riau24 Ekonomi Global dan Risiko Domestik
Senin, 18 Desember 2017

Ekonomi Global dan Risiko Domestik

0
Ekonomi Global dan Risiko Domestik
Riau24.com - EKONOMI domestik masih menghadapi tantangan seiring rentannya pertumbuhan ekonomi global. Meski tahun ini pertumbuhan ekonomi global diprediksi lebih baik dari tahun lalu, masih menyimpan sejumlah risiko. Dana Moneter Internasional (IMF) menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi global untuk periode dua tahun mendatang. Lembaga dunia tersebut memperkirakan ekonomi dunia pada 2016 tumbuh 3,4% dan 3,6% untuk 2017.

Tantangan lain yang dihadapi perekonomian nasional adalah terkait dampak global yang ditimbulkan oleh proses normalisasi kebijakan moneter Amerika Serikat (AS), baik dari sisi waktu maupun besaran perubahan tingkat suku bunga The Fed (Fed Fund Rate). Setelah suku bunga The Fed naik pada pertengahan Desember 2015, tahun ini diperkirakan perlahan masih akan naik. 

Tantangan berikutnya adalah penurunan harga komoditas yang diperkirakan masih berlanjut pada 2016 sejalan berakhirnya super-cycle harga komoditas dan rendahnya permintaan dari negara tujuan ekspor. Pertumbuhan ekonomi China yang melambat berakibat pada menurunnya laju produksi, konsumsi, dan investasi sehingga memberikan pengaruh signifikan pada perekonomian global. China yang memiliki pangsa pasar global mencapai 56% ikut memukul penurunan kinerja ekspor Indonesia, terutama ekspor komoditas akibat turunnya permintaan komoditas dari China. 

Di tengah perlambatan ekonomi global dan domestik, kinerja ekspor dan impor juga terkena dampaknya. Pada 2015 kinerja ekspor dan impor kurang menggembirakan. Ter-depresiasinya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ternyata tidak mampu meningkatkan nilai ekspor nasional secara signifikan. Perkembangan ekspor yang kurang menggembirakan di antaranya disebabkan oleh banyak hal, terutama menyangkut anjloknya harga-harga komoditas ekspor utama di pasar dunia. 

Sementara era booming ekspor komoditas pada tahun sebelumnya tidak dimanfaatkan oleh pemerintah untuk mempersiapkan diri meningkatkan daya saing ekspor nonmigas dan komoditas, terutama sektor manufaktur baik dalam memperkuat daya saing dan nilai tambah serta mengatasi defisit. 

Pada 2015 ekspor Indonesia turun 14,62% dari USD176,29 miliar menjadi USD150,25 miliar. Adapun nilai impor turun 19,89% dari USD178,18 menjadi USD142,74 miliar.

Faktor penting lainnya yang menghambat potensi peningkatan ekspor adalah terbatasnya sarana dan prasarana penunjang ekspor serta pembiayaan perdagangan ekspor dan impor (trade financing). 

.

Bagikan :
#Tagline News : Riau | Berita Riau | Berita Pekanbaru | Berita Kampar | Berita Siak | Berita Inhu | Berita Inhil | Berita Bengkalis | Berita Rohil | Berita Meranti | Berita Dumai | Berita Kuansing | Berita Pelalawan | Berita Rohul | Berita Internasional | Advertising Pekanbaru
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Komentar Anda

Nama :
Komentar :
     
riau24_nfrwg_3427.jpg
Inhil, Riau24.com - Bupati Inhil HM Wardan terus melakukan peninjauan kegiatan pembangunan yang sedang berjalan di lapangan, guna memastikan pengerjaannya berjalan dengan baik.
loading...
  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru