riau24 Pilek Menahun Tak Kunjung Sembuh Bisa Jadi Gejala Kanker Nasofaring
Kamis, 14 Desember 2017

Kesehatan

Pilek Menahun Tak Kunjung Sembuh Bisa Jadi Gejala Kanker Nasofaring

0
Pilek Menahun Tak Kunjung Sembuh Bisa Jadi Gejala Kanker Nasofaring
Jakarta, Riau24.com - Pilek memang penyakit bersumber virus yang bisa sembuh sendiri. Namun jika pilek terjadi bertahun-tahun, pakar mengatakan bisa jadi tanda gejala kanker nasofaring.

Dr dr Cita Herawati, SpTHT-KL, dari RS Kanker Dharmais mengatakan kanker nasofaring memang kalah populer dibanding jenis kanker ganas lainnya. Gejalanya pun mirip-mirip dengan sinusitis sehingga seringkali terabaikan.

"Gejala awalnya itu pilek atau common cold. Tapi terjadinya menahun alias nggak sembuh-sembuh. Pasien juga biasanya merasa nggak enak telinganya, atau mimisan sedikit-sedikit tapi sering," tutur dr Cita.

Dikatakan dr Cita, gejala-gejala seperti ini sangat umum sehingga pasien jarang berobat ke spesialis. Nah, pada pilek dan keluhan di telinga akibat kanker nasofaring, gejalanya tidak akan hilang meski sudah mendapat obat dari dokter umum.

Di tingkat yang lebih parah, gejala lanjutan yang muncul antara lain benjolan di leher dan pendengaran berkurang. Selain itu, pasien juga biasanya mengalami gangguan penglihatan berupa penglihatan ganda atau double.

"Ketika sudah begini pun seringnya tidak ke THT. Benjolan di leher ke dokter bedah untuk diangkat dan gangguan penglihatan berobatnya ke dokter mata. Padahal gejala-gejala ini merupakan tanda kanker nasofaring memasuki stadium lanjut," ungkapnya.

Ia mengatakan mortalitas atau angka kematian kanker nasofaring di stadium awal termasuk sedang, yakni 10 persen. Namun jika sudah memasuki stadium lanjut, mortalitas bisa meningkat hingga 60 persen.

Angka harapan hidup pasien untuk 5 tahun pun berkurang dari stadium 1 di 70-100 persen menjadi 50 persen di stadium 4. Maka dari itu, penting bagi masyarakat untuk memperkaya informasi tentang kanker nasofaring.

"Soalnya kita ini termasuk berisiko tinggi. Satu karena polusi udara dan kedua karena ras mongoloid, dalam artian orang Asia, lebih berisiko memiliki virus eipstein-bar daripada ras lainnya," ungkap dr Cita.


R24/dev


Bagikan :
#Tagline News : Riau | Berita Riau | Berita Pekanbaru | Berita Kampar | Berita Siak | Berita Inhu | Berita Inhil | Berita Bengkalis | Berita Rohil | Berita Meranti | Berita Dumai | Berita Kuansing | Berita Pelalawan | Berita Rohul | Berita Internasional | Advertising Pekanbaru
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Komentar Anda

Nama :
Komentar :
     
riau24_sde4m_3406.jpg
Inhil, Riau24.com - Puluhan pengurus Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) dan Dewan Pimpinan Ranting Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Pulau Burung berikrar untuk senantiasa berupaya mencapai tujuan dan mematuhi peraturan organisasi yang berlaku.
loading...
  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru