riau24 Nak, Maukah Kau Jadi Polisi?
Senin, 18 Desember 2017

Opini

Nak, Maukah Kau Jadi Polisi?

0
Nak, Maukah Kau Jadi Polisi?

"Iya Mas Reza...., sebagian besar banyak yang ingin jadi guru dan ustaz/ustazah..." (Seto Mulyadi, 19/4/2016)

Di sela-sela kesibukannya melakukan roadshow perlindungan anak di puluhan wilayah, Kak Seto, sapaan hangat Seto Mulyadi, aktivis perlindungan anak membingkiskan oleh-oleh berupa cerita seru.

Dalam obrolannya bersama anak-anak TK Amanah Ummah, Desa Pogung (Cawas, Klaten), Senin (18/4/2016), sekian banyak bocah menyebut juru masak sebagai cita-cita mereka. Begitu pula dengan profesi lain. Namun, hanya satu siswa yang mengatakan ingin menjadi polisi setelah dewasa kelak.

Kak Seto menduga sangat sedikitnya siswa yang ingin bekerja sebagai polisi disebabkan oleh trauma anak-anak pasca-Densus 88 melakukan "kunjungan" ke TK mereka pada pertengahan Maret lalu.

Menarik sekali apabila kisah Kak Seto itu dibandingkan dengan bagaimana respons anak-anak lain, termasuk di negeri seberang lautan, ketika dihadapkan pada pertanyaan seputar cita-cita mereka pada masa depan.

Forbes (2009) misalnya menanyai ratusan anak-anak usia sekolah dasar yang bermukim di kawasan metropolitan New York. Pada kelompok usia lima tahun, tujuh dari 33 anak-anak berujar bahwa mereka ingin menjadi pahlawan seperti yang ada di dunia kartun, yaitu Spiderman dan Spongebobs.

Kebersahajaan pola pikir membuat anak-anak abai terhadap pentingnya kesejahteraan. Ketika tidak sedikit dari mereka yang bercita-cita menjadi petugas pemadam kebakaran dan polisi, dua pekerjaan yang sangat populer di mata anak-anak itu faktanya tidak memberikan bayaran yang terbaik.

Adanya cita-cita merupakan salah satu indikasi perkembangan psikologis yang baik pada anak-anak. Cita-cita menunjukkan perluasan wawasan anak sekaligus kemampuannya berefleksi dengan menautkannya ke dirinya sendiri.

Bagi orang tua, memperkenalkan anak pada sebanyak-banyaknya jenis pekerjaan maupun ketokohan merupakan unsur penting dalam pengasuhan.

Sejak usia dini orang tua bisa saja menempelkan cita-cita tertentu pada anak. Bisa lewat buku-buku bacaan, dongeng lisan, mengajak anak berkunjung ke berbagai sentra pekerjaan dan berkenalan dengan para pemangkunya, atau lainnya.

Bahwa kemudian anak berimajinasi tentang dirinya yang menekuni pekerjaan lain itu tak jadi soal. Intisari pengenalan cita-cita ke anak adalah memberikan pendidikan kepada sang buah hati akan pentingnya tujuan hidup serta ikhtiar untuk mencapai tujuan tersebut.

Anak, dengan kata lain, sejak belia telah dikondisikan untuk menjadi manusia yang visioner. Bahkan tidak sebatas untuk dirinya sendiri; seiring pertambahan usia anak, anak dibimbing untuk menemukan relevansi antara cita-cita yang ingin digapainya dengan kemanfaatan yang dapat didedikasikannya bagi dunia.

Semakin istimewa ketika saban kali menutup perbincangan tentang cita-cita, anak selalu diajak untuk merendahkan hatinya-bagian dari pendidikan agama dan karakter dengan mengucapkan, "Insya Allah. Semoga Tuhan Yang Maha Menguasai menguatkan dan mengantarkanmu ke keinginan yang luhur itu, Nak."

Pekerjaan yang diimpikan sejak usia kanak-kanak ternyata merupakan sumber energi dahsyat bagi anak untuk memasuki gerbang masa depan yang sesuai minat dan bakatnya. Bermain peran sebagai pembalap, dokter-dokteran, pilot-pilotan, astronot-astronotan, dan lainnya memompa efek sugesti ke dalam diri anak.

Dengan begitu, sadar maupun tidak sadar, anak terdorong untuk menempuh jalan hidup yang sebangun dengan sumber inspirasinya tersebut.

Begitulah kesimpulan yang bisa ditarik dari hasil survei LinkedIn pada 2012. LinkedIn menyigi (menyelidiki) hampir 9000 profesional di Kanada, dan menemukan bahwa sepertiga di antaranya ternyata menekuni pekerjaan yang berhubungan dengan impian mereka semasa kanak-kanak.


Bagikan :
Sumber:
#Tagline News : Riau | Berita Riau | Berita Pekanbaru | Berita Kampar | Berita Siak | Berita Inhu | Berita Inhil | Berita Bengkalis | Berita Rohil | Berita Meranti | Berita Dumai | Berita Kuansing | Berita Pelalawan | Berita Rohul | Berita Internasional | Advertising Pekanbaru
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Komentar Anda

Nama :
Komentar :
     
riau24_nfrwg_3427.jpg
Inhil, Riau24.com - Bupati Inhil HM Wardan terus melakukan peninjauan kegiatan pembangunan yang sedang berjalan di lapangan, guna memastikan pengerjaannya berjalan dengan baik.
loading...
  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru