riau24 Revolusi mental ala Pochettino
Minggu, 18 November 2018

Revolusi mental ala Pochettino

2
Revolusi mental ala Pochettino
Jakarta , Riau24.com - Dia, Mauricio Pochettino, pelatih Tottenham Hotspur, kini masuk dalam salah satu kandidat pelatih yang diincar bos Chelsea Roman Abramovich untuk menggantikan Guus Hiddink pada musim depan.

Di bawah proyek besar bernama Revolusi mental, pelatih berpaspor Argentina ini tidak berdiri di menara gading kata-kata di podium sarat tepuk tangan dari pendengar dalam rapat akbar di hotel berbintang bersuhu sejuk. Sejak 2014, prestasinya mengkilap. Ia membuat Tottenham menjadi salah satu tim elite di jajaran Liga Inggris (Premier League) dengan meluncur ke posisi empat besar.

Yang lebih yahud lagi, pria yang dibesut Hotspur sejak 2014 itu, tidak sekedar mencari makan di negeri orang, tetapi memberi sumbangsih kepada timnas Inggris dengan menemukan kemudian melatih bakat-bakat muda. Pria bernama lengkap Mauricio Roberto Pochettino Trossero ini mengandalkan tips mendidik dan memberi edukasi yang benar kepada pemain muda berbakat.

Betapa tidak? Selama dua musim membesut Southampton (2013-14), dia menemukan dan mengembangkan gaya permainan Adam Lallana dan Luke Shaw.

Alhasil, keduanya kontan dipanggil masuk dalam skuad Timnas Inggris. Selain itu, Inggris yang oleh sejumlah pandit sepak bola setempat disebut tengah mengalami paceklik prestasi global, justru bakal dihuni bakat-bakat moncer dalam diri Harry Kane, Tom Carroll, Eric Dier, dan Dele Alli.

Pochettino memberi segudang contoh prestasi, bukan mengandalkan kata-kata belaka. Ia meninggalkan "legacy" membanggakan ketika menangani Espanyol pada kurun 2009-2012.

Melakoni 161 laga, ia meraih 53 kali kemenangan, dan menelan 70 kekalahan. Di Southampton, ia menjalani 60 pertandingan, dengan memetik 23 kali kemenangan, dan menderita 19 kali kekalahan. Sampai pekan ke-23 klasemen Liga Inggris, di bawah arahan Pochettino, justru Tottenham meraih 45 kemenangan, dan 21 kekalahan dari 89 laga.

Sejak tiba di markas White Hart Lane pada musim panas, ia mengobarkan revolusi mental dengan mengubah skema latihan skuad berjuluk the Lilywhites.

Sedari awal hadir berkiprah bersama pemain dan staf pelatih, ia dipandu makna asali kata edukasi, yang berasal dari kata Latin "e-ducere", yang berarti menuntun keluar, mengantar keluar, bergerak keluar.

Semuanya ini, berkaitan dengan pola pembentukan cara berpikir, cara merasa dan cara bertindak dan cara belatih yang dirangkum dalam revolusi mental dengan huruf besar. Spurs menjalani transformasi sebenar-benarnya. Ia justru menerapkan metode latihan bergaya spartan, gaya yang sama ketika masih membesut Southampton.

Revolusi mental ala Pochettino, yakni menambah porsi latihan sampai tiga kali selama menjalani pra-musim dengan berfokus kepada aspek kekuatan fisik. Ia mendaulat para pemainnya berjalan di atas hamparan bara-bara api ketika berlatih di St Mary’s Stadium. Sebelum para pemain asuhannya melakukannya, ia justru lebih dulu memberi contoh.

Kehendak dan keberanian memberi contoh merupakan salah satu wujud dari proses pendidikan yang melibatkan aspek pengertian dan keyakinan bahwa apa yang diperintahkan pelatih atau diminta pemimpin, bernilai baik adanya bagi masa depan.

Pochettino menginstruksikan, "perbuatlah seperti yang saya lakukan, berjalanlah di atas hamparan bara api dengan penuh keyakinan diri. Jangan pernah goyah sejengkal pun!"

Sejumlah pemain yang pernah dilatih Pochettino mengaku bahwa Senin sampai Jumat merupakan "hari penyiksaan" karena harus menjalani latihan bergaya spartan, sementara Sabtu dan Minggu merupakan "hari sukacita dan kedamaian" karena tim melakoni laga.

Revolusi mental diterjemahkan kemudian dijalani oleh Pochettino dengan datang ke lapangan latihan pada pukul 7 pagi kemudian selesai latihan pada pukul 7 petang. Setiap Senin pada pekan tertentu, para pemain boleh beristirahat, Selasa sampai Jumat kembali berlatih keras.

Selama melatih di Espanyol, ia mengawasi betul pergerakan para pemain dalam latihan dengan perangkat teknologi GPS. Setiap Jumat, digelar bahasan taktik dengan menyaksikan tayangan video dari tim lawan yang bakal mereka hadapi.

Striker Dani Osvaldo yang bermain di Espanyol dan memperkuat Southampton mengutarakan, "Ia (Pochettino) membuat anda bekerja dan berlatih layaknya anjing. Terkadang anda membunuh dia, tetapi semuanya itu berjalan dan berguna di masa depan."
'


Bagikan :
#Tagline News : Riau | Berita Riau | Berita Pekanbaru | Berita Kampar | Berita Siak | Berita Inhu | Berita Inhil | Berita Bengkalis | Berita Rohil | Berita Meranti | Berita Dumai | Berita Kuansing | Berita Pelalawan | Berita Rohul | Berita Internasional | Advertising Pekanbaru
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Komentar Anda

Juliana Lim
Selasa, 01 Mei 2018 17:37 wib
Buruan Daftar di Bolavita yang akan memberitahukan prediksi score bola di piala 2018
Juliana Lim
Jumat, 19 Januari 2018 14:06 wib
Untuk mengetahui info lebih lanjut anda bisa datang / hubungi Customer kami untuk bertanya persyaratan nya dan kami siap melayani anda sangat cepat. Buruan Claim Promo Angpao kami segera .. https://goo.gl/Q326fm HP: +6281377055002 BBM: D1A1E6DF YM: BOL-A-V-ITA (GARIS NYA DI HAPUS) WECHAT ID: BOL-A-V-ITA (GARIS NYA DI HAPUS) Terima Kasih Atas Kunjunganya...
Nama :
Komentar :
     
riau24_q3tus_3839.jpg
Riau24.com - MERANTI - Sebagai daerah pemekaran baru, Kabupaten Kepulauan Meranti terus menggesa pembangunan infrastruktur. Terutama infrastruktur jalan. Karena diyakini dengan dibukanya akses jalan dengan kualitas terbaik akan mendorong peningkatan ekonomi masyarakat.
loading...
  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru