riau24 Sembuh Kanker, Anak Berisiko Tinggi Penyakit Ini
Rabu, 13 Desember 2017

Sembuh Kanker, Anak Berisiko Tinggi Penyakit Ini

0
Sembuh Kanker, Anak Berisiko Tinggi Penyakit Ini

Riau24.com - ANAK penyintas kanker atau yang pernah sembuh kanker memiliki risiko diabetes dan penyakit autoimun lainnya yang lebih tinggi, sebuah studi baru menunjukkan.

"Penyembuhan bukan lagi tujuan dari perawatan kanker anak. Karena sebagian besar pasien ini akan bertahan hidup, perhatian harus diberikan pada peningkatan kualitas tantangan hidup dan kesehatan jangka panjang mereka," tulis para peneliti.

Dalam studi tersebut, para peneliti menganalisis data dari lebih 20.000 orang dewasa di Denmark, Islandia, dan Swedia, yang menderita kanker sebelum usia 20 tahun. Peneliti membandingkannya dengan hampir 126.000 orang dewasa yang tidak memiliki kanker anak.

Selama tindak lanjut rata-rata 15 sampai 19 tahun, 3,6 persen dari korban kanker anak dirawat di rumah sakit setidaknya sekali untuk penyakit autoimun. Angka kejadiannya 40 persen lebih tinggi daripada orang dewasa yang tidak memiliki kanker anak, menurut Dr Anna Sallfors Holmqvist, onkologi pediatrik hematologi dan di Skåne University Hospital di Lund, Swedia.

Diabetes dan penyakit Addison menyumbang hampir setengah dari kasus penyakit autoimun di antara penyintas kanker anak, temuan menunjukkan. Addison adalah suatu kondisi di mana kelenjar adrenal tidak berfungsi dengan benar. Penyakit autoimun yang melibatkan kelenjar tiroid juga lebih umum pada kelompok ini.

Risiko terbesar pengembangan gangguan autoimun terlihat pada penderita kanker leukimia, limfoma Hodgkin, kanker ginjal, dan tumor sistem saraf pusat. Risiko mereka 60 persen lebih tinggi daripada mereka yang tidak pernah alami kanker saat anak-anak, menurut laporan yang diterbitkan secara online di Annals of Rheumatic Diseases.

Peningkatan risiko untuk gangguan autoimun memuncak selama lima tahun pertama setelah diagnosis kanker. Tapi risiko sebagian besar tetap bertahan selama 30 tahun dan sampai 50 tahun untuk beberapa kondisi, kata penulis penelitian seperti dilansir dari Health24, Selasa (2/2/2016).

Para peneliti mengatakan bahwa peningkatan risiko gangguan autoimun kemungkinan adalah hasil dari kanker, terapi kemoterapi dan radiasi yang mengubah sistem kekebalan tubuh. Namun, keterkaitan yang terlihat dalam penelitian ini tidak membuktikan hubungan sebab-akibat.

R24/jef/oke 


Bagikan :
#Tagline News : Riau | Berita Riau | Berita Pekanbaru | Berita Kampar | Berita Siak | Berita Inhu | Berita Inhil | Berita Bengkalis | Berita Rohil | Berita Meranti | Berita Dumai | Berita Kuansing | Berita Pelalawan | Berita Rohul | Berita Internasional | Advertising Pekanbaru
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Komentar Anda

Nama :
Komentar :
     
riau24_xnxqc_3405.jpg
Inhil, Riau24.com - Bupati Indragiri Hilir kembali menorehkan prestasi di tingkat Provinsi. Kali ini, HM. Wardan meraih Award dari Komisi Informasi (KI) dalam kategori Pelopor Keterbukaan Informasi Publik Pemerintahan Desa Tahun 2017.
loading...
  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru