riau24 Tantangan Indonesia Menjadi Produsen Kopi Terbesar di Dunia
Selasa, 12 Desember 2017

Tantangan Indonesia Menjadi Produsen Kopi Terbesar di Dunia

0
ilustrasi Petani Kopi
Tantangan Indonesia Menjadi Produsen Kopi Terbesar di Dunia

Jakarta-Riau24.com - Peringkat Indonesia sebagai produsen kopi terbesar di dunia terus menurun, hingga menduduki peringkat keempat pada tahun ini setelah Brasil, Vietnam dan Kolombia.

Padahal menurut Manajer Pemasaran PT Taman Delta Indonesia, satu perusahaan eksportir kopi, pada 2011 Indonesia menduduki urutan ketiga dan bahkan sebelumnya sempat menjadi negara eksportir kopi terbesar kedua di dunia. 

"Indonesia pernah menguasai kopi dunia. Makanya di masa depan saya cukup yakin peluang Indonesia masih cukup terbuka lebar," kata Moelyono dalam sebuah perbincangan dalam peringatan Hari Kopi Internasional di Jakarta, beberapa Selasa (29/9). 

Moelyono sangat yakin Indonesia dapat memperbaiki posisinya di dunia jika masalah-masalah yang dihadapi dalam memproduksi kopi bisa diatasi. 

Kenaikan produksi kopi Indonesia naik 1-2 persen per tahun belum mampu menandingi Brazil, Vietnam dan Kolombia. 

Moelyono menambahkan masalah lain yang dihadapi adalah mutu kopi Indonesia tidak stabil karena petani tidak memilik pengetahuan yang cukup untuk mengolah kopi dengan mutu yang sama setiap kali panen. 

"Mulai dari proses penanamannya, kadar airnya, cara pengeringannya, petani umumnya kurang edukasi. Tugas pengusaha dan pemerintah melatih petani, jangan hanya menuntut petani hasilnya bagus tapi kurang perhatian ke petani," kata Moelyono. 

Kondisi ini, tambah Moelyono, berbeda dengan Vietnam karena pemerintah negara itu sangat mendukung sektor pertanian kopi ditambah lagi sistem pertanian yang sudah matang membuat produktivitas perkebunan kopi tinggi. 

"Pemerintah Vietnam memberikan subsidi pupuk. Kopi diarahkan ke pertanian modern. Selain tanam kopi mereka siapkan infrastrukturnya. Penyiraman, setelah panennya sudah dipersiapkan semua. Indonesia tidak begitu," ujar Moelyono. 

Dia menambahkan pemerintah Indonesiapun harus siap turun ke lapangan untuk memperbaiki kondisi ini, “jangan cuma keluarkan pernyataan saja.” 

Konsumsi Naik

Meski produktivitas perkebunan kopi Indonesia menurun, tren konsumsi terus naik dan kopi masih menjadi komoditas perdatangan tertinggi meski perekonomian negara lesu. 

"Dalam krisis 2008 lalu, kopi salah satu komoditi yang mengalami pertumbuhan di saat konsumsi yang lain turun. Tahun ini krisis, pengusaha kopi malah tambah ramai," kata Moelyono.

Data dari perusahaan ini menyebutkan bahwa konsumsi kopi di Indonesia saat ini naik 5-6 persen per tahun.

Menurut Moelyono kenaikan tingkat konsumsi kopi di Indonesia disebabkan oleh gaya hidup masyarakat. 

“Di Indonesia mayoritas penduduk beragama Islam sehingga mereka lebih memilih kopi sebagai teman berbincang atau minuman untuk mempererat suasana,” kata Moelyono.

R24/rno/cnn


Bagikan :
#Tagline News : Riau | Berita Riau | Berita Pekanbaru | Berita Kampar | Berita Siak | Berita Inhu | Berita Inhil | Berita Bengkalis | Berita Rohil | Berita Meranti | Berita Dumai | Berita Kuansing | Berita Pelalawan | Berita Rohul | Berita Internasional | Advertising Pekanbaru
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Komentar Anda

Nama :
Komentar :
     
riau24_mmuc9_3424.jpg
Inhil, Riau24.com - Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) berharap agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) dapat lebih proaktif, dalam mencari sumber dana bagi pembangunan pasar terapung yang saat ini kondisinya sudah sangat memprihatinkan, Minggu 10 Desember 2017.
loading...
  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru