riau24 Stop Bullying
Minggu, 17 Desember 2017

Opini

Stop Bullying

0
Stop Bullying
KASUS bullying kembali mencuat. Kali ini bullying terjadi di SMA di Jakarta. Sebuah video beredar terdapat beberapa siswi SMA disiram, disuruh merokok, dan dipaksa memakai bra di luar seragam oleh siswa senior. Kasus ini menjadi fakta bahwa bullying masih mengakar dalam dunia pendidikan dan sekaligus dapat menjadi trigger  untuk percepatan penerbitan peraturan presiden (perpres) tentang pencegahan kekerasan di satuan pendidikan.

Bullying merupakan fenomena gunung es. Data bullying yang ada sejatinya belum merepresentasikan masalah yang sesungguhnya.Faktanya, kasus bullying  masih banyak terjadi baik di sekolah negeri maupun swasta, baik sekolah di perkotaan maupun di desa. Fatalnya, kasus bullying  yang seringkali terjadi selalu terwariskan dari generasi ke generasi dan kurang terpantau oleh guru, bahkan orang tua.

Kasus bullying bukan hanya terjadi pada jenjang SMP dan SLTA. Dari sejumlah data dan pantauan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), bullying terjadi pula pada jenjang anak usia dini. Pada usia inilah, kasus bullying  kurang mendapat perhatian lebih karena dianggap hal yang wajar. Anak usia dini yang pasif, kurang bisa bersosialisasi dan cenderung mengalah, umumnya rentan menjadi korban bullying. Namun, kondisi ini seringkali lepas dari perhatian orang tua, guru, bahkan orang sekitar.

Dari sisi norma, Indonesia dapat dikategorikan sebagai negara yang memiliki komitmen besar bagi perlindungan anak. Undang-Undang (UU) Nomor 35/2014 atas Perubahan UU Nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak, Pasal 9 ayat 1 secara tegas menyatakan (a), ”setiap anak berhak mendapatkan perlindungan di satuan pendidikan dari kejahatan seksual dan kekerasan yang dilakukan oleh pendidik, tenaga kependidikan, sesama peserta didik, dan/ atau pihak lain”. Meski secara normatif negara telah menunjukkan komitmennya, beragam permisivitas bullying  masih terus terjadi dengan berbagai variasi dan polanya.

Kompleksitas Bullying  
Data pengaduan KPAI pada 2015 menunjukkan anak korban kekerasan sebanyak 127 siswa, sementara anak menjadi pelaku kekerasan di sekolah 64 siswa. Anak korban tawuran 71 siswa, sementara anak menjadi pelaku tawuran 88 siswa.

Riau24.com -Di pihak lain, hasil riset global Ispsos bekerja sama dengan Reuters menempatkan kasus bullying sebagai masalah serius. Sebanyak 74% responden dari Indonesia menunjuk Facebook sebagai media tempat terjadi cyberbullying. Korban cyberbullying umum-nya anak usia sekolah. Plan International dan International Center for Research on Women (ICRW) melaporkan bahwa terdapat 84% anak di Indonesia mengalami kekerasan di sekolah. Angka tersebut lebih tinggi dari tren di kawasan Asia yakni 70%.

Menurut penelitian Universities of Oxford, Warwick, Bristol, dan UCL, anak-anak yang sering di-bully baik oleh temannya maupun saudaranya sendiri berpotensi dua kali lebih besar mengalami depresi saat dewasa nanti. Selain itu, mereka juga berisiko dua kali lipat melakukan penganiayaan terhadap diri sendiri. Dampak dari bullying sangat besar apabila dilakukan oleh saudara sendiri daripada oleh orang lain. Dari pengakuan anak korban bully oleh saudara mereka beberapa kali seminggu, dua kali lipat lebih besar mengalami depresi hingga 12,3%, kecemasan 16%, dan 19% kemungkinan menyakiti diri sendiri.

Bagikan :
#Tagline News : Riau | Berita Riau | Berita Pekanbaru | Berita Kampar | Berita Siak | Berita Inhu | Berita Inhil | Berita Bengkalis | Berita Rohil | Berita Meranti | Berita Dumai | Berita Kuansing | Berita Pelalawan | Berita Rohul | Berita Internasional | Advertising Pekanbaru
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Komentar Anda

Nama :
Komentar :
     
riau24_nfrwg_3427.jpg
Inhil, Riau24.com - Bupati Inhil HM Wardan terus melakukan peninjauan kegiatan pembangunan yang sedang berjalan di lapangan, guna memastikan pengerjaannya berjalan dengan baik.
loading...
  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru