riau24 Kalau Kesemutannya Begini, Waspadai Gejala Neuropati
Senin, 28 Mei 2018

Kesehatan

Kalau Kesemutannya Begini, Waspadai Gejala Neuropati

1
Kalau Kesemutannya Begini, Waspadai Gejala Neuropati

Jakarta, Riau24.com - Duduk terlalu lama memang bisa membuat seseorang kesemutan. Tapi jika kesemutannya begini, sebaiknya waspadai gejala neuropati atau kerusakan pada saraf tepi.

Diungkapkan Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PP PERDOSSI) Prof Dr dr Moh Hasan Machfoed SpS(K), MS, kesemutan pada dasarnya normal ketika pembuluh darah dihentikan dengan sengaja.

Misalnya ketika kaki sengaja ditekuk saat duduk bersila, lantas kesemutan, maka kesemutan yang dialami normal. Pasalnya, ketika kaki dikembalikan ke posisi semula, aliran darah dilancarkan kembali, kesemutan akan hilang.

"Yang patut diwaspadai gejala neuropati kalau nggak ada angin nggak ada apa, tahu-tahu kesemutan. Duduk sebentar saja kesemutan, itu mesti waspada. Baiknya diperiksakan," kata Prof Hasan usai Media Workshop #LawanNeuropati di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (27/4/2016).

Menurut Prof Hasan, itu berarti kesemutan yang dialami karena kurangnya pasokan darah akibat penyakit dan sifatnya patologis. Ia menambahkan, sering dan derajat keparahan kesemutan tiba-tiba yang dialami tergantung dari berat penyakit yang dialami.

Misalnya pada pasien diabetes, kadar gula darah yang tidak terkontrol membuat darah lebih kental hingga darah lebih sulit mengalir. Pada pasien diabetes, kesemutan atau geringgingan yang makin lama dibiarkan saja, bisa menyebabkan kelumpuhan, demikian disampaikan Prof Hasan.

Dalam kesempatan sama, dr Ahmad Yanuar Sp(S) menambahkan sering kesemutan tanpa sebab, jika dibiarkan saja dan tidak diperiksa atau diobati akan megganggu kualitas hidup seseorang. Misalnya, yang bersangkutan tidak bisa duduk lama dan kerjanya terganggu.

"Sayang banyak yang belum sadar bahwa kesemutan jadi salah satu tanda neuropati. Kesemutan tiba-tiba yang dimulai di bagian tubuh yang ujung-ujung itu gambaran neuropati yang sistemik, bisa karena kekurangan vitamin B atau ada penyakit lain seperti diabetes. Makanya perlu segera cek," kata dr Yanuar.


R24/dev/det 


Bagikan :
Sumber:
#Tagline News : Riau | Berita Riau | Berita Pekanbaru | Berita Kampar | Berita Siak | Berita Inhu | Berita Inhil | Berita Bengkalis | Berita Rohil | Berita Meranti | Berita Dumai | Berita Kuansing | Berita Pelalawan | Berita Rohul | Berita Internasional | Advertising Pekanbaru
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Komentar Anda

Juliana Lim
Rabu, 28 Februari 2018 20:00 wib
Promo ini berlaku mulai tgl 1 Maret 2018 Ayo Buruan Daftar dan untuk lebih perjelas anda bisa menghubungi kami di https://goo.gl/G158cA HP: +6281377055002 BBM: D1A1E6DF YM: BOL-A-V-ITA (GARIS NYA DI HAPUS) WECHAT ID: BOL-A-V-ITA (GARIS NYA DI HAPUS) Terima Kasih Atas Kunjunganya...
Nama :
Komentar :
     
riau24_mqn2p_3663.jpg
Inhil, Riau24.com - Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) berkomitmen menahan laju penyebaran berita palsu atau hoax, khususnya di tahun politik, 2018 dan 2019 melalui beberapa upaya.  
loading...
  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru