riau24 Relawan Politik Jangan Sok Suci
Senin, 11 Desember 2017

Opini

Relawan Politik Jangan Sok Suci

0
Relawan mengkampanyekan pemilu jujur dengan mengusung sejumlah poster.
Relawan Politik Jangan Sok Suci

Riau24.com - Ketika tiba musim pemilihan kepala daerah (pilkada) atau pemilihan presiden (pilpres), bak cendawan di musim hujan, bermunculanlah kelompok-kelompok yang menyebut diri mereka sebagai relawan. Mereka tumbuh sebagai entitas sendiri yang bisa dijadikan mesin politik, yang digerakkan untuk memenangkan atau merebut jabatan politik seperti presiden, gubernur, wali kota, atau bupati.

Karena fungsinya seperti itu, kita sebut saja mereka sebagai relawan politik. Keberadaan relawan politik ini di luar struktur partai politik (parpol). Kehadiran relawan politik ini bahkan bisa dinilai sebagai sebuah protes yang ditujukan kepada parpol. Protes terhadap sikap dan perilaku parpol di dalam memainkan peran politiknya, terutama dalam rekrutmen jabatan politik. Ketika parpol mendukung seseorang menjadi calon kandidat kepala daerah atau presiden, dukungan itu dianggap bukan dukungan yang gratis.

”Tradisinya” harus ada mahar yang harus dibayarkan terlebih dahulu. Mahar itu dibayarkan untuk menyewa ”perahu” yang bernama parpol sebab ”tidak ada makan siang gratis” dalam dunia perpolitikan. Semua harus dibayar secara tunai pula agar bisa mendapatkan secarik kertas yang berupa rekomendasi dari pimpinan tertinggi parpol tersebut sebagai syarat untuk maju sebagai calon seorang pejabat publik alias kepala daerah.

Selain itu, ada kesan umum bahwa calon yang didukung oleh relawan politik adalah calon yang didukung oleh rakyat. Padahal, hal itu tidak sepenuhnya benar sebab relawan lebih sering berupa komunitas (di perkotaan) yang tidak mencerminkan keseluruhan masyarakat (society) atau rakyat. Pada sisi lain, ”kemunculan” mereka sebagai relawan politik tidak mau disamakan dengan kader partai.

Dalam pandangan mereka, kader partai mendukung seorang calon pejabat publik lantaran ada duitnya. Sebaliknya, relawan politik mendukung calon dengan alasan bahwa calon tersebut mendapat dukungan rakyat. Walaupun memang terkadang antara kader partai dan relawan politik sama-sama mendukung calon yang sama, tetapi tetap saja dua pihak itu ”seperti minyak dan air”–meski bersatu, perbedaannya masih jelas kelihatan.

Relawan politik sering memproklamirkan bahwa partisipasi mereka mendukung calon idola berdasarkan pada niat yang tulus, tidak ada embel-embel meminta balas jasa apa pun ketika calon mereka sudah menjadi presiden atau kepala daerah. Relawan politik biasanya juga mengklaim bahwa diri mereka paling suci di dunia politik sebab paling ikhlas berjuang dibandingkan dengan kader partai. Selanjutnya mereka juga menganggap bahwa diri mereka sangat idealis dan tidak seperti kader atau pengurus partai yang kerjanya hanya mencari duit ketika musim pemilu berlangsung.


Bagikan :
#Tagline News : Riau | Berita Riau | Berita Pekanbaru | Berita Kampar | Berita Siak | Berita Inhu | Berita Inhil | Berita Bengkalis | Berita Rohil | Berita Meranti | Berita Dumai | Berita Kuansing | Berita Pelalawan | Berita Rohul | Berita Internasional | Advertising Pekanbaru
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Komentar Anda

Nama :
Komentar :
     
riau24_mmuc9_3424.jpg
Inhil, Riau24.com - Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) berharap agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) dapat lebih proaktif, dalam mencari sumber dana bagi pembangunan pasar terapung yang saat ini kondisinya sudah sangat memprihatinkan, Minggu 10 Desember 2017.
loading...
  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru