riau24 Kisah Ibu Yang Berjualan Celengan Demi Anak Yang Alami Cacat Lahir
Senin, 18 Desember 2017

True Story

Kisah Ibu Yang Berjualan Celengan Demi Anak Yang Alami Cacat Lahir

0
Kisah Ibu Yang Berjualan Celengan Demi Anak Yang Alami Cacat Lahir
Jakarta, Riau24.com - Rumman Haura Nabila, balita berusia 2 tahun 8 bulan ini mengidap kelainan cacat sejak lahir. Sang ibu, Siti Maemunah, akhirnya berjualan celengan untuk memenuhi kebutuhan Haura.

Ditemui di kediamannya, Jl Margonda Raya, Gang Beringin, RT 004/018, Depok, Jawa Barat, Siti mengisahkan Haura memiliki sejumlah cacat bawaan lahir. Kondisi ini membuat Haura tidak memiliki langit-langit mulut, bibir sumbing, tumor di dekat mata, jari tangan dan kaki yang menempel serta gangguan jantung dan lambung.

"Jadi Haura nggak bisa makan dengan normal. Makannya harus susu khusus yang dimasukkan lewat selang langsung ke lambungnya. Dia juga sering muntah-muntah," ungkap Siti mengawali cerita kepada detikHealth, baru-baru ini.

Keadaan Haura sudah diprediksi sejak usia kandungan Siti 4 bulan. Lewat pemeriksaan ultrasonografi (USG) dokter memberitahu Siti bahwa janinnya memiliki banyak kelainan.

Menggugurkan kandungan pun tidak bisa menjadi pilihan. Selain risiko perdarahan yang tinggi, Siti juga tidak tega mengambil 'jalan pintas' yang harus mengorbankan nyawa janinnya.

"Aku bilang ke dokter nggak usah digugurin. Biar bagaimanapun ini kan anak kita. Saya percaya Allah juga nggak akan ngasih cobaan yang tidak bisa ditanggung hambanya," terangnya.

Proses persalinan berlangsung normal. Hanya saja, keluarga bahkan Siti sendiri sempat kaget karena kondisi fisik Haura tersebut. Ia pun memutuskan untuk segera membawa Haura berobat ke RSUD Ciawi, sebelum akhirnya dirujuk ke RS Cipto Mangunkusumo.

Di RSCM, dokter menjelaskan bahwa beberapa kondisi fisik Haura bisa ditangani dengan operasi bedah plastik. Operasi pertama pun dilakukan untuk menghilangkan bibir sumbing. Total sudah 5 operasi yang dilakukan tim dokter untuk Haura dan masih ada beberapa operasi lagi yang sudah dijadwalkan.

"Pertama untuk bibir sumbing, kedua itu operasi langit-langit mulut. Setelah itu pemisahan jari tangan dan kaki yang nempel. Terakhir itu operasi CTEV (congenital talipes equinovarus) karena kaki Haura bengkok ke belakang jadi dilakukan pemutusan dan pemanjangan tendon," terang Siti.

"Untuk tumor dan operasi lanjutan langit-langitnya belum karena menunggu berat badan Haura naik dulu. Dokter bilang minimal 12,2 kg baru bisa operasi. Sekarang Haura masih 10,8 kg," lanjutnya.


Jual Celengan dari Kaleng Bekas

Siti dan Haura merupakan pasien pemegang kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Oleh karena itu, seluruh biaya pengobatan termasuk operasi, obat, dan rawat jalan ditanggung oleh pemerintah.

Hanya saja, JKN tidak menanggung kebutuhan sehari-hari Haura. Karena kondisinya, Haura tidak bisa makan dengan normal layaknya balita lain, dan harus makan menggunakan selang. Haura hanya mampu mengonsumsi susu khusus dengan merek Peptamen Junior.

Pekerjaan Siti yang hanya berupa buruh cuci dan gosok tidak mampu mencukupi kebutuhan susu seharga kurang lebih Rp 300 ribu tersebut. Ditambah lagi, Siti hanya seorang diri karena suaminya sudah tidak diketahui lagi kabarnya.

"Haura itu sehari bisa satu kaleng yang kecil (kebutuhan susunya) soalnya dia kan nggak bisa makan yang lain. Satu kaleng susu Peptamen harganya Rp 270-310 ribu tergantung belinya di mana," urai Siti.

Setelah melihat banyaknya kaleng susu bekas milik Haura, timbul ide untuk memanfaatkan limbah tersebut. Siti mengaku mendapat ide membuat celengan dari internet. Niatnya, celengan yang tidak seberapa jumlahnya itu akan ia jual sebagai modal tambahan untuk membeli susu Haura.

Tak dinyana, postingan Siti di situs media sosial Facebook dibagikan oleh salah seorang temannya. Tak butuh waktu lama, hanya dalam waktu beberapa hari postingan tersebut menjadi viral dan Siti kebanjiran orderan untuk membuat celengan.

Celengan dengan motif dan warna-warna lucu tersebut dijual seharga Rp 20 ribu hingga Rp 30 ribu, tergantung besarnya. Saat ini, sudah ada lebih dari 100 celengan yang terjual dan pembelinya datang dari berbagai daerah di Indonesia.

"Kita sih alhamdulillah. Saya juga nggak nyangka akan sebanyak ini yang pesan karena niat awalnya cuma iseng aja buat nambah-nambahin," kata Siti. Setelah mendapat banyak pesanan celengan, Siti juga mendapat sumbangan kaleng-kaleng susu bekas aneka merek dari banyak orang.

Siti menolak jika postingannya di media sosial merupakan iklan untuk mengemis atau menjual kondisi anak. Ia mengatakan beberapa komentar di postingannya berisi kata-kata demikian. Meski begitu, ia tidak melihat ada hal yang salah karena apa yang dilakukannya lebih baik daripada mengemis. Selain itu upayanya menjual celengan pun halal.

"Ada yang komen saya jualan anak, masa orang miskin bisa internetan, yang kayak gitu bikin sakit hati juga karena mereka kan nggak merasakan gimana kondisi saya. Tapi saya melakukan ini untuk Haura dan alhamdulillah yang dukung banyak," ungkapnya.

Siti mengaku tidak menyerah dengan kondisi Haura saat ini. Ia mengaku bangga dan bersyukur memiliki anak seperti Haura dan akan terus berjuang demi kesehatan dan kesembuhan anaknya.

"Saya berpikir, Haura tidak berbeda dengan anak-anak lainnya. Saya tidak ingin Haura minder dengan kondisinya dan saya nggak pernah menutupi kondisi Haura. Haura lahir dengan kondisi ini merupakan berkah bagi saya," tutupnya.


R24/dev


Bagikan :
Sumber:
#Tagline News : Riau | Berita Riau | Berita Pekanbaru | Berita Kampar | Berita Siak | Berita Inhu | Berita Inhil | Berita Bengkalis | Berita Rohil | Berita Meranti | Berita Dumai | Berita Kuansing | Berita Pelalawan | Berita Rohul | Berita Internasional | Advertising Pekanbaru
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Komentar Anda

Nama :
Komentar :
     
riau24_nfrwg_3427.jpg
Inhil, Riau24.com - Bupati Inhil HM Wardan terus melakukan peninjauan kegiatan pembangunan yang sedang berjalan di lapangan, guna memastikan pengerjaannya berjalan dengan baik.
loading...
  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru