riau24 Produk Gagal, Johnson & Johnson Didenda Rp 724 M
Selasa, 22 Mei 2018

Kesehatan

Produk Gagal, Johnson & Johnson Didenda Rp 724 M

0
Produk Gagal, Johnson & Johnson Didenda Rp 724 M
Jakarta, Riau24.com - Pengadilan di Amerika Serikat kembali menghukum perusahaan farmasi Johnson & Johnson (J&J). Kali ini didenda US$ 55 juta atau sekitar Rp 724 miliar, karena bedak bayinya disebut memicu kanker.

Denda tersebut dijatuhkan sebagai ganti rugi bagi Gloria Ristesund, seorang pengguna produk bedak talc J&J termasuk Baby Powder dan Shower to Shower. Selama puluhan tahun, produk-produk tersebut dipakai Ristesund di area genital.

Belakangan, Ristesund didiagnosis mengidap kanker ovarium. Ia juga harus menjalani hysterectomy atau operasi pengangkatan rahim karenanya. Kankernya sendiri sekarang dalam status remisi, yakni membaik setelah operasi.

Juru bicara J&J, Carol Goodrich mengatakan putusan pengadilan bertentangan dengan hasil penelitian selama 30 tahun yang menyimpulkan bahwa penggunaan talc dalam produknya adalah aman. Dikutip dari Reuters, Selasa (3/5/2016), perusahaan ini berniat akan mengajukan banding dan bersikeras bahwa produknya aman.

Bagi J&J, ini adalah kali kedua menghadapi vonis serupa. Dalam persidangan sebelumnya, perusahaan ini juga kalah dan harus membayar Rp 965,5 miliar pada ahli waris salah seorang perempuan yang menggunakan produknya. Perempuan bernama Jackie Fox tersebut meninggal akibat kanker ovarium pada Oktober 2015.


R24/dev/det

Bagikan :
Sumber:
#Tagline News : Riau | Berita Riau | Berita Pekanbaru | Berita Kampar | Berita Siak | Berita Inhu | Berita Inhil | Berita Bengkalis | Berita Rohil | Berita Meranti | Berita Dumai | Berita Kuansing | Berita Pelalawan | Berita Rohul | Berita Internasional | Advertising Pekanbaru
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Komentar Anda

Nama :
Komentar :
     
riau24_y32vy_3649.jpg
Inhil, Riau24.com - Dalam rangka mengenang 20 tahun reformasi di Indonesia, sejumlah kalangan berpendapat masih banyak agenda reformasi yang belum terlaksana sepenuhnya. Aspek yang paling banyak disoroti adalah ekonomi.
loading...
  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru