riau24 Ketika Anak-Anak Menjadi Pembunuh
Sabtu, 16 Desember 2017

Opini

Ketika Anak-Anak Menjadi Pembunuh

0
Ketika Anak-Anak Menjadi Pembunuh
Masih ingat dengan kisah kematian Nurul Fatimah, bocoh berumur 11 Tahun, siswa kelas 3 MIN Keunaloe Kecamatan Seulimum menjadi cerita yang sangat memilukan. Betapa tidak, anak sekecil itu, harus meninggal akibat “pengeroyokan” oleh teman – teman seumurnya.

Kisah “pembunuhan” terhadap anak – anak sekecil Nurul Fatimah barangkali sudah sering terjadi di negara ini. Belum lama kasus pembakaran hidup-hidup “tak sengaja” terhadap gadis kecil di Pandrah, Bireuen yang diduga dilakukan oleh sepasang suami – istri. Begitu juga pembunuhan gadis kecil Angeline oleh Ibu Tirinya di Bali, serta banyak kasus kematian gadis kecil lainnya menjadi potret suramnya masa depan anak negeri. Namun kematian akibat “perbuatan” anak-anak seumurnya menjadi sesuatu yang lebih memprihatinkan lagi. Artinya, fenomena ini menunjukkan tidak ada lagi “zona aman” bagi anak-anak, di sekolah sekalipun.

Tulisan ini tidak bermaksud untuk mencari “kambing hitam”, siapa seharusnya yang paling bertanggung jawab atas kematian anak-anak kecil tanpa dosa, dan menjadi penurus bangsa itu? Orang tuanyakah? Sekolah? Pemerintah, masyarakat adat, atau industri perfilm-an?

Ada hal yang lebih penting untuk dijawab yaitu kenapa anak sekarang menjadi lebih begis, egois dan kejam? Siapa yang membuat mereka menjadi “moster – moster” kecil yang tega mengorbankan jiwa anak – anak lainnya. Barangkali, berbagai pertanyaan ini harus dijawab oleh semua pihak agar tidak muncul lagi “moster-moster” kecil yang akan merengut nyawa nurul-nurul kecil lainnya dimasa yang akan datang.

Secara umum, kita dapat mengatakan bahwa semua pihak mempunyai peran baik langsung maupun tidak langsung terhadap perubahan prilaku anak-anak sekarang ini. Orang tua yang menjadi “individualistic” dengan berbagai gadgetnya, sekolah yang berorientasi pengembangan kognitif ensich, serta lingkungan yang sudah “kering” dengan berbagai kegiatan anak-anak yang meningkatkan relasi emosional sesamanya melalui berbagai permainan “warisan” leluhur. Sebaliknya, anak-anak “terkungkung” dengan pola pikir “individualistic” dengan berbagai game Play Station (PS) disepanjang pertokoan, kota maupun desa.

Pengaruh Film Kartun dan Games

Diakui oleh tidak, disaat perkembangan otak anak-anak yang responsive dan cenderung suka meniru, pengaruh film – film kartun dan games dengan nuansa kekerasan menjadi pemicu terbentuknya pola pikir dan prilaku anak – anak seusia mereka yang menganiaya Nurul Fatimah.

Ada banyak film – filim kartun yang merusak pola pikir dan prilaku anak – anak, ada Tom and Jerry, Sichan, Bo-boiboy, Naruto, Avatar, Bima Sakti, Little Krisna, Aidit & Sopojarwo, dan berbagai film kartun lainnya yang menampilkan adegan kekerasan. Dalam film Tom and Jerry, kekerasan menjadi pemandangan sepanjang episode, permusuhan, dan saling sering merupakan “modal” bagi anak-anak untuk memperlajari serta mempraktekkan prilaku tersebut. Hal juga ditonjolkan dalam film Bo-Boiboy, dimana pertentangan dan perkelahian antara Bo boiboy dengan adu-du, ataupun dengan fenk menjadi “ide pokok” dari cerita kartun yang menjadi favorit anak-anak saat ini.

Hal sama dengan berbagai CD games play station, semua pilihan permainan anak-anak tersebut berkaitan dengan adegan perang, perkelahian, kekerasan fisik dan visual. Hal ini menjadi “racun” yang terus meracuni pola pikir dan prilaku anak-anak diera globalisasi ini.

Pengaruh film kartun dan games PS terhadap pola prilaku kekerasan anak-anak dibenarkan oleh Prof. Mark Singer dari Northern Ohio University, ia mengatakan: “Anak laki-laki atau perempuan yang memilih program TV dengan banyak aksi dan perkelahian – atau program kekerasan tinggi, memiliki nilai kemarahan yang tinggi dibandingkan anak lainnya. Mereka juga dilaporkan lebih banyak menyerang anak lain,”



Bagikan :
Sumber:
#Tagline News : Riau | Berita Riau | Berita Pekanbaru | Berita Kampar | Berita Siak | Berita Inhu | Berita Inhil | Berita Bengkalis | Berita Rohil | Berita Meranti | Berita Dumai | Berita Kuansing | Berita Pelalawan | Berita Rohul | Berita Internasional | Advertising Pekanbaru
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Komentar Anda

Nama :
Komentar :
     
riau24_nfrwg_3427.jpg
Inhil, Riau24.com - Bupati Inhil HM Wardan terus melakukan peninjauan kegiatan pembangunan yang sedang berjalan di lapangan, guna memastikan pengerjaannya berjalan dengan baik.
loading...
  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru