riau24 Beban PR Terbesar Ada di Negara-negara Berpenghasilan Rendah
Senin, 11 Desember 2017

Beban PR Terbesar Ada di Negara-negara Berpenghasilan Rendah

0
Banyak orang tua merasa bahwa sejak awal anak perlu mengerjakan pekerjaan rumah jika mereka ingin berhasil dalam budaya akademik yang semakin kompetitif. (CNN Indonesia internet/ woodleywonderworks/Flickr)
Beban PR Terbesar Ada di Negara-negara Berpenghasilan Rendah
Jakarta, Riau24.com -- Para reformis di era progresif, pada 1890-an sampai tahun 1920-an, menggambarkan pekerjaan rumah atau PR sebagai 'dosa' karena membuat anak-anak kehilangan waktu bermain mereka. Dewasa ini, menurut Gerald K LeTendre, profesor pendidikan di Universitas Pennsylvania, banyak kritikus menyuarakan kekhawatiran yang sama.

Namun, Gerald mengatakan, ada banyak orang tua merasa bahwa sejak awal anak-anak perlu mengerjakan pekerjaan rumah jika mereka ingin berhasil dalam budaya akademik yang semakin kompetitif.  Para pengelola sekolah dan pembuat kebijakan juga sudah memikirkan hal ini, mereka mengusulkan berbagai kebijakan tentang pekerjaan rumah.

Lantas, apakah pekerjaan rumah dapat membantu, atau sebaliknya justru membebani anak?

Selama sepuluh tahun terakhir, Gerald dan rekan penelitiannya memelajari pola internasional dalam pekerjaan rumah menggunakan basis data dari Trends in Mathematics and Science Study (TIMSS). 

Gerald mengatakan, seandainya kita mundur dari perdebatan panas tentang pekerjaan rumah, lalu melihat bagaimana PR diterapkan di seluruh dunia, maka beban pekerjaan rumah terbesar lebih banyak diberikan di negara-negara dengan pendapatan rendah dan kesenjangan sosial yang lebih tinggi.
Apakah pekerjaan rumah berdampak pada keberhasilan akademik? Gerald mengajak kita untuk melihat tren pekerjaan rumah secara global.

"Tidak diragukan lagi, pekerjaan rumah adalah fenomena global, pelajar dari 59 negara yang berpartisipasi pada TIMSS 2007 melapor mendapat pekerjaan rumah. Di seluruh dunia, hanya kurang dari tujuh persen siswa kelas empat mengatakan bahwa mereka tidak mengerjakan PR," kata Gerald.

TIMSS adalah kumpulan data yang memungkinkan kita membandingkan banyaknya pekerjaan rumah yang diberikan dan yang dikerjakan di sejumlah negara. Dan data TIMSS menunjukkan variasi yang ekstrem.

Di beberapa negara, misalnya Aljazair, Kuwait, dan Maroko, lebih dari satu dari lima siswa kelas empat melaporkan tingkat PR yang tinggi.  Di Jepang, kurang dari tiga persen siswa mengindikasikan bahwa mereka  mengerjakan pekerjaan rumah lebih dari empat jam  di malam hari di waktu normal sekolah.
Data dari TIMSS juga menghilangkan beberapa stereotip umum. Misalnya, di Asia Timur, Hong Kong, Taiwan, dan Jepang,  negara-negara dengan peringkat pencapaian rata-rata matematika teratatas berdasarkan data TIMSS, melapor tingkat pekerjaan rumah berat di bawah rata-rata internasional.

Di Belanda, satu dari lima siswa kelas empat melapor tidak mengerjakan PR di malam hari setelah sekolah. Kendati demikian, Belanda adalah negara yang masuk dalam daftar sepuluh besar rata-rata nilai matematika pada 2007. Jadi, apakah pekerjaan rumah berkaitan dengan keberhasilan akademik?

Gerald mengatakan, di seluruh dunia, PR tidak terkait dengan tingkat prestasi akademik nasional yang tinggi. Namun, menurutnya, data TIMSS tidak dapat digunakan untuk menentukan apakah pekerjaan rumah sebetulnya membantu atau merugikan kinerja akademik secara keseluruhan.

"Itu (Data TIMSS) hanya membantu kita untuk melihat seberapa banyak PR yang dikerjakan siswa, dan melihat kondisi tingkat pekerjaan rumah secara nasional."

"Kami menemukan bahwa beban pekerjaan rumah tertinggi berhubungan dengan negara-negara yang memiliki pendapatan lebih rendah dan tingkat ketimpangan sosial yang lebih tinggi."

R24/cnnindonesia/Noe




Bagikan :
Sumber:
cnnindonesia
#Tagline News : Riau | Berita Riau | Berita Pekanbaru | Berita Kampar | Berita Siak | Berita Inhu | Berita Inhil | Berita Bengkalis | Berita Rohil | Berita Meranti | Berita Dumai | Berita Kuansing | Berita Pelalawan | Berita Rohul | Berita Internasional | Advertising Pekanbaru
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Komentar Anda

Nama :
Komentar :
     
riau24_b8acp_3373.jpg
Pekanbaru, Riau24.com - Sungguh mengharukan jika melihat kondisi pada saat dilaksanakannya pelantikan Kepala Desa (Kades) Tunggal Rahayu Jaya, Kecamatan Teluk Belengkong. 
loading...
  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru