riau24 Metode Deteksi Dini untuk Kanker Mulut Dikembangkan di Negeri Kanguru
Jumat, 15 Desember 2017

Metode Deteksi Dini untuk Kanker Mulut Dikembangkan di Negeri Kanguru

0
Ilustrasi
Metode Deteksi Dini untuk Kanker Mulut Dikembangkan di Negeri Kanguru

Sydney, Riau24.com - Kanker mulut belum banyak mendapat perhatian sebab angka penderitanya tidak sebesar kanker payudara atau kanker prostat. Persoalannya, kanker ini sulit terdeteksi sehingga korban jiwa berjatuhan.

Mengapa begitu? Akibat sulit terdeteksi, pasien dengan kanker mulut datang ke dokter dalam keadaan sudah pada stadium lanjut. Padahal kanker mulut yang terlambat ditemukan hanya menyisakan peluang hidup sebesar 30 persen. Itupun kurang dari lima tahun.

Keadaan ini menginspirasi seorang peneliti dari Sydney's University of Technology untuk mengembangkan sebuah tes darah sederhana yang dapat mendeteksi gejala kanker mematikan ini. Oleh Samantha, tes ini diberi nama miLIFE.

miLIFE mendeteksi adanya molekul yang berkaitan dengan kanker mulut, terutama jika molekul tersebut memiliki konsentrasi yang tinggi. Kemampuan ini memberikan miLIFE kelebihan tersendiri, yaitu dapat mendeteksi potensi kanker, bahkan sebelum gejala umum dari kanker ini benar-benar muncul, yaitu borok atau benjolan.

"60 persen pasien datang dalam keadaan sudah ada borok atau benjolan. Padahal kalau ini betulan kanker mulut, prognosis yang bersangkutan sudah rendah," jelas sang penemu, Samantha Khoury, seperti dikutip dari Daily Telegraph, Sabtu (27/2/2016).

Artinya, saat pasien memeriksakan diri ke dokter dalam keadaan sudah ada borok atau benjolan dalam mulutnya, maka pasien sudah berada pada kanker stadium lanjut.

"Sebaliknya, jika kita bisa mendeteksi lebih awal, peluang hidup mereka bisa 90 persen di atas lima tahun," lanjut Samantha yang kini sedang menempuh program PhD di Sydney's University of Technology.

Dibantu oleh Dr Nham Tran dari Centre for Health Technologies, Sydney's University of Technology, Samantha mengaku tes ini merupakan buah dari penelitian yang dilakukannya selama bertahun-tahun.

Dengan menyederhanakan metode deteksi seperti ini, gadis berumur 26 tahun itu berharap agar tes ini dapat dimasukkan ke dalam salah satu dari tes-tes standar yang diberikan oleh dokter umum. Hasilnya pun bisa langsung dilihat dalam 48 jam saja.

Untuk membuktikan efektivitasnya, Samantha dan Dr Tran telah melakukan ujicoba terhadap 400 orang di Sydney, dan metode ini terbukti akurat. Hal lain yang membanggakan adalah tes ini diklaim sebagai metode untuk mendeteksi kanker mulut pertama di dunia, sehingga menarik perhatian banyak ahli kanker di seluruh dunia.

Samantha berharap tes ini sudah bisa didapatkan secara luas dalam kurun 2-3 tahun mendatang. Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa perokok dan peminum alkohol merupakan orang-orang yang rentan terserang kanker mulut, termasuk mereka yang gemar melakukan seks oral, tak peduli berapapun usianya.


R24/Dwi/det 


Bagikan :
Sumber:
#Tagline News : Riau | Berita Riau | Berita Pekanbaru | Berita Kampar | Berita Siak | Berita Inhu | Berita Inhil | Berita Bengkalis | Berita Rohil | Berita Meranti | Berita Dumai | Berita Kuansing | Berita Pelalawan | Berita Rohul | Berita Internasional | Advertising Pekanbaru
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Komentar Anda

Nama :
Komentar :
     
riau24_e3zes_3426.jpg
Inhil, Riau24.com - Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan mengikuti prosesi pelepasan pawai ta'aruf sebagai awal dimulainya  serangkaian kegiatan dalam Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Ke - 36 Provinsi Riau di Kota Dumai, Minggu 10 Desember 2017.
loading...
  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru