riau24 6 Anak Indonesia Yang Mengharumkan Bangsa di Tingkat Internasional
Jumat, 22 Juni 2018

6 Anak Indonesia Yang Mengharumkan Bangsa di Tingkat Internasional

0
6 Anak Indonesia Yang Mengharumkan Bangsa di Tingkat Internasional

Pakaian branded dan mahal tak selamanya lebih baik. Greenpeaace mengungkap 7 merek pakaian ternama yang diproduksi dan atau dijual di Indonesia mengandung bahan beracun.

Koordinator Water Patrol Greenpeace Indonesia, Hilda Meutia, menguraikan bahwa untuk di Indonesia, investigasi dilakukan dengan mengoleksi empat sampel produk yang dijual di Indonesia dan delapan sampel yang diproduksi di Indonesia.

“Kami membeli pakaian itu di cabang-cabang resmi, memastikan yang kami beli tidak palsu. Sampel kami kirim ke laboratorium Greenpeace di London,” katanya.

Hasil investigasi mengungkap, sebanyak 80 persen produk yang dijual di Indonesia mengandung racun. Untuk produk yang diproduksi di Indonesia, prosentasi yang mengandung racun adalah 75 persen.

Merek-merek pakaian yang dijual di Indonesia dan mengandung racun adalah Armani, Esprit, GAP, Mango dan Marks & Spencer. Sementara, merek yang diproduksi di Indonesia dan mengandung racun adalah Calvin Klein, Esprit, GAP, Levi’s dan Marks & Spencer.

Jenis racun yang terdapat dalam produk pakaian itu adalah NPEs (Etoksilat polifenol). Hilda mengungkapkan, senyawa itu adalah surfaktan, berfungsi sebagai emulsifier.

Adanya senyawa NPEs dalam produk menunjukkan pemakaiannya dalam proses produksi. Senyawa ini bisa terlepas ke lingkungan perairan saat produk dicuci, berpotensi merusak ekosistem air dan makhluk hidup di dalamnya atau yang menggunakannya.

Riset menunjukkan, NPEs dapat berfungsi beraksi seperti hormon estrogen, membuat ikan jantan menjadi feminin. Lewat rantai makanan, senyawa berpotensi masuk dalam tubuh manusia dan menyebabkan gangguan hormon.

Ahmad Ashov, Jurukampanye Air Bebas Racun Greenpeace Indonesia mengatakan, tujuan laporan ini adalah mengajak para produsen pakaian untuk tidak menggunakan bahan beracun alam produksinya.

“Greenpeace menuntut merek fashion untuk berkomitmen terhadap nol pembuangan terhadap bahan kimia berbahaya pada tahun 2020, H & M dan M & S, dan meminta pemasok mereka untuk mengungkapkan semua bahan kimia beracun yang dilepaskan dari fasilitas mereka kepada masyarakat di sekitar lokasi pencemaran air,” katanya.
 

Ahmad mengatakan, lokasi industri teksil banyak berlokasi di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jakarta. Dengan praktek tak ramah lingkungan, bahan beracun berpotensi merusak wilayah-wilayah tersebut.

(sumber KPScom/w) 


Bagikan :
Sumber:
merdeka.com
#Tagline News : Riau | Berita Riau | Berita Pekanbaru | Berita Kampar | Berita Siak | Berita Inhu | Berita Inhil | Berita Bengkalis | Berita Rohil | Berita Meranti | Berita Dumai | Berita Kuansing | Berita Pelalawan | Berita Rohul | Berita Internasional | Advertising Pekanbaru
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Komentar Anda

Nama :
Komentar :
     
riau24_h5arn_3681.jpg
Inhil, Riau24.com - Istri Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Indragiri Hilir (Inhil) Zuhenni Sri Dewiani Rudyanto bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Inhil menyerahkan bantuan kepada korban musibah kebakaran di Jalan Tanjung Harapan, Jumat (8/6) sore.
loading...
  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru