riau24 Kejahatan dalam Kondisi Mabuk
Rabu, 13 Desember 2017

Opini

Kejahatan dalam Kondisi Mabuk

0
Kejahatan dalam Kondisi Mabuk

"SESUNGGUHNYA setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran khamar... maka berhentilah kamu (dari perbuatan itu)" (Al Maidah: 91).

Apa pun alibi para pelaku, bulat sempurna ekspektasi publik: belasan manusia keji yang telah menjahati Y, gadis cilik berumur 14 tahun, di Dusun 5, Desa Kasie Kasubun, Kecamatan Padang Ulak Tanding, Bengkulu, harus dihukum seberat-beratnya.

Terhadap para tersangka hampir bisa dipastikan akan dikenakan pasal berlapis, yakni mengonsumsi minuman keras di tempat umum, memerkosa, dan menghilangkan nyawa manusia.

Sepintas lalu, tiga pasal pidana tersebut berkelindan sedemikian rupa melipatgandakan kemungkinan penjatuhan hukuman maksimal bagi seluruh tersangka.

Misalnya, hukuman bagi tersangka dianggap harus diperberat karena, selain memerkosa korban, pelaku juga menenggak minuman keras. Namun, boleh jadi persoalannya tidak sesederhana itu, khususnya bagi para tersangka yang masih berada pada usia kanak-kanak (remaja).

Tambahan lagi karena ada pernyataan-pernyataan kontradiktif antara kapolres dan kapolsek, sebagaimana dimuat pada laman daring http://harianrakyatbengkulu.com/ver3/2016/04/11/12-pembunuh-siswi-smp-diringkus/.

Niat Memerkosa

Secara klasik, setiap perilaku kejahatan diyakini didahului oleh pemunculan niat jahat. Masalahnya, dalam kasus Bengkulu, kapan sesungguhnya para tersangka berniat memerkosa korban?

Apabila mens rea baru muncul setelah mereka berada dalam kondisi mabuk, mabuk sebagai penyebab lumpuhnya mental tersangka dapat diajukan sebagai pembelaan diri.

Sebaliknya, manakala mens rea untuk memerkosa sudah timbul saat tersangka masih sadar (sejak sebelum aksi mabuk-mabukan dilakukan), mabuk tidak bisa dipakai sebagai alibi dan justru merupakan katalis bagi tindak perkosaan.

Kapolres Rejang Lebong mengatakan, para tersangka membunuh korban setelah memerkosanya beramai-ramai dengan cara menjatuhkannya ke dalam jurang dengan kondisi dua tangan terikat. Jika itu yang terjadi, terpenuhi kriteria bahwa Y adalah korban pembunuhan (murder ).

Kapolsek Padang Ulak Tanding punya versi lain. Menurutnya, berdasarkan hasil visum dokter, korban sudah meninggal saat perkosaan itu masih berlangsung. Atas dasar itu, Y tampaknya bukan korban pembunuhan. Lebih tepat apabila ia dipandang sebagai korban penganiayaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa manusia (manslaughter).

Mens rea (niat, intent ) dibedakan atas niat spesifik (specific intent) dan niat umum (general intent). Begitu juga di negara-negara yang memberlakukan pengaturan ketat terhadap minuman keras, hukum memerhatikan secara seksama keterkaitan antara tindak kriminalitas dan kondisi mabuk (intoxication) pelaku.

Pelaku pembunuhan di sejumlah yurisdiksi karena didahului specific intent dapat menggunakan kondisi mabuk sebagai alibi untuk meyakinkan hakim agar memberikan keringanan hukuman. Sebaliknya, pelaku penganiayaan yang mengakibatkan tewasnya manusia, karena merupakan manifestasi general intent , tidak diperbolehkan berdalih mabuk untuk maksud serupa.

Demikian pula dalam kasus perkosaan; ketika mabuk menurunkan kapasitas mental yang ditandai hilangnya kesadaran tentang apa yang tengah dilakukannya, itu tetap bukan pemakluman yang membebaskan si pemerkosa dari tanggung jawab meski memungkinkannya untuk mendapat peringanan sanksi.


Bagikan :
Sumber:
#Tagline News : Riau | Berita Riau | Berita Pekanbaru | Berita Kampar | Berita Siak | Berita Inhu | Berita Inhil | Berita Bengkalis | Berita Rohil | Berita Meranti | Berita Dumai | Berita Kuansing | Berita Pelalawan | Berita Rohul | Berita Internasional | Advertising Pekanbaru
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Komentar Anda

Nama :
Komentar :
     
riau24_xnxqc_3405.jpg
Inhil, Riau24.com - Bupati Indragiri Hilir kembali menorehkan prestasi di tingkat Provinsi. Kali ini, HM. Wardan meraih Award dari Komisi Informasi (KI) dalam kategori Pelopor Keterbukaan Informasi Publik Pemerintahan Desa Tahun 2017.
loading...
  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru