setiap hal pasti ada konsekuensinya, Bun. Jika kita memang harus bekerja, jangan sampai lupa memantau perkembangan si kecil ya, misalnya dengan memanfaatkan perkembangan teknologi.


Bagikan :
#Tagline News : Riau | Berita Riau | Berita Pekanbaru | Berita Kampar | Berita Siak | Berita Inhu | Berita Inhil | Berita Bengkalis | Berita Rohil | Berita Meranti | Berita Dumai | Berita Kuansing | Berita Pelalawan | Berita Rohul | Berita Internasional | Advertising Pekanbaru
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Komentar Anda

Pokervita
Rabu, 11 Juli 2018 02:16 wib
Salam semua sahabat-sahabat poker mania dan domino mania pokervita kini hadir untuk kepuasan anda dalam bermian poker online dan domino online. tersedia 8 games dalam 1 user id yaitu : POKER- Bandar POKER - DOMINO 99 - Adu Q - Bandar Q - CAPSA SUSUN - SAKONG - BANDAR 66 (New Games) Agen Poker Terpercaya BONUS CASHBACK
Nama :
Komentar :
     
riau24_nyddp_3781.jpg
Inhil, Riau24.com - Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan mengapresiasi rencana penerapan sistem Informasi Pemerintah dan Masyarakat (InPAS) dan mengatakan hal itu sebagai sebuah terobosan cerdas di era digital.
loading...
  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru