riau24 Inilah Dampak Bahaya Dari Begadang, Ternyata Sangat Mengerikan..
Jumat, 15 Desember 2017

Kesehatan'

Inilah Dampak Bahaya Dari Begadang, Ternyata Sangat Mengerikan..

0
Inilah Dampak Bahaya Dari Begadang, Ternyata Sangat Mengerikan..
Inilah Dampak Bahaya Dari Begadang, Ternyata Sangat Mengerikan..
Pekanbaru, Riau24.comMahasuci Allah yang telah menciptakan malam dan siang, dan yang telah menciptakan rasa kantuk pada makhluknya untuk dapat beristirahat. Malam dan siang adalah tanda kebesaran-Nya, kita memahaminya berdasarkan iman.

Sudah sunatullah, dalam satu hari siang dan malam silih berganti saling menggantikan masing-masing 12 jam hingga sampai suatu saat yang telah ditetapkan. Dalam pembagian waktu tersebut Islam telah menetapkan bahwa Malam adalah waktu untuk beristirahat dan siang adalah waktu untuk beraktifitas mencari karunia-Nya. Dalam suratYunus ayat 67 Allah berfirman :
 
“Dialah yang menjadikan malam bagi kamu supaya kamu beristirahat padanya dan (menjadikan) siang terang benderang (supaya kamu mencari karunia Allah). Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang mendengar.” (QS. Yunus : 67)
 
Tidak mungkin Allah menciptakan malam dan siang tanpa maksud apapun. Dan pada yang demikian itu terdapat hikmah dan manfaat yang bisa dicerna oleh orang yang berakal. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, suri tauladan kaum muslimin, tidak pernah menyia-nyiakan waktu malamnya untuk hal-hal yang tidak bermanfaat (begadang), dan beliau juga tidak pernah memanfaatkan waktu paginya untuk bermalas-malasan.
 
Kita telah ketahui bersama bahwa waktu pagi adalah waktu yang penuh berkah dan di antara waktu yang kita diperintahkan untuk memanfaatkannya. Akan tetapi, pada kenyataannya kita banyak melihat orang-orang melalaikan waktu yang mulia ini. Waktu yang seharusnya dipergunakan untuk bekerja, melakukan ketaatan dan beribadah, ternyata dipergunakaan untuk tidur dan bermalas-malasan.
 
Saudaraku, ingatlah bahwa orang-orang sholih terdahulu sangat membenci tidur pagi. Kita dapat melihat ini dari penuturan Ibnul Qayyim ketika menjelaskan masalah banyak tidur yaitu bahwa banyak tidur dapat mematikan hati dan membuat badan merasa malas serta membuang-buang waktu. Beliau rahimahullah mengatakan,
 
“Banyak tidur dapat mengakibatkan lalai dan malas-malasan. Banyak tidur ada yang termasuk dilarang dan ada pula yang dapat menimbulkan bahaya bagi badan.”
 
Waktu tidur yang paling bermanfaat yaitu :
 
  • Tidur ketika sangat butuh,
  • Tidur di awal malam –ini lebih manfaat daripada tidur di akhir malam-,
  • Tidur di pertengahan siang –ini lebih bermanfaat daripada tidur di waktu pagi dan sore. 

Apalagi di waktu pagi dan sore sangat sedikit sekali manfaatnya bahkan lebih banyak bahaya yang ditimbulkan, lebih-lebih lagi tidur di waktu ‘Ashar dan awal pagi kecuali jika memang tidak tidur semalaman.
 
Menurut para salaf, tidur yang terlarang adalah tidur ketika selesai shalat shubuh hingga matahari terbit. Karena pada waktu tersebut adalah waktu untuk menuai ghonimah (pahala yang berlimpah). Mengisi waktu tersebut adalah keutamaan yang sangat besar, menurut orang-orang sholih. Sehingga apabila mereka melakukan perjalanan semalam suntuk, mereka tidak mau tidur di waktu tersebut hingga terbit matahari. Mereka melakukan demikian karena waktu pagi adalah waktu terbukanya pintu rizki dan datangnya barokah (banyak kebaikan).” (Madarijus Salikin, 1/459, Maktabah Syamilah)
 

BAHAYA TIDUR PAGI

 
  • Tidak sesuai dengan petunjuk Al Qur’an dan As Sunnah.
  • Bukan termasuk akhlak dan kebiasaan para salafush sholih (generasi terbaik umat ini), bahkan merupakan perbuatan yang dibenci.
  • Tidak mendapatkan barokah di dalam waktu dan amalannya.
  • Menyebabkan malas dan tidak bersemangat di sisa harinya.

Maksud dari hal ini dapat dilihat dari perkataan Ibnul Qayyim. Beliau rahimahullah berkata, “Pagi hari bagi seseorang itu seperti waktu muda dan akhir harinya seperti waktu tuanya.” (Miftah Daris Sa’adah, 2/216). Amalan seseorang di waktu muda berpengaruh terhadap amalannya di waktu tua. Jadi jika seseorang di awal pagi sudah malas-malasan dengan sering tidur, maka di sore harinya dia juga akan malas-malasan pula.
 
  • Menghambat datangnya rizki.

Ibnul Qayyim berkata, “Empat hal yang menghambat datangnya rizki adalah [1] tidur di waktu pagi, [2] sedikit sholat, [3] malas-malasan dan [4] berkhianat.” (Zaadul Ma’ad, 4/378)
 
  • Menyebabkan berbagai penyakit badan, di antaranya adalah melemahkan syahwat. (Zaadul Ma’ad, 4/222)

Belum lagi jika ditinjau dari sisi medis, berdasarkan sejumlah penelitian begadang ternyata dapat menyebabkan kanker hati. Mengapa bisa demikian?
 
Karena :
 
Malam hari pukul 9 – 11 : adalah pembuangan zat-zat tidak berguna/beracun (de-toxin) di bagian sistem antibodi (kelenjar getah bening). Selama durasi waktu ini seharusnya dilalui dengan suasana tenang atau mendengarkan musik. Bila saat itu seorang ibu rumah tangga masih dalam kondisi yang
tidak santai seperti misalnya mencuci piring atau mengawasi anak belajar, hal ini dapat berdampak negatif bagi kesehatan.
 
Malam hari pukul 11 – dini hari pukul 1 : saat proses de-toxin di bagian hati,harus berlangsung dalam kondisi tidur pulas.
 
Dini hari pukul 1 – 3 : proses de-toxin di bagian empedu, juga berlangsung dalam kondisi tidur.
 
Dini hari pukul 3 – 5 : de-toxin di bagian paru-paru. Sebab itu akan terjadi batuk yang hebat bagi penderita batuk selama durasi waktu ini. Karena proses pembersihan (de-toxin) telah mencapai saluran pernafasan, maka tak perlu minum obat batuk agar supaya tidak merintangi proses pembuangan kotoran.
 
Pagi pukul 5 -7 : de-toxin di bagian usus besar, harus buang air di kamar kecil.
 
Pagi pukul 7 – 9 : waktu penyerapan gizi makanan bagi usus kecil, harus makan pagi. Bagi orang yang sakit sebaiknya makan lebih pagi yaitu sebelum pukul 6:30. Makan pagi sebelum pukul 7:30 sangat baik bagi mereka yang ingin menjaga kesehatannya. Bagi mereka yang tidak makan pagi harap merubah kebiasaannya ini, bahkan masih lebih baik terlambat makan pagi hingga pukul 9 -10 daripada tidak makan sama sekali.
 
Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang akan mengacaukan proses pembuangan zat-zat tidak berguna. Selain itu, dari tengah malam hingga pukul 4 dini hari adalah waktu bagi sumsum tulang belakang untuk memproduksi darah. Sebab itulah, tidurlah yang nyenyak dan jangan bergadang.
 
Untuk mengantisipasi hal tersebut, tidak ada salahnya apabila kita mengetahui faktor penyebab terjadinya keruskan pada hati, di antaranya adalah :
 
1. Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang adalah penyebab utama.
2. Tidak buang air di pagi hari.
3. Pola makan yang terlalu berlebihan.
4. Tidak makan pagi.
5. Terlalu banyak mengkonsumsi obat-obatan.
6. Terlalu banyak mengkonsumsi bahan pengawet, zat tambahan, zat pewarna, pemanis buatan.
7. Minyak goreng yang tidak sehat.
Sedapat mungkin kurangi penggunaan minyak goreng saat menggoreng makanan, hal ini juga berlaku meski menggunakan minyak goreng terbaik sekalipun seperti olive oil. Jangan mengkomsumsi makanan yang digoreng bila kita dalam kondisi penat, kecuali dalam kondisi tubuh yang fit.
8. Mengkonsumsi masakan mentah (sangat matang) juga menambah beban hati. Sayur mayur dimakan mentah atau dimasak matang 3 – 5 bagian. Sayur yang digoreng harus dimakan habis saat itu juga, jangan disimpan.   (***)




R24/amri


Bagikan :
Sumber:
1liputan.blogspot.com
#Tagline News : Riau | Berita Riau | Berita Pekanbaru | Berita Kampar | Berita Siak | Berita Inhu | Berita Inhil | Berita Bengkalis | Berita Rohil | Berita Meranti | Berita Dumai | Berita Kuansing | Berita Pelalawan | Berita Rohul | Berita Internasional | Advertising Pekanbaru
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Komentar Anda

Nama :
Komentar :
     
riau24_e3zes_3426.jpg
Inhil, Riau24.com - Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan mengikuti prosesi pelepasan pawai ta'aruf sebagai awal dimulainya  serangkaian kegiatan dalam Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Ke - 36 Provinsi Riau di Kota Dumai, Minggu 10 Desember 2017.
loading...
  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru