riau24 Perjuangan Kartini Di Era Globalisasi
Kamis, 14 Desember 2017

Life

Perjuangan Kartini Di Era Globalisasi

0
Perjuangan Kartini Di Era Globalisasi

Pekanbaru, Riau24.com - Bila kita bandingkan perbedaan wanita seabad lalu dengan saat ini, jelas sudah ada perbaikan yang sangat baik. Bila Kartini ketika seabad lalu sangat susah untuk mendapat izin sekolah, mungkin kini ia dapat tersenyum. Dia bisa tersenyum karena bisa melihat kaum hawa mendapatkan kesempatan yang sama dengan laki-laki untuk mengenyam pendidikan, bahkan berprestasi lebih baik.

Seperti yang dialami oleh Sumarni, ibu satu orang anak ini adalah salah satu karyawati dari sebuah perusahaan nasional di Pekanbaru. Prestasi dan jenjang karir yang baik berhasil ia raih hanya dalam waktu tiga tahun sejak mulai berkarir diperusahaan tersebut.

Marni yang bekerja sebagai karyawati selama bertahun-tahun harus mampu membagi waktu antara karir dan keluarga. Dengan kondisi jam kantor dan kehadiran anak pertama, semua masih dapat dikendalikannya. 

"Beda memang antara pria dan wanita, saya dan suami sama-sama kerja, namun siapa yang diharapkan mengurus anak? Pastinya saya sebagai perempuan," kata Marni ketika ditemui Riau24.com, belum lama ini. Walaupun begitu, ia tetap memberikan perhatian dan tanggung jawabnya sebagai seorang ibu untuk mengurus anak dan keluarga.

Perempuan Harus Tangguh

Tak jauh berbeda dengan Marni, Anis seorang karyawati di perusahan nasional lain juga telah mewujudkan mimpi Kartini di era modern. Sebagai seseorang yang memegang posisi penting di sebuah perusahaan nasional, Anis  memiliki tanggung jawab yang begitu besar pada perusahaan.

"Jadi perempuan dan sebagai pemimpin itu harus tangguh dan konsisten," kata Anis, sapaan akrabnya, dalam sebuah kesempatan belum lama ini.

"Konsisten berarti jangan plin-plan dan kuat termasuk siap mengambil risiko atas pilihannya, siapapun yang seperti ini pasti akan dihargai."

Anis bukan hanya sekadar mengutip buku motivasi karyawan. Pengalamannya dalam berkarir selama bertahun-tahun mengajarkan ia banyak hal. Dalam keluarga maupun dalam karir, ia mengaku selalu berusaha demokratis.
Ia tak ragu untuk mendengar berbagai kritik dan saran untuk mengembangkan kemampuannya. Dia menyediakan ruang untuk dikritik agar ia dapat berpikiran lebih terbuka, berdiskusi, serta berani memberitahukan harapannya kepada sang pimpinan. 

Selama bertahun-tahun bekerja menerapkan metode seperti itu, Anis mengaku mengalami banyak kemajuan dalam performa karirnya.

 

 


Bagikan :
#Tagline News : Riau | Berita Riau | Berita Pekanbaru | Berita Kampar | Berita Siak | Berita Inhu | Berita Inhil | Berita Bengkalis | Berita Rohil | Berita Meranti | Berita Dumai | Berita Kuansing | Berita Pelalawan | Berita Rohul | Berita Internasional | Advertising Pekanbaru
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Komentar Anda

Nama :
Komentar :
     
riau24_e3zes_3426.jpg
Inhil, Riau24.com - Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan mengikuti prosesi pelepasan pawai ta'aruf sebagai awal dimulainya  serangkaian kegiatan dalam Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Ke - 36 Provinsi Riau di Kota Dumai, Minggu 10 Desember 2017.
loading...
  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru