riau24 Malas Bersihkan Udel? Hati-hati, Bisa Ada Batunya...
Selasa, 12 Desember 2017

Kesehatan

Malas Bersihkan Udel? Hati-hati, Bisa Ada Batunya...

0
Malas Bersihkan Udel? Hati-hati, Bisa Ada Batunya...
Malas Bersihkan Udel? Hati-hati, Bisa Ada Batunya...

Jakarta, Riau24.com - Si kecil udel alias pusar memang seringkali tersembunyi lantaran tertutup pakaian. Tapi jangan sampai kebersihannya diabaikan, karena batu bisa bersemayam.

Dalam sebuah video yang beredar di YouTube akhir-akhir ini tampak seorang wanita yang menarik batu dari pusar seorang pria. Dalam proses penarikan batu itu, si perempuan menggunakan pinset.
 

Terkait batu yang terbentuk di dalam udel, menurut spesialis kulit dan kelamin dari RS Cipto Mangunkusumo, dr Eddy Karta, SpKK, kasusnya jarang terjadi. Nah, kotoran yang membatu di dalam saluran pusar atau umbilikus disebut omphalolith atau umbolith.

"Mirip dengan kotoran telinga yang tidak pernah dibersihkan, sisa sebum dan keratin dalam jangka waktu lama dapat mengeras membatu," jelas dr Eddy.

Pada beberapa orang, kasus membatunya kotoran memang terkait dengan kebersihan personal. Artinya jika pusar tidak dibersihkan sehingga kebersihannya tidak terjaga, maka bisa jadi terbentuk kotoran yang mengeras atau membatu. Bahkan pada beberapa kasus, kotoran yang membantu ini tidak diketahui hingga bertahun-tahun.

"Kebiasaan kurang rajin membersihkan pusar sehingga terbentuk calculus atau kotoran yang membatu," imbuh dr Eddy.

Menurut dr Eddy Karta, SpKK, sebetulnya keberadaan batu tersebut bisa aman-aman saja dalam jangka waktu lama. Namun dalam kondisi tertentu, misalnya kelembaban berlebihan saat kondisi fisik kurang baik dapat menyebabkan terjadinya infeksi.

"Bahkan bisa bernanah dan menjadi ulkus," kata dr Eddy.

Kotoran yang mengeras atau membatu di dalam udel dikenal sebagai omphalolith atau umbolith. Kotoran yang membatu ini bisa dikeluarkan sendiri tanpa bantuan dokter. Caranya dengan melunakkan batu tersebut.

"Gliserin atau minyak bayi bisa digunakan untuk melunakkan. Ditetesi dan diamkan 12 jam kemudian
diangkat lembut dengan pinset. Jika belum berhasil bisa diulang lagi," kata dr Eddy yang juga berpraktik di EDMO Clinic ini memberikan saran.

Kotoran yang membatu bisa terjadi akibat kurang menjaga kebersihan pusar. Selain itu dapat terjadi pada mereka yang memiliki pusar retraksi ke dalam, misalnya pada mereka yang obesitas. Kondisi ini juga lebih sering dilaporkan pada mereka yang memiliki seboroik atau eksim ketombe.  (***)


R24/mla


Bagikan :
Sumber:
detik
#Tagline News : Riau | Berita Riau | Berita Pekanbaru | Berita Kampar | Berita Siak | Berita Inhu | Berita Inhil | Berita Bengkalis | Berita Rohil | Berita Meranti | Berita Dumai | Berita Kuansing | Berita Pelalawan | Berita Rohul | Berita Internasional | Advertising Pekanbaru
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Komentar Anda

Nama :
Komentar :
     
riau24_mmuc9_3424.jpg
Inhil, Riau24.com - Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) berharap agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) dapat lebih proaktif, dalam mencari sumber dana bagi pembangunan pasar terapung yang saat ini kondisinya sudah sangat memprihatinkan, Minggu 10 Desember 2017.
loading...
  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru