riau24 Waspadai Risiko Demensia
Senin, 11 Desember 2017

Kesehatan

Waspadai Risiko Demensia

0
Waspadai Risiko Demensia
Jakarta, Riau24.com -  Sejak awal, pengidap depresi sudah dikesampingkan karena kondisi mereka tidak dianggap penting atau melumpuhkan. Padahal bila dibiarkan hingga memburuk, ada risiko penyakit lain yang siap menghadang.

Khusus untuk lansia, pada dasarnya mereka memang cenderung memperlihatkan gejala depresi seperti murung, apatis, kehilangan minat pada hal-hal yang dilakukannya sehari-hari atau sulit mengendalikan emosi. Tetapi ada yang bersifat permanen, ada juga yang timbul-tenggelam.

Nah, penelitian terbaru yang Erasmus University Medical Centre, Rotterdam, mengungkap, pada lansia yang terus memperlihatkan gejala depresi selama lebih dari tiga tahun berisiko lebih besar mengalami demensia.

Hal ini terungkap setelah peneliti mengamati perbedaan gejala depresi yang diperlihatkan 3.325 partisipan berusia di atas 55 tahun. Partisipan dibagi ke dalam lima kelompok berdasarkan tingkat keparahan depresinya. Pengamatan terhadap gejala depresinya dilakukan selama lebih dari 11 tahun dan risiko demensianya 10 tahun berikutnya.

Di akhir studi tercatat 434 partisipan didiagnosis dengan demensia, bahkan 348 di antaranya mengidap Alzheimer. Peneliti berhasil membuktikan bahwa hanya pada kelompok yang depresinya memburuk dari waktu ke waktu berisiko paling tinggi untuk mengalami demensia.

Bahkan peneliti menambahkan, risiko ini sudah terlihat setelah tiga tahun pertama. Dalam kelompok tersebut dilaporkan 22 persen partisipan didiagnosis demensia.

Namun peneliti juga meyakini risiko demensia tidak berlaku bagi mereka yang gejala depresinya berlangsung dalam jangka pendek atau sesekali muncul saja. Terbukti dari mereka yang gejala depresinya rendah hanya 10 persen yang pada akhirnya mengidap demensia atau 226 orang saja.

"Kalau gejala depresinya memburuk dari waktu ke waktu maka ini bisa jadi metode yang lebih baik untuk memprediksi risiko demensia di kemudian hari, bahkan bila dibandingkan gejala lain," kata ketua tim peneliti, Dr Arfan Ikram.

Dugaan Ikram, depresi dan demensia bisa jadi merupakan gejala dari sebuah kondisi, atau gejala depresi yang memburuk sebenarnya baru awal dari rangkaian gejala demensia pada lansia.


R24/dev/det



Bagikan :
Sumber:
#Tagline News : Riau | Berita Riau | Berita Pekanbaru | Berita Kampar | Berita Siak | Berita Inhu | Berita Inhil | Berita Bengkalis | Berita Rohil | Berita Meranti | Berita Dumai | Berita Kuansing | Berita Pelalawan | Berita Rohul | Berita Internasional | Advertising Pekanbaru
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Komentar Anda

Nama :
Komentar :
     
riau24_fbdat_3388.jpg
Inhil, Riau24.com - APBD 2018 sudah disahkan sebesar Rp1,8 triliun, jika dibandingkan dengan Pendapatan Daerah Inhil di tahun 2017 sebesar Rp1,9 triliun, maka terjadi penurunan pada Pendapatan Daerah sebesar Rp95 miliar atau minus 4.94 persen.
loading...
  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru