riau24 Kelas Menengah, Gerakan, dan Aktivisme Online
Sabtu, 16 Desember 2017

Opini

Kelas Menengah, Gerakan, dan Aktivisme Online

0
Kelas Menengah, Gerakan, dan Aktivisme Online

Penetrasi internet dalam ruang sosial politik kelas menengah Indonesia semakin masif dalam tahun mutakhir. Tercatat pengguna internet di Indonesia kini mencapai 72 juta netizen aktif.

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) memaparkan persentase aktivasi internet tersebut yaitu sosialisasi (71%), informasi (65,3%), mengikuti perkembangan zaman (51,2%), dan bersenang-senang (32,6%).

Media sosial menempati fitur teratas dalam aktivasi internet di Indonesia dengan menempatkan aplikasi Facebook (14%), WhatsApp (12%), dan Twitter (11%), sebagai tiga model sosial media teratas kelas menengah Indonesia. Besarnya atensi kelas menengah dalam menggunakan media sosial tersebut merupakan bagian dari upaya membentuk ruang publik baru.

Hal itu juga bagian dari fenomena representasi populer yang tengah menggejala di negara-negara kawasan Asia Tenggara. Masyarakat mencoba membuat saluran representasi baru yang sifatnya informal ketika artikulasi kepentingan dalam arena formal berlangsung secara elitis (Stokke, 2010).

Maka itu, media sosial kemudian dianggap sebagai alat penting dalam artikulasi kepentingan publik tersebut. Krisis representasi menjadi penting untuk dibicarakan dalam menganalisis kemunculan aktivisme politik kelas menengah Indonesia melalui media sosial ini.

Gejala tersebut berkelindan dengan munculnya gelombang media baru (new media) yang menggejala di Indonesia sejak penetrasi internet tersebut. Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa internet telah mengubah kontur maupun tekstur masyarakat Indonesia secara keseluruhan.

Melalui percakapan yang terjadi dalam dunia media sosial tersebut, kelas menengah Indonesia mampu menampilkan dirinya sebagai demos untuk penyeimbang dan pengawas negara. Berbagai gerakan politik mutakhir dari kasus Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) vs Polri pada 2009-2010 hingga relawan pada Pemilu 2014 menunjukkan bahwa kekuatan politik media sosial merupakan kekuatan potensial dalam lanskap politik Indonesia.

Dorongan kelas menengah yang secara intens dan instan dalam mengakses media sosial merupakan elemen penting gerakan politik tersebut. Apalagi, kelas menengah Indonesia kini didominasi kalangan profesional (55%), mahasiswa (18%), dan ibu rumah tangga (16%) merupakan aktor penting yang membuat gerakan politik tersebut berlangsung secara masif dan dinamis.

Adapun pertanyaan penting dalam melihat gejala tersebut adalah sampai sejauh mana keefektifan sosial media sebagai alat politik kelas menengah Indonesia kekinian. Pertanyaan tersebut penting untuk menjawab relasi partisipasi publik dalam demokrasi kekinian.

Digitalisasi pelayanan publik maupun semakin terbukanya pemerintahan dalam skema e-government merupakan upaya pemerintah mendekatkan diri kepada masyarakat sehingga diharapkan mendorong partisipasi publik dalam masyarakat.

Aktivasi internet kelas menengah Indonesia yang masih berupa leisure and pleasure perlu dioptimalkan sebagai kekuatan politik penekan. Hal ini karena jangan sampai aktivisme internet yang kini sedang berkembang terjerembab dalam bentuk aktivisme malas.

Munculnya internet sebagai media gerakan memang berperan penting dalam melakukan transformasi politik, namun itu belumlah menjadi kekuatan solidaritas bersama.

Munculnya platform petisi online seperti change.org merupakan contoh menarik dalam melihat sisi politik tersebut. Sebelumnya gerakan relawan juga sukses menghadirkan gerakan people power masif pasca-1998 yang kesemuanya didorong oleh internet.

 

 


Bagikan :
#Tagline News : Riau | Berita Riau | Berita Pekanbaru | Berita Kampar | Berita Siak | Berita Inhu | Berita Inhil | Berita Bengkalis | Berita Rohil | Berita Meranti | Berita Dumai | Berita Kuansing | Berita Pelalawan | Berita Rohul | Berita Internasional | Advertising Pekanbaru
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Komentar Anda

Nama :
Komentar :
     
riau24_nfrwg_3427.jpg
Inhil, Riau24.com - Bupati Inhil HM Wardan terus melakukan peninjauan kegiatan pembangunan yang sedang berjalan di lapangan, guna memastikan pengerjaannya berjalan dengan baik.
loading...
  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru