riau24 Harus Ada Regulasi Agar Makanan Cepat Saji Anak Lebih Sehat
Senin, 11 Desember 2017

Harus Ada Regulasi Agar Makanan Cepat Saji Anak Lebih Sehat

0
Jika kebijakan baru yang diusulkan di Kota New York disetujui, maka makanan cepat saji anak yang diberikan dengan mainan akan mengandung sedikit kalori, lebih sedikit lemak, dan natrium, ungkap para peneliti melaporkan. (CNN Indonesia internet/ FoodiesFee
Harus Ada Regulasi Agar Makanan Cepat Saji Anak Lebih Sehat
Jakarta, Riau24.com -- Makanan cepat saji anak yang dalam paketnya memberikan mainan akan dibuat menjadi lebih sehat dengan adanya sebuah peraturan baru. Jika kebijakan baru yang diusulkan di Kota New York disetujui, maka makanan cepat saji anak yang diberikan dengan mainan akan mengandung sedikit kalori, lebih sedikit lemak, dan natrium, ungkap para peneliti melaporkan.

“Kita dapat membuat kebijakan yang dapat mendorong ke arah perilaku sehat,” ujar peneliti senior, Marie Bragg dari Fakultas Kedokteran, New York University  di New York, Amerika Serikat, seperti dilansir dari laman Reuters.  

Kebijakan yang diusulkan ke Dewan Kota New York tersebut mengatakan, makanan-makanan cepat saji yang memberikan mainan kecil juga harus menyertakan satu porsi buah, sayur, atau biji-bijian utuh  (whole grain).  Undang-undang ini juga akan membatasi asupan kalori makanan dengan mainan tidak lebih dari 5000 kalori, juga membatasi lemak dan garam.

Untuk memperkirakan efek proporsional asupan kalori itu, para peneliti menganalisis pembelian makanan dari 358 orang dewasa untuk 422 anak-anak di restoran cepat saji Burger King, McDonald, dan Wendy's di New York dan New Jersey pada kurun 2013 dan 2014. Rata-rata anak dalam penelitian ini berusia tujuh tahun.
Seperti dilaporkan dalam American Journal of Preventive Medicine, orang dewasa rata-rata membeli sekitar 600 kalori makanan cepat saji untuk setiap anak, sepertiga dari kalori tersebut merupakan lemak.

Makanan mengandung rata-rata 869 miligram garam. Jumlah kandungan tersebut melebihi setengah dari total batas harian yang direkomendasikan oleh Asosiasi Jantung Amerika.

Para peneliti mengatakan, sekitar 35 persen anak-anak menyantap paket makanan anak-anak yang disertai dengan mainan dari restoran cepat saji. Sekitar 98 persen dari paket makan anak tersebut tidak memenuhi pedoman yang diusulkan.

Jika semua makanan yang menyertakan mainan memenuhi standar yang diusulkan, maka anak-anak akan mengonsumsi sembilan persen kalori lebih sedikit, dan juga akan ada sekitar sepuluh persen pengurangan garam dan kalori lemak.

R24/cnnindonesia/NOE


Bagikan :
Sumber:
cnnindonesia
#Tagline News : Riau | Berita Riau | Berita Pekanbaru | Berita Kampar | Berita Siak | Berita Inhu | Berita Inhil | Berita Bengkalis | Berita Rohil | Berita Meranti | Berita Dumai | Berita Kuansing | Berita Pelalawan | Berita Rohul | Berita Internasional | Advertising Pekanbaru
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Komentar Anda

Nama :
Komentar :
     
riau24_mmuc9_3424.jpg
Inhil, Riau24.com - Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) berharap agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) dapat lebih proaktif, dalam mencari sumber dana bagi pembangunan pasar terapung yang saat ini kondisinya sudah sangat memprihatinkan, Minggu 10 Desember 2017.
loading...
  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru